Akhirnya Istri Ku Pergi

Akhirnya Istri Ku Pergi
EPISODE 14 - PERUBAHAN


__ADS_3

Setelah pengakuan dari Iskandar itu, hubungan kedua nya mulai berubah ke arah yang baik. Satu hal yang Lilis sukai adalah suami nya mulai sabar dan perhatian kepada nya. Apalagi semenjak mereka sudah menyempurnakan pernikahan mereka. Malam pertama yang tertunda. Malam itu..


"Abang...sebelum kita melakukan ini, lilis mau berbicara"


Ucapan lilis itu membuat tubuh Iskandar menegang dengan aneh lantaran ia takut bahwa lilis akan menolak diri nya.


"Lis, apa lilis tidak mau melakukan nya? Jika begitu tidak perlu... "


"Bukan! setelah ini terjadi lilis hanya minta abang bisa lebih perhatian kepada lilis dan tidak mempermalukan lilis, lilis tidak tahu apapun masalah seperti ini, lilis biarkan abang yang menuntun lilis saja"


"Ya Allah lilis, tidak mungkin abang mempermalukan lilis, memang benar abang selama ini egois dan bersikap ketus pada lilis, tapi abang tidak pernah mempermalukan lilis, Abang pun tidak punya pengalaman, karena itu ayo kita belajar bersama"


Lilis tersenyum dan mengangguk. Ia pasrahkan semua nya pada Iskandar dari awal hingga akhir. Tangan Iskandar yang besar dan kasar membelai kulit lilis dengan lembut.


"Abang rasa nya aneh dan sedikit geli"


"Bertahan ya, kalau sakit lilis harus bilang, abang takut tidak bisa melakukan nya dengan benar"


"Abang pasti bisa ayo kita coba sama - sama"


Setelah mereka melakukan ada rasa puas seolah dahaga mereka telah disembuhkan oleh air lautan. Keduanya berbaring dengan lelah namun dari sana lahirlah kasih sayang dan cinta kasih dari kedua nya. Mempererat hubungan mereka dan mendekatkan hari mereka.


Setelah hari itu siapa yang tahu Iskandar mulai semakin ketagihan dan meminta hak nya tiap malam. Lilis selalu dibuat nya sakit pinggang ketika subuh datang. Tapi dengan perhatian nya Iskandar membuat sarapan pagi menggantikan Lilis.


"Pagi sayang" Ucap Iskandar ketika melihat istri nya mulai duduk sembari memegang pinggang nya.


"Abang memang punya stamina yang kuat, lilis kira karena abang lebih tua jadi nya nggak ada stamina gitu"


"Kamu meremehkan abang sih, tapi kan abang buatin sarapan buat lilis nih, jadi kamu pagi nggak perlu capek lagi"


"Tapi pahala lilis jadi berkurang dong"


Iskandar mencium pipi istri nya lalu memegang tangan lilis dengan lembut.


"Membuat suami bahagia juga bisa dapat pahala kok, karena abang bahagia jadi abang kasih lilis hadiah dengan sarapan buatan abang"

__ADS_1


"Sejak kapan abang bisa gombal begini"


Lilis selalu tidak biasa dengan perhatian yang diberikan oleh Iskandar kepada nya. Meski ia menyukai hal itu, namun hal tersebut membuat ia malu dan jantung nya berdebar dengan kuat hingga terkadang terasa sakit.


"Abang begini karena lilis juga kan? Abang mau bahagiakan lilis"


Keduanya pun tertawa dan menghabiskan sarapan dengan penuh kebahagiaan bersama mereka.


.


.


.


Setelah mengantar kepergian Iskandar seperti biasa lilis bersiap untuk pergi bekerja. Namun sebuah chat membuat langkah nya terhenti untuk menaiki mobil nya.


Aku Sheila,


Kau tahu hubungan kami kan?


Kalau begitu bisa tolong bertemu dengan ku?


Sebuah chat itu hanya lilis baca dengan penuh beban dan ia bingung harus membalas apa. Lalu chtan kedua pun masuk ke nomor nya.


Jika kau menolak,


Aku yang akan menemui Iskandar sendiri.


Lilis tak ingin kedua nya bertemu kembali atau membangun api kembali. Lantaran lilis selalu sering mendengar cerita dari teman - teman nya, dimana dari hubungan itu sebuah api pun mulai hidup kembali.


Jika mau ayo kita bertemu sekarang, Aku akan kirim kan lokasi nya


Lilis berharap bahwa Iskandar tak akan mengetahui hal ini. Lokasi yang lilis kirim kan kebetulan tak jauh dari tempat kerja nya.


Lilis pun sampai terlebih dahulu dan memesan sebuah Expresso Latte. Ia duduk di pinggiran kaca agar bisa melihat kapan wanita itu akan datang. Tak lama Lilis bisa melihat wanita itu datang dengan pakaian mewah dan hak tinggi nya. Wanita itu pun kemudian duduk di depan lilis.

__ADS_1


"Ini pertama kali nya kita bertemu, Aku Sheila"


"Salam kenal tapi ini bukan pertama kali nya saya lihat kamu, lalu apa yang kamu ingin bicarakan? "


Lilis berusaha untuk sabar dan diam agar wanita itu tak tahu apa yang ia rasakan kini bercampur aduk di dalam hati.


"Apa hubungan kalian baik - baik saja? Aku tahu bahwa Iskandar terluka karena belum mampu melupakan diriku"


"Kami baik - baik saja dan itu bukan hal yang harus kamu khawatir kan, karena kamu tidak berhak terhadap Iskandar saat ini"


"Tapi bagaimana bisa kau menahan lelaki yang mencintai wanita lain? Apa kalian bisa melakukan hubungan suami istri? apakah hati kalian bisa dekat? "


Melihat ekspresi dari lilis, Sheila pun merasakan pedih di hati nya karena ia tahu kini bahwa mereka sudah melakukan hubungan suami istri. Iskandar kini telah jadi milik lilis.


Iskandar tega sekali kau?!


Kata nya kau cinta padaku!!


Bagaimana kau bisa memberikan tubuh dan hati mu pada wanita lain!!


Aku membenci mu Iskandar!!


"Saya tidak tahu apa maksud kamu bicara begini, tapi Sheila... kamu tidak perlu khawatir kan suami orang lain mulai dari sekarang! Suami saya biar saya sendiri yang akan menjaga dan mencintai nya! Cinta bukan hanya cinta sesama manusia tapi cinta karena Allah juga ada. Kami saling mencintai karena Allah yang menyatukan kami dalam pernikahan maka nya sudah sepantasnya kami saling mengasihi "


"Tapi sejak awal dia milik ku!!! "


"Milik mu? Milik mu yang tidak pernah kau hargai itu?! Saya bisa lebih menyayangi nya lebih dari yang kamu berikan pada nya dulu. Sheila kamu itu wanita cantik dan hebat karena itu sadar lah"


Sheila melihat lilis dengan tatapan aneh ketika lontaran pujian diberikan lilis pada Sheila.


"Kamu cantik dan mandiri semu lelaki pasti menyukai kamu, kita tidak pernah tahu jodoh, saya pun begitu sebelum dijodohkan dengan Iskandar. Saya harap kamu bisa menemukan jodoh kamu sendiri, kalau begitu saya pamit dulu karena saya mau pergi bekerja"


Lilis meninggalkan Sheila dalam keadaan sedih di hati Sheila. Namun kata - kata lilis itu benar, ia tahu hal itu. Iskandar bukan lagi hak nya, namun hati nya masih sakit melepaskan Iskandar.


"Bagaimana aku bisa menahan rasa sakit ini!? Apa benar jodoh ku akan datang nanti nya? jodoh yang lebih baik dari Iskandar? "

__ADS_1


Pertanyaan - pertanyaan itu terus ia lontarkan dalam hati nya seolah ia ragu dan enggan untuk keluar dari sakit hati yang ia rasakan. Selama ini hanya Iskandar lah yang sabar dan tak pernah berubah memperlakukan nya dengan kasih sayang namun selalu ia sia - sia kan demi karir yang ia dambakan.


-bersambung-


__ADS_2