Akhirnya Istri Ku Pergi

Akhirnya Istri Ku Pergi
EPISODE 08 - DIMANA JANJI MU?


__ADS_3

Di antara Mail maupun Iskandar tak ada yang menyadari bahwa dinding itu begitu tipis untuk menahan suara mereka. Di ruangan sebelah, Lilis dan sepupu nya itu terus mendengar semua pembicaraan itu.


"Kurang Ajar sekali orang itu...."


"Tidak perlu!!" Lilis mencegah sepupu nya yang hendak mengunjungi Iskandar di ruangan sebelah.


"Tapi Kak!!"


"Biar kakak yang urus, dia suami kakak...kamu juga jangan beri tahu orang lain masalah ini, hanya kita saja yang simpan semua ini, paham?!"


Mau tidak mau, sepupu nya itu hanya mengangguk meski dalam hati nya ingin sekali ia menampar mulut Iskandar yang seolah menghormati Lilis namun yang ia lakukan itu bukan lah sikap dalam pernikahan sesungguhnya.


.


.


.


Di Parkiran....


Ayah Iskandar sedang menemui Sheila dengan wajah masam dan tampak tak suka terlihat jelas dari raut wajah tua itu.


"Saya harap nak Sheila bisa pulang sekarang, Iskandar sudah menikah dengan Istri nya, dia sudah jadi milik dan hak istri nya, jadi tolong jangan ganggu lagi Iskandar dengan hal seperti ini, Sheila bisa melupakan Is kan?"


Air mata yang selalu jadi andalan Sheila itu pun menetes di hadapan Ayah Iskandar dengan harapan bahwa hati orang tua itu akan melunak. Sheila tak tahu perangai dari Ayah Iskandar yang sangat keras. Jangan kan air mata orang lain, bahkan air mata anak nya sendiri pun tak akan membuat hati nya luluh selama ia sudah berkehendak.


"Bukan begitu Om, saya dan Is saling mencintai....hiks....tega sekali lah Om memisahkan cinta kami, Apa salah saya sampai Om berbuat begini?"


"Nak Sheila tahu dari mana pernikahan ini saya tidak tahu tapi yang pasti nak Sheila tahu kan bahwa kamu sendiri yang menolak anak saya?! Karena itu saya nikah kan dengan wanita lain yang siap menerima anak saya lahir dan batin, Lalu Iskandar juga sudah siap menikahi wanita itu"


"Tapi Is tak cinta dengan wanita itu Om!!"

__ADS_1


"Cinta bisa tumbuh jika mereka mau saling mengenal" Jawab Ayah Iskandar dengan cepat.


Tak lama pun terlihat Iskandar dan Mail yang berlari untuk menghampiri kedua nya.


"Kenapa ini Is?! Kenapa kamu keluar?!" Bentak sang Ayah.


"Saya perlu bicara dengan dia Ayah"


"Tak perlu! Masuk sekarang juga sebelum para undangan dan Lilis melihat hal ini!!"


"Sebentar saja ayah, Is mohon....Ada Mail juga di sini, saya mohon Ayah"


Sang ayah masih tak percaya perbuatan anak nya yang sangat melanggar norma itu dan ia pun segera memandang ke arah Mail.


"Mail tolong tarik saja dia ke dalam jika dalam lima belas menit tidak masuk ke dalam, Ayah rasa itu udah cukup untuk menyelesaikan semua nya!!"


Sang Ayah pun segera masuk ke dalam.


"Apa lagi?! Tiba - tiba kesini, padahal sebelum nya kau tidak ada kabar bahkan aku tidak bisa menghubungi kau!"


"Kau nih kenapa? Biasanya kau tak pernah melepas kan tangan ku begini?!!" Bentak Sheila.


"Sekarang Aku nih Suami orang! Kita Bukan muhrim dan tak pantas Kau menyentuh suami orang seperti ini !! Bahkan waktu kita pacaran pun aku tak pernah menyentuh mu seperti ini!!" Jawab Iskandar dengan lugas.


Mata Sheila berubah dengan amarah dan sangat terasa bahwa Sheila merasa tersinggung atas hal itu.


"Kau berubah Iskandar! Mana Janji mu untuk mencintai ku selalu?! Mana?! Kau bahkan tak bisa menepati janji seperti itu! Kau bahkan membuat hubungan kita selama beberapa tahun ini terasa garing karena kau tidak mau menyentuh ku!!"


"Shel! Aku menghormati kau sebagai wanita! Maka nya aku meminta mu menikah dengan ku agar tak banyak dosa yang kita perbuat! Aku tidak akan menyentuh mu sebelum menikah bukan kah sudah ku katakan sejak awal?!!!"


Seolah Sheila hanya menginginkan Tubuh Iskandar, seolah tak ada ketulusan dari Sheila terhadap Iskandar itulah yang di katakan oleh bibir Sheila. Belum selesai pembicaraan mereka Mail sudah meminta mereka untuk selesai.

__ADS_1


"Shel, ku harap kau jangan begini lagi, Kita harus berakhir, Aku tak ingin membuat istri ku kecewa"


"Tapi kau tak mencintai nya!!!"


"Meski begitu dia istri ku yang harus ku jaga dan hormati, Maaf kita harus berakhir seperti ini"


"Is....Tunggu....Is!!"


Iskandar pun segera pergi dari hadapan Sheila meski hati nya begitu sakit. Pernikahan nya yang harus nya menjadi hari paling bahagia bagi nya terasa sangat pedih dan menyakitkan, semua itu karena Cinta nya yang harus terpaksa di kubur meski masih mekar dengan sangat indah di dalam hati nya.


"Is, Aku akan memastikan Sheila pulang dulu, kamu masuk lah temui Lilis, tidak enak meninggalkan resepsi mu sendiri terlalu lama begini"


"Terimakasih mail, tolong perhatikan Sheila, jika stress Sheila suka sakit perut tolong lihat dia dan beri dia perhatian sedikit"


Mail pun berbalik dan menemui Sheila....


"Shel, Ayo aku antar kau pulang, Apa kau bawa mobil?" Tanya Mail.


"Sekarang kau senang?! Kau senang kan?! Aku harus pisah dari sahabat mu! Ini kan yang selalu kau mau?!!"


Mail sudah lama tak suka dengan Sheila dan mail tahu sekali perangai Sheila serta gosip tak baik mengenai wanita itu, tapi mata dan hati Iskandar selalu tertutup karena ia tulis mencintai wanita itu sehingga Iskandar tak pernah percaya apa yang mail katakan mengenai wanita itu dan semua skandal nya.


"Aku memang tak suka jika kalian bersama karena betapa banyak nya gosip dan skandal yang kau punya tapi aku tak sejahat itu sampai harus meninggalkan orang yang sedang tak berdaya ini"


"Pergi lah Aku bisa pulang sendiri! Nama wanita itu Lilis kan?" Mata Sheila melihat ke arah papan nama pengantin yang terpasang di parkiran.


"Kenapa?! Apa yang kau rencana kan?!!"


"Jika Aku tak bisa memiliki Iskandar berarti wanita itu juga tidak boleh! Karena Iskandar sejak awal adalah milik ku! Dia merebut milik ku!!"


"Istighfar Sheila! Itu pikiran yang tak baik! Jodoh itu milik Allah! Kalian memang di takdir kan tak berjodoh, mungkin saja jodoh mu itu adalah orang lain, Kau bisa bahagia tanpa Iskandar bukan kah selama ini pun tanpa Iskandar kau baik - baik saja?!!"

__ADS_1


Mail melihat ada yang tak beres dari Sheila namun Sheila tak menggubris omongan dari mail lalu segera masuk ke mobil nya dan pergi. Mail ingin memberitahukan niat Sheila itu kepada Iskandar dan Lilis namun mail mengehentikan niat nya karena ini hari bahagia. Hari bahagia harus nya menjadi bahagia juga bukan?


-bersambung-


__ADS_2