Akhirnya Istri Ku Pergi

Akhirnya Istri Ku Pergi
EPISODE 13 - MENERIMA NYA SEBAGAI ISTRI


__ADS_3

Iskandar terus memakan makanan nya dengan fikiran bahwa Lilis adalah wanita sekaligus istri yang baik. Kini sudah tiga bulan lama nya, ia dan wanita itu menjadi pasangan suami istri. Setiap hari Lilis membangunkan nya Sholat subuh, memasakan sarapan untuk nya bahkan menemani nya olahraga pagi.


Lilis juga bekerja, dalam sehari hanya beberapa jam saja bekerja sebagai tutor musik, tapi meski begitu kewajiban nya melayani suami tak pernah terlewat kan. Iskandar pergi kerja selalu di antar bahkan ia pulang selalu di sambut dengan senyuman lilis. Bahkan malam nya di beri pijitan serta cemilan buatan lilis.


Iskandar merasa bahagia dan tentram meski terkadang ada rasa janggal yang ia tak mengerti dari dalam hati nya.


Lilis bersikeras tak ingin mempekerjakan ART sebab ia ingin mendapatkan pahala dari melayani snang suami. Mencuci baju, menyetrika bahkan menyiapkan baju Iskandar semua nya disiapkan oleh lilis dengan ikhlas dan semangat.


Bahkan tiap hari Iskandar selalu mendapatkan pujian dengan bekal buatan lilis dan baju nya yang wangi serta licin karena lilis mencuci baju Iskandar serta menyetrika nya dengan sangat rapi.


"Lilis mau keluar nggak malam ini? "


"Tumben nanya? abang pasti ada mau nya kan? "


"Nggak, abang mau cari kado buat teman kantor, istri nya mau lahiran tapi abang nggak bisa pilihin sendiri kado nya, bingung mau cari apa"


Lilis dengan semangat pun berdiri...


"lis mau kemana? " Tanya Iskandar.


"Mau siap - siap lah! tadi ngajak pergi"


"Oh okee"


Setengah jam Iskandar menunggu lilis bersiap - siap dan saat lilis keluar kamar, Iskandar pun terpana dengan penampilan lilis.


Subhanallah ada bidadari... MasyaAllah sejak kapan aku nih mandang lilis dengan perasaan begitu?! sadar lah Iskandar kau tak pernah suka istri mu, kau hanya nafsu melihat wanita cantik jak!!


"Hello?! Abang?!! " Lilis memanggil - manggil Iskandar namun tak ada jawaban.


"eh? eh ape? "Iskandar terkejut.


" Abang nih kenapa? Lilis tau lilis cantik tapi nggak begitu juga dong mandangin nya! Masuk nyamuk tu mulut abang kalau di buka lebih lama"


Lilis menggoda Iskandar dan dengan cepat mulut Iskandar pun mengatup.


.

__ADS_1


.


.


Di Mall....


"Kita ke BabyStore aja ya" ucap Lilis.


"Iskandar hanya mengikuti lilis menarik nya ke sana ke mari"


Tanpa mereka sadari sejak tadi ada yang terus memperhatikan mereka dari luar toko.


"Sudah lah Sheil, artinya bukan jodoh mu tu"


"Kau nih kawan ku ke bukan sih? Kau paham nggak aku tu sakit hati? Iskandar selalu mencintai ku tapi sekarang dia malah mau punya anak dari wanita lain!!"


"Eh bukan wanita lain lah!! itu istri nya kan? wajar - wajar saja! Lagian sudah Sah, apa salah nya punya anak? tidak berdosa kan"


Sheila menatap teman nya dengan tatapan kesal.


"Sheil, Aku perduli padamu maka nya aku berkata begini, kau bisa cari lelaki lain yang lebih hebat dari Iskandar. Mungkin dia bukan jodoh mu, lagian yang ku tahu selama ini kau tidak mencintai Iskandar.... hati mu itu bukan cinta kepada Iskandar.... aku tahu hal itu"


Memang selama ini Sheila tak pernah mencintai Iskandar, tapi ia perduli pada pria itu meski rasa yang ia miliki tak sama seperti yang Iskandar berikan pada nya. Namun Sheila masih berat untuk melepaskan Iskandar apalagi melihat pria itu akan memiliki anak bersama wanita lain.


.


.


.


Di Baby Store...


"Selamat datang Bapak! Ibu! Ada yang bisa di bantu? "


Para karyawan toko menawarkan bantuan untuk memandu mereka mencari barang.


"Kami mau cari pakaian anak bayi" Ucap Lilis.

__ADS_1


"Untuk anak Bapak dan Ibu ya? Mari ikut saya"


Iskandar sedikit terkejut bahwa karyawan toko itu mengira baju tersebut untuk anak mereka. Lilis yang tahu reaksi Iskandar pun segera menggoda nya dengan berbisik.


"Dengar kan abang? Sudah saat nya kita menyempurnakan pernikahan kita, sudah tiga bulan lho.... apa abang masih mau membiarkan lilis tanpa disentuh abang? "


Meski mereka tidur di satu ranjang yang sama, Lilis tak pernah sedikitpun menerima hak dan memberikan hak nya kepada Iskandar karena Iskandar sendiri selalu menolak hal itu. Setiap malam dari mulai bergurau, menggoda maupun serius Iskandar selalu menolak lilis.


Hati lilis awal - awal nya sakit, merasa jadi istri yang tak diinginkan untuk di sentuh tapi lama - kelamaan lilis terbiasa. Ini lah resiko yang harus ia tanggung dengan menjadi Istri Iskandar.


"Kamu benar lilis... " Ucap Iskandar tiba - tiba.


Lilis tak mengira bahwa jawaban Iskandar ini malah membuat hati nya berdegup kencang. Lilis tak tahu apakah Iskandar benar - benar sudah menerima nya atau belum tapi satu hal yang pasti kedua nya semakin dekat dari yang mereka kira.


Lilis masih sibuk memilih baju dan Iskandar mendekati lilis tiba - tiba.


"Kita belum menyempurnakan pernikahan kita dengan benar, ini semua salah abang.... abang sedikit intropeksi diri"


Lilis melihat Iskandar dengan tatapan serius dan ia bisa melihat bahwa pria ini tak pernah berdusta dalam hidup nya.


"Apa sekarang abang sungguh bisa menerima lilis dan ingin menyempurnakan pernikahan kita? " Lilis takut mendengar jawaban dari Iskandar.


Jika kali ini abang menolak ku lagi... hati ku mungkin saja akan patah saat ini juga, aku juga seorang wanita yang menginginkan cinta dari suami meski tak pernah kuucap kan dengan baik.


"InsyaAllah Lilis, abang ingin berumahtangga dan membangun keluarga dengan lilis"


Berbunga - bunga nya hati lilis, ini lah yang selama ini ingin lilis dengar dari mulut suami nya. Rasa lelah nya selama ini seolah tiada arti nya lagi ia merasa bahagia.


"Apa abang tahu? Lilis selalu berdoa setiap hari agar abang bisa menerima lilis apa ada nya, lilis berdoa agar abang bisa membuka hati abang pada lilis. Semua karena Allah.... Allah mempertemukan kita dalam pernikahan yang selama ini tak pernah kita duga"


"Lilis benar... Abang selama ini selalu merasa bahwa semua nya beban, tapi dalam tiga bulan ini banyak sekali kesabaran yang lilis berikan pada abang terutama keikhlasan lilis menjaga abang, dan abang bisa melihat semua itu"


Kedua nya tersenyum dengan lembut, kebahagiaan yang belum pernah mereka rasakan menyelimuti hati mereka. Iskandar masih merasakan sesuatu dalam hati nya, tapi saat ini kebahagiaan dan kelembutan lilis lebih berarti dari apapun juga. Iskandar ingin membangun keluarga bersama lilis yang ia lihat telah sabar dan ikhlas bersama nya dalam waktu tiga bulan ini.


Iskandar banyak belajar hal baru dan mulai intropeksi diri agar menjadi suami yang lebih baik dan pengertian lagi kedepannya.


-bersambung-

__ADS_1


__ADS_2