Akhirnya Istri Ku Pergi

Akhirnya Istri Ku Pergi
EPISODE 15 - MERAHASIAKAN


__ADS_3

Lilis terus berpacu pada fikiran dan hati nya. Seolah dibisikan untuk mengatakan semua nya pada Iskandar, ia ingin segera menceritakan semua pada suami nya kejadian hari ini. Namun hati nya juga sakit, meski suami nya sudah berkomitmen untuk menerima dirinya namun tak ada cinta dalam diri suami nya itu.


Apa aku harus bicarakan kepada abang bahwa aku bertemu Sheila hari ini? Tapi aku takut hati abang akan bimbang dan kembali lagi ke wanita itu.


Kadang lilis takut kebahagiaan yang mulai ia bangun di atas istana pasir itu bisa suatu saat jatuh di terjang ombak ataupun angin. Lilis takut Iskandar akan goyah oleh wanita yang selalu ada di hati nya. Nama wanita itu telah diukir sangat dalam di hati suami nya itu.


"Assalamu'alaikum Lilis! Abang Pulang nih! "


Lilis tak mendengar suara kepulangan Iskandar sampai Iskandar berjalan menghampiri nya dan memeluk lilis dengan lembut dari belakang.


"Astaghfirullah!! "


Lilis terkejut tiba - tiba ada seseorang yang memeluk nya dari belakang.


"Abang kapan sampai? "


"Assalamu'alaikum!! " ucap Iskandar lagi.


"Waalaikumsalam" jawab lilis kemudian.


"Apa yang lilis lamun kan nih? " Tanya Iskandar dengan lembut sambil mengecup pipi lilis yang semerah apel itu.


Iskandar menyukai kehidupan pernikahan nya yang seperti mimpi itu. Dimana ia bisa melihat lilis di rumah, disambuat lilis dan diperhatikan istri nya. Tidak ada hadiah lain sebaik ini ketika ia pulang dari kantor yang melelahkan.


"Nggak hanya lihat ke luar aja sambil nunggu abang pulang, tau - tau jadi melamun sendiri"


"Abang udah pulang nih sayang, nggak mau bantu abang ganti baju dan makan bersama? "


"Oh iya!! Maaf abang, lilis lupa! "


Sudah jadi kebiasaan bahwa ketika Iskandar pulang, lilis akan melepaskan pakaian Iskandar serta menemani nya makan malam bersama.


.


.


.


Lilis terus terpaku dan berusaha mengerti doa yang sedang Iskandar panjatkan ini. Iskandar berdoa dengan keras seperti biasanya habis sholat isya bersama lilis. Lalu dalam doa nya itu, Iskandar berkata....

__ADS_1


"Ya Allah tolong lindungi dan berikan kebahagiaan untuk orang - orang yang hamba sayangi, berikan mereka rahmat mu ya Allah. Lalu untuk istri ku hamba berharap bisa membangun rumah tangga ini karena mu sampai akhir hayat kami, Amin ya Rabbi"


Setelah berdoa Lilis pun mencium tangan suami nya itu. Namun hati dan fikiran nya pun lagi - lagi berfikir keras.


Apa aku hanya istri saja di mata nya? bukan sebagai orang yang dia sayangi? lalu siapa orang - orang itu? apa Sheila juga masuk ke dalam orang yang disayangi oleh Iskandar suami ku?


Lagi - lagi hati lilis sakit dan sakit itu menjalar ke perut nya membuat ia semakin stress. Bahkan ketika makan malam sudah ada di hadapan nya, Lilis tak menikmati makanan itu sama sekali.


"Lilis kamu sakit? " Tanya Iskandar.


Iskandar melihat tingkah istri nya itu begitu aneh sejak ia pulang.


"Nggak! cuma capek aja"


"Yakin? kalau gitu habis ini langsung istirahat ya, biar abang yang cuci piring nya"


"Nggak apa lilis masih bisa cuci piring"


"kamu harus nurut sama suami, suami mu bilang kamu hari ini harus istirahat ya"


"Makasih ya abang"


Iskandar mencium lilis dan lilis sedikit terkejut akan hal itu namun lilis segera tersenyum dan mencium kembali suami nya.


"Kalau kamu nggak mood nggak usah juga nggak masalah, abang tau lilis capek"


"Nggak kalau abang mau malam ini juga itu hak abang, silahkan lilis nggak masalah"


Iskandar pun mulai mencium lilis kembali dengan kecupan ringan yang membuat lilis mengerjab dengan lembut. Tubuh nya terbuai oleh sentuhan halus suami nya itu. Aneh nya setiap sentuhan itu menenangkan hati nya. Seolah ingin lari dari kenyataan lilis pun menarik Iskandar makin mendekat ke arah nya.


"Biarkan abang yang buka baju lilis, itu kewajiban abang"


Iskandar tak mau kewajiban nya di curi oleh istri nya. Ia ingin membuka sendiri pakaian dari tubuh istri nya itu. Iskandar menggerakkan jari nya dengan cepat dan menanggalkan helai kain dari tubuh mereka.


"Lampu nya nggak di matiin? " Tanya lilis dengan tersipu.


Iskandar yang tahu lilis tersipu pun mulai meredupkan lampu kamar mereka dan kini membuat istri nya mabuk kepayang. Iskandar menyukai aroma istrinya itu serta wajah cantik dan ekspresi nya ketika malu. Iskandar menyukai itu semua bahkan sekarang Iskandar bisa menemukan banyak keistimewaan lilis. Semakin Iskandar tahu kelebihan lilis, ia makin suka dan tak keberatan sama sekali.


"Abang mau coba posisi lain jika lilis tidak keberatan" Iskandar meminta izin istri nya itu.

__ADS_1


"Jangan tanya lah abang, abang bebas mau melakukan nya lilis oke aja asal abang tidak menyakiti lilis "


Iskandar pun merubah posisi mereka dan membiarkan istri nya merasakan posisi lain dan rasa dari keindahan. Seolah dunia tak berputar rasanya waktu seakan berhenti tepat di depan mereka.


"Abang masih mau lagi? "


Kali ini lilis terkejut karena durasi mereka lebih lama dari biasa nya. Lilis sudah merasa lemas namun ia tak benci sama sekali. Sedangkan di depan nya seekor srigala masih siap bertarung dengan stamina nya. Kali ini mereka bergerak lebih lama dan lama.


.


.


.


Mereka selesai menunaikan ritual malam yang sering mereka lakukan akhir - akhir ini.


"Abang, lilis ada dapat undangan dari restoran tadi pagi, kata nya abang udah buat reservasi untuk makan malam besok"


"Salah kali tuh" Iskandar seolah menghindari untuk berbicara pada lilis.


"Nggak mungkin ada tangan abang juga, karena abang nggak di rumah jadi lilis yang nerima mewakili abang"


"Kamu mau makan malam bareng di restoran? "


"Mana ada sih wanita yang nolak makan malam di restoran yang romantis gitu"


Lilis tahu bahwa restoran itu terkenal untuk makan malam romantis bersama pasangan. Namun ketika menerima hal itu entah kenapa lilis merasa resah.


"Kalau gitu nanti abang cari waktu lain"


"Lho kok cari waktu lain? sayang dong yang udah di reservasi emang abang nggak bisa datang besok? "


"Iya, ada meeting"


"Kalau gitu, boleh lilis nunggu aja disana? kalau abang nggak datang juga nggak masalah soal nya reservasi di sana susah, lilis pingin ke sana"


"Lilis!!! kamu dengar nggak abang bilang nanti?! Buang aja reservasi itu! Abang pasti carikan waktu untuk lilis tapi nggak dengan reservasi itu!! "


Segera Iskandar meraih baju nya dan keluar dari kamar mereka dengan kemarahan.

__ADS_1


-bersambung-


__ADS_2