AKU BIKIN KAMU CINTA YAA..!!

AKU BIKIN KAMU CINTA YAA..!!
Bab 09


__ADS_3

Tobey keluar kamar melangkah gontai ke kamar sebelah, kamar Lulu.


Di depan kamar ada beberapa barang yang menunggu untuk dipindahkan.


Melihat pintu yang terbuka, Tobey berdehem dan mengucapkan permisi.


"Jadi apa yang bisa aku bantu?" dia bertanya saat satu kakinya masuk ke ruangan.


"Sini masuk dulu.." jawab Lulu tanpa menoleh.


Baru saat itulah Tobey memperhatikan isi ruangan, yang ternyata ruangan milik Lulu lebih besar daripada kamar yang ditempatinya. Bahkan berbeda dengan kamar kost pada umumnya.


Kemudian pandangan Tobey berhenti pada sosok gadis yang sedari tadi mengatur beberapa barang dalam diam.


Deg


Senia..


"Senia.." tanpa sadar Tobey mengucapkan nama itu pelan.


Merasakan kehadiran seseorang dan mendengar namanya disebut, membuat Senia menoleh. Hanya untuk menemukan seorang pemuda dengan mulut sedikit terbuka dan terlihat linglung.


Senia hanya tersenyum dan mengangguk.


Tobey tersadar dengan wajah merah.


"Sungguh memalukan.." makinya dalam hati kepada diri sendiri.


"Selamat sore Senia.." pada akhirnya dia punya kekuatan untuk mengeluarkan kata kata.


"Sore Tobey.." Senia berdiri dan menjawab ucapan Tobey.


Lulu datang mengacaukan suasana, atau menyelamatkan situasi canggung.


"Baiklah Tobey, tetanggaku yang baik. Bantu kami memindahkan lemari ini" kata Lulu sambil menunjuk sebuah lemari besar.


"Baiklah serahkan padaku.." jawabnya pongah.


"Bagaimana bisa ruangan ini lebih besar dari kamarku?" tanyanya ketika berjalan ke arah lemari


"Kamar ini beserta bangunan ke samping kiri adalah bangunan baru.


Kamu bisa melihat perbedaan dari warna cat dan struktur bangunan


Ibu kost bilang ini baru selesai tiga bulan lalu, dibuat lebih besar untuk memenuhi kebutuhan pasangan suami istri atau keluarga kecil" terang Lulu panjang.


Tobey mengamati lebih dekat tentang ruangan ini. Pertama kali masuk dia mendapati ruang yang berfungsi untuk menerima tamu, tidak besar tapi cukup untuk santai dan mengobrol.


Cat tembok terlihat baru. Ada perabot yang sudah disediakan oleh pemilik sebagai bagian dari fasilitas.


"Sepertinya aku juga bisa betah di kamar ini" pikirnya dengan bodoh.


Kali ini dia melihat dapur mini di bagian belakang ruangan. Ada ventilasi dan jendela di atasnya.


"Tapi pasti lebih mahal ya?" tanya Tobey agak ragu. Bagaimana karyawan biasa bisa menyewa tempat seperti ini.


"Maka dari itu aku mengajak teman untuk berbagi kamar" jawab Lulu.

__ADS_1


"Ayo jangan hanya ngobrol, ini lemari yang harus dipindahkan" kata Lulu menegaskan.


"Siaapp boss ku.."


Jadi begitulah sore itu mereka bertiga sibuk dengan mengatur barang barang dan menata ruangan.


Lulu lebih banyak mengoceh seolah dia adalah radio. Dia sepertinya menikmati peran sebagai gadis cerewet.


Senia lebih banyak diam. Suasana masih canggung antara dia dan Tobey.


Sore itu Senia berpenampilan berbeda dengan saat bekerja. Dia tidak mengenakan kerudung.


Tobey hampir melihat dua orang yang berbeda. Senia cantik dengan caranya sendiri. Dia berbeda dengan Arivi.


Senia, di mata Tobey. Adalah gadis lembut yang harus dilindungi.


Matanya teduh pandangannya sayu dan lembut. Rambutnya hitam panjang dengan poni belah. Bulu matanya melengkung seperti milik boneka.


Bagaimana gadis seperti ini bisa tersesat di dunia? Bukankah seharusnya dia di surga?


"Baiklah sepertinya cukup.." kata Lulu ketika membawa minuman dingin untuk mereka bertiga.


Senia mengeluarkan sesuatu dari dalam kardus.


"Ini cemilan yang aku beli sebelumnya, maaf tidak banyak.." akhirnya dia bicara.


Mereka mengobrol di bagian depan ruangan.


"Bagaimana pekerjaan kamu Tobey?"


"Baik, berjalan lancar. Bagaimana dengan kalian?"


"Kenapa Senia memutuskan pindah ke sini?" Tobey bertanya sambil menatap Senia.


Yang ditanya bingung sebentar sebelum tersenyum dan hendak menjawab. Ketika suara Lulu jatuh.


"Karena aku yang mengajak kemari. Supaya ada teman yang saling menjaga"


Suasana diantara mereka mulai mencair.


"Jadi Tobey, malam ini kamu kemana? ini malam minggu lohh?" canda Lulu.


"Entahlah aku biasanya tidak kemana mana.." jawabnya lugas.


"Bagaimana kalau sebagai ucapan terima kasih kami, kamu ikut kami ke kafe. Itu tidak jauh dari sini, kita bisa jalan kaki ke sana". Saran Lulu


Tobey terlihat berpikir sebentar, dia menoleh untuk melihat Senia. Dan merasa yakin Senia setuju.


Dia pun mengangguk


"Baiklah kalau kau memaksa.." katanya seolah pasrah.


"Mmhh sok kamu.." kata Lulu sambil tertawa.


"Baiklah kita berangkat jam tujuh "


Tobey kembali ke kamarnya. Membuka aplikasi novel online, cek update terbaru dari penulis amatir. Belum ada perkembangan.

__ADS_1


"Penulis sampah.." omelnya.


Di sebuah rumah mewah


Seorang pria berwajah tegas sedang mendengar laporan dari bawahannya. Lalu telfonnya berdering.


Mendengus kesal dia mengangkat gawainya.


"Ada apa?" katanya dengan nada tegas yang mengintimidasi.


"Maaf tuan, anak buah saya melaporkan bahwa nona muda telah pindah ke tempat lain bersama seorang teman" suara di telfon terdengar gugup.


"Laki laki atau perempuan?" tanya sang tuan menuntut.


"Anu, soal ini.." pria diujung telfon gugup.


"Tidak berguna..!!


Selidiki dengan baik dan pastikan keselamatannya " perintah sang tuan dengan gusar. Langsung mematikan sambungan.


"Jadi bagaimana kelanjutan laporan keuangan perusahaan kita, Arman?"


"Baik tuan saya lanjutkan,


Bulan ini sektor keamanan dan jasa bagus, menyumbang seper tiga dari pemasukan perusahaan. Saham kita juga mengalami kenaikan.


Namun sektor ritel kita tertekan oleh ekspansi perusahaan saingan. Terutama Kusuma Grup". Lapor Arman secara rinci.


"Bagaimana mungkin orang payah Kusuma itu berani menginjakkan kaki di wilayahku?". Geram sang tuan sembari meremas pegangan kursi.


Tobey sudah siap untuk kencan. Dia memakai baju terbaiknya meski itu tidak banyak membantu penampakan. Itu hanya baju dari desa. Sepertinya dia harus belanja besar besaran setelah gajian.


Dia keluar kamar, melihat ke arah kiri pada kamar Lulu. Pintunya masih tertutup.


Ragu apakah harus mengetuk atau berteriak. Akhirnya dia hanya menunggu di depan kamar.


Ada tembok rendah di depan kamar yang bisa digunakan sebagai tempat duduk. Ada juga yang menggunakan untuk menaruh pot bunga.


Tobey duduk melamun untuk waktu yang tidak dia ketahui.


Beberapa waktu kemudian pintu terbuka.


Dua gadis cantik keluar. Melihat jam tangan, lalu menoleh untuk melihat Tobey yang hampir ketiduran.


"Maaf Tobey membuat kamu menunggu lama" Lulu membuka suara.


"Tidak kok, tidak..hanya.." Tobey menjawab sambil mengeluarkan HP dari saku.


"Setengah jam.." katanya dengan lemah pada akhirnya.


Dua gadis hampir tertawa melihat itu.


"Ya sudah yuk jalan, tidak usah buru buru. Ini malam yang panjang" kata Lulu membela diri.


Tobey memandang mereka berdua dan menemukan bahwa Senia terlihat cantik malam ini.


Dia mengenakan kerudung putih dengan garis garis hitam. Kemeja panjang biru putih yang dilipat sampai pergelangan tangan. Jam tangan mungil melengkapi. Dipadu celana hitam pekat yang sedikit ketat.

__ADS_1


Well malam kencan yang indah. Pikir Tobey.


Yang tidak diperhatikannya adalah ketika keluar kamar. Senyum Senia yang mengembang berubah menjadi ekspresi waspada.


__ADS_2