
"Darla" aku mendengar seseorang berbisik kepada ku. Aku sedikit terguncang sebelum akhirnya aku tertidur dalam keheningan.
"Darla!" Kali ini suaranya sedikit lebih keras.
Aku membuka mata perlahan, aku tidak melihat apa-apa. Saat itu gelap. Atau mungkin mata ku masih terpejam.
"Darlaa"!!! Suaranya terdengar seperti marah, dengan sekuat tenaga aku memcoba membuka mataku yang berat, aku paksa mataku untuk terbuka dengan membelalakkannya hingga berbentuk seperti piring.
"Darla," aku mendengar suara yang sama datang dari samping ku. Aku menoleh ke arah kiri ku.
Itu dia. Anna.
"Hei Anna, Apa yang kau lakukan di sini?" tanya ku sambil tersenyum kecil padanya, mata ku ingin sekali terpejam.
Dia menatap ku dengan tatapan tidak percaya.
"Apa mereka memukul kepalamu?"
"Apa?" Aku bertanya.
"Kami di culik!" Kata Anna lagi
"Tunggu, apa?!!!!!"
Aku melihat sekeliling, kejadian hari sebelumnya membanjiri kesadaranku, Aku berada di sebuah ruangan. Syukurlah setidaknya Anna bersamaku.
Ruangan itu besar dan gelap. Aku hampir tidak dapat melihat apapun. Aku dapat melihat sebuah tempat tidur di depanku dan jendela-jendela tertutup dengan tirai-tirai yang tersingkap.
"Di mana kita?" Aku bertanya dengan panik, aku menatap Anna yang tampak seperti akan menangis sebentar lagi.
"Aku tidak tahu," suaranya pecah pada kata terakhir.
__ADS_1
Aku mencoba mengangkat tanganku untuk melihat apakah dia menangis saat dia menundukkan kepalanya dan menjauh dariku, tetapi tanganku tidak bisa bergerak.
Baru kemudian aku menyadari bahwa aku diikat di kursi. Tangan ku diikat di belakangku ke kursi dan bahkan kakiku juga.
Aku tidak bebas bergerak, juga tidak bisa bergerak, aku tidak bisa bangun, aku tak bisa melakukan apapun!!!!.
"Maafkan aku, Anna. Ini semua salahku. Seharusnya aku tidak minum. Tapi dia memaksaku untuk minum!" Anna terlihat sangat menyesali perbuatannya, ia menundukkan wajahnya menangis.
Aku mengerutkan kening padanya. "Dia?? Siapa??"
"Teman Sera, aku tidak ingat namanya. Namanya Ariga atau Arga atau semacam itu," Anna memejamkan matanya rapat-rapat.
"Arga," gumamku. "Kita harus keluar dari sini." "Tapi bagaimana? Kita terikat di kursi ini dan aku hampir tidak bisa menggerakkan leherku!!"Oh Tuhan." Aku menghembuskan nafas.
Aku takut. Aku sangat takut. Benar-benar ketakutan. Tidak tahu siapa yang telah menculik kami. Tidak tahu mengapa kami diculik. Tidak tahu di mana kami berada. Aku tidak tahu apakah aku bisa keluar dari sini bersama Anna hidup-hidup. Aku tidak tahu apakah para penculik akan membunuh kami, meminta uang dari kami, atau memperkosa kami, aku tak ingin mati, kalau aku mati bagaimana dengan nyonya angel? Bagaimana dengan kuliahku? Bagaimana juga dengan pekerjaan paruh waktuku, oh tidak ,,tuhaaannn tolong panjangkan sedikit lagi umurku.
Aku bergulat dengan pikirannku yang entah kemana, aku merasa umurku sedikit lagi, aku merasakan rasa dingin yang menjalar di sekujur tubuhku, padahal ruangan itu terasa begitu hangat, entah apa karna diriku yang merasa terlalu cemas.
"Anna tenanglah. Kita akan keluar dari sini. Jangan berteriak atau mereka akan datang." Aku memenangkannya walaupun perasaannku tak kalah panik.
"Aku tidak peduli! Hei, kau penculik!" Dia berteriak lagi, memelototi pintu seolah-olah dia tahu bahwa penculiknya berada di luar ruangan. "Aku tidak ingin mati! Aku bukan pengecut sepertimu! Jangan ganggu kami! Kamu tidak bisa mendapatkan apapun dari kami!"
Anna sudah gila..
"Anna, diamlah!" kataku. Nafasku menjadi tersengal-sengal karena merasa jantungku berdetak kencang. Melihat ke arah pintu, kenapa aku merasa ada orang yang akan masuk sekarang?
Dan benar saja, aku mendengar langkah kaki seseorang di luar ruangan. Sepertinya semakin mendekat. Siallll!.
"Anna ,diammm! Aku akan membunuhmu jika para penculik itu masuk sekarang!"
"Lepaskan, dasar penculik bodoh, hei datanglah kalian para penculik bodoh". Teriakan anna menggema di ruangan besar yang hanya ber-isikan aku dengannya.
__ADS_1
"ANNA!!!. aku membelalakkan mataku padanya sebagai ancaman.
Dia menatapku, dia merasa bersalah karena berteriak seperti orang gila. Tapi itu sudah terlambat untuk merasa bersalah sekarang.
Aku mendengar gumaman pelan di luar pintu dan mataku membelalak, aku menatap Anna. Ekspresi yang sama terpampang di wajahnya.
Aku melihat kembali ke arah pintu dan gumaman itu mereda dan menjadi sangat sunyi sehingga aku bisa mendengar suara langkah kaki yang terdengar dari luar.
Kenop pintu berputar perlahan dan aku hampir pipis di celana. Ketegangan itu terlalu berat untuk diterima. Aku menelan ludah dengan keras meskipun tenggorokanku kering seperti gurun pasir. Aku belum makan apa-apa. Tapi aku tidak lapar, aku hanya haus dan aku belum minum air sejak keluar dari di pesta.
Tapi apakah itu benar-benar semalam? Atau berhari-hari? Entah sekarang hari apa. Aku mencoba berkonsentrasi pada orang asing yang membuka pintu perlahan-lahan.
Buka! Cepat! Ini bukan film horor.
Tiba-tiba aku merasakan perutku mual. Aku merasa seolah-olah akan muntah, aku merasakan pusing seolah-olah kepalaku terpental ke sekeliling ruangan.
Aku merasa penglihatanku kabur tetapi aku bisa melihat sesosok tubuh berjalan di dalam ruangan. Sesuatu yang berwarna merah muda mulai terlihat dan kelopak mataku terasa berat, Pandanganku mulai terlihat berbayang.
Sebelum aku bisa melihat penculik yang membuatku panik, sebelum aku bisa mengetahui apakah kami akan hidup atau tidak dan sebelum aku bisa melihat Anna untuk melihat apakah dia akan baik-baik saja, mataku tertutup tanpa sadar dan pingsan.
Bersambung..
.....
Hallo readers??✨
Kira-kira perempuan bergaun merah tadi siapa ya? Trus kalian ada yang tau ga alasan Darla dan Anna yang diculik? Dan apa yang akan di lakukan penculik itu pada darla dan anna?? Mereka mungkin diambil organ tubuhnya seperti mata? Ginjal? Lalu para penculik itu menjualnya dan membiarkan Darla dan Anna hidup tanpa penglihatan dan tanpa ginjal, wah kalau itu terlalu sadis dong iya. Haha ini novel romance thorrr bukan novel horor, kalian Kalau tau komen yaaa...
...
Menurut kalian alur ceritanya bagus ga? Kalo ada yang kata-kata yang tidak di mengerti komen ya ,jangan lupa kasih ulasan juga.
__ADS_1