Akai No Hana

Akai No Hana
Chapter 4.


__ADS_3

Suasana riuh di pelabuhan berbagai kapal berlalu lalang keluar masuk , terlihat juga beberapa kapal bajak laut. Melihat berbagai bajak laut dengan bounty cukup tinggi merangsang nafsu Buggy untuk menyerang mereka dan mengambil harga bounty mereka.


“ Gyahahaha.... kalian semua bersiap untuk mendarat, penuhi kapalku dengan semua kebutuhan. Terutama sake , oh... jangan lupa untuk menambahkan amunisi meriam jika tidak kalian akan tahu akibatnya” Buggy melompat dari kapal setelah memberi perintah, dia melihat sekeliling dengan tatapan menghinanya terutama ketika melihat gerombolan bajak laut.


“ aku harus pergi ke rumah judi untuk bertemu Rayleigh-san, Gyahahaha.... lama sekali aku tidak lihat dia. Semoga saja Rayleigh-san mau mengajariku tentang Haki” Buggy bergumam sambil melihat-lihat situasi di sekitarnya, dia merasa ada yang memperhatikannya.


Segera buggy teralihkan dengan bau makanan yang harum dan menggoda, mengikuti bau harum makanan Buggy bertemu dengan laki-laki yang membawa satu nampan makanan, dia tampak sibuk melayani pelanggan sesekali dia minta maaf karena menumpahkan makanan.


Akan tetapi satu adegan menarik perhatian Buggy saat laki-laki itu dengan sengaja menumpahkan makanan ke satu kelompok bajak laut yang dari tadi mengganggu pelanggannya.


“ menarik sekali... aku akan melihat apa yang akan mereka lakukan. Hmmm..... kenapa dia terlihat sangat familier” melihat satu orang dengan tubuh yang kekar membawa sebuah senapan, dia terlindungi oleh beberapa anak buahnya.


Buggy merasa orang itu sangat familier sehingga dia mencoba untuk mengingat-ingat “ ah..... ternyata dia. Kapten bajak laut tanduk hitam, kapten bajak laut dengan bounty sebesar 7 jt berry. Itu lumayan banyak, Gyahahahaha.... sungguh beruntung kali ini. Meski dia memiliki kemampuan hebat tetap saja dia orang biasa bukan pengguna buah iblis sepertiku. Aku lagi butuh uang jadi aku akan menangkapnya Gyahahahaha.”


Terdengar dari kejauhan pelayan itu meminta maaf pada si kapten akan kelalaiannya namun kapten bajak laut tanduk hitam langsung menghajarnya, keributan pun terjadi setelah kapten bajak laut tanduk hitam memukul si pelayan hingga dia terlempar menghancurkan meja di belakangnya.

__ADS_1


“ berani sekali mengotori bajuku.. cari mati rupanya, hoi... kalian hancurkan tempat ini jangan sisakan apa pun” perintah Kapten Bajak Laut Tanduk Hitam Barthezi pada anak buahnya.


“ huahahaahaa ayo kawan.... “ ujar salah satu dari anggota Bajak Laut Tanduk Hitam.


Suara ajakannya diikuti oleh yang lainnya , segera bentrokan antara pelayan dengan bajak laut terjadi karena perbedaan pengalaman dan kualitas para pelayan terbaring di tanah , namun satu sosok masih berdiri dengan tegak setelah menerbangkan empat anggota Bajak Laut Tanduk Hitam.


“ punya nyali rupanya sampah-sampah ini mengacaukan restoranku. Huh... bangun dasar cacing lemah, kenapa kalian tidur di sini. “ ujar pemilik restoran yang baru saja menerbangkan empat anggota Bajak Laut Tanduk Hitam.


Muncul urat di dahi Barthezi ketika dia mendengar dirinya dipanggil sampah oleh pemilik restoran yang kecil dan gemuk itu. Emosinya tersulut hingga dia langsung berlari menuju si pemilik restoran setelah dia menembakkan senapannya. Sebuah peluru dengan kecepatan tinggi meluncur ke arah Pemilik Restoran diikuti dengan Barthezi yang berlari juga.


Pemilik restoran menghiraukan peluru yang meluncur ke arahnya, dengan satu langkah dia menghindari peluru itu dan tiba di depan Barthezi lalu dia melancarkan tinju kuatnya tepat di wajah Barthezi. Tinju penuh energi pemilik restoran mengirim Barthezi keluar dari restoran.


Segera dia berdiri kembali kemudian menembakkan senapannya beruntun ke arah pemilik restoran, dia juga mempercepat pemuatan amunisi senapannya. Pemilik restoran tidak terlihat kewalahan dengan peluru yang menghujamnya bertubi-tubi, namun sorot matanya berubah menjadi serius.


Berkali-kali pemilik restoran menghindari peluru, butiran keringat menetes di dahi pemilik restoran. Beberapa peluru hampir saja mengenai tubuhnya namun dengan refleks yang masih bagus dia mampu mengelak.

__ADS_1


Tak perlu waktu lama untuk pemilik restoran menyerang balik Barthezi, dengan kelincahannya dia dengan mudah mendekati Barthezi dan mengirimkan tinju mautnya.


Pukulan beruntun dia kerahkan hingga titik batas ketahanannya. Pukulan demi pukulan berhasil dengan tepat menghantam tubuh Barthezi begitu pula serangan pemilik restoran menghantam tubuhnya, Barthezi masih mampu berdiri dengan tegak.


Daya tahan yang ditunjukkan Barthezi cukup luar biasa di mana dia mampu bertahan dari setiap pukulan yang dikirim pemilik restoran. Akhirnya Barthezi mulai bergerak untuk meradak pemilik restoran dengan tinjunya. Gempuran kuat Barthezi tidak mampu ditahan dengan baik oleh Pemilik restoran sampai-sampai dia diterbangkan hanya dengan sebuah pukulan.


“ tampaknya aku harus bergerak sekarang.... Gyahahahaa.... waktu yang tepat untukku tampil” tawa jahat Buggy dari kejauhan di dengar Barthezi.


Secara mengejutkan sebuah tinju muncul di wajah Barthezi lalu menghantamnya dengan keras. Barthezi terjelungkap ke tanah dan diatas tubuhnya muncul Buggy. Buggy yang berada diatas tubuh Barthezi segera mengeluarkan pisau kesayangannya dan dia arahkan pisau itu ke leher Barthezi.


“ Gyahahahaha.... Barthezi lebih baik kau diam saja atau lehermu tidak utuh lagi” sambil tertawa Buggy menggesekkan pisaunya di leher Barthezi. Merasakan dinginnya pisau di leher Bartehzi memiliki keringat yang mengalir di dahi serta punggungnya, dia hanya bisa diam pasrah terutama ketika Barthezi tidak mampu melihat lawan yang menindihnya datang.


Lawannya tampak datang secara tiba-tiba dan mengejutkannya hingga dirinya tertindih memalukan seperti ini. Bartezhi gemetar karena rasa marah dan malu yang bercampur namun semuanya lenyap seketika saat dia merasakan pisau dingin di lehernya, entah karena apa Barthezi merasa jika dia bertindak gegabah kepalanya akan jatuh sehingga dia hanya bisa diam.


“ siapa kamu... lebih baik jangan ikut campur kawan dan aku akan memberimu uang , jadi lepaskan aku dan biarkan aku menyelesaikan masalahku” Barthezi meminta agar Buggy melepaskannya dan dia akan memberi uang pada Buggy.

__ADS_1


“ hmm... menarik. Gyahahahaha.... ingin memberiku berapa Barthezi.” Buggy tertarik dengan tawaran Barthezi terutama uang yang dia berikan.


“ 500 ribu belly bagaimana,” ucap Barthezi dengan sumringah


__ADS_2