
"Ayolah, aku ibumu. Kau bisa menceritakan apa yang terjadi," desak Ny. Daralyn, sambil mengusap-usap punggungku dengan lembut.
Aku menerawang mencari kata-kata sambil memeras otak untuk menemukan sesuatu yang cukup baik. Aku memang menyebalkan karena tetap melanjutkan rencana konyol ini. aku bisa saja mengatakan yang sejujurnya dan mencoba membuktikan bahwa aku tidak seperti yang dia pikirkan, aku bukanlah Daria yang ia cari. Tapi aku tidak bisa mengatakannya , aku takut akan reaksinya.
tidak peduli jika dia membuat hidupku seperti di neraka nanti, tapi aku hanya tidak ingin melihat wajahnya yang penuh dengan rasa sakit dan patah hati. aku tidak ingin melihat apakah dia akan menyerah untuk menemukan putrinya. Aku tahu aku telah membuatnya bahagia hari ini. Tapi untuk berapa lama? pada akhirnya ini akan segera berakhir . Ini hanya sementara.
Di tengah-tengah pikiran yang saling bertentangan ini, aku tidak terlalu memperhatikan bagaimana penampilanku di luar. Aku menyadari setelah ibuku berbicara, aku mungkin terlihat seperti anak gelandangan.
"Apa kamu baik-baik saja?" Suara Nyonya Daralyn sekali lagi membuyarkan lamunanku dan aku menatapnya,
"Y-ya," aku bersuara serak
Nyonya Daralyn terus mengusap punggungku dengan lembut, "Apa kamu siap untuk bercerita?"
Tidak, tidak, tidak, aku tidak bisa, aku tidak bisa melakukan ini. Apa yang akan aku katakan?
"Uh... aku baik-baik saja selama dua tahun ini," kataku perlahan. "Aku merasa sangat bersalah karena melarikan diri dari ibu dan ayah. Tapi itu adalah keputusan yang aku ambil cepat. Aku tidak memikirkan resiko yang akan terjadi. Um... kurasa aku terlalu larut dalam duniaku yang sempurna sehingga aku memilih untuk pergi ,"
aku berhenti sejenak, menganalisa reaksinya. Sejauh ini, dia terlihat seolah-olah dia percaya. Bagus.
"Tapi ternyata bertahan hidup itu sulit. Aku melarikan diri ke sebuah kota kecil di selatan dan untungnya tidak ada seorang pun yang mengenaliku. Aku mendapat pekerjaan di sebuah kafe . Aku bisa menabung dan mengurus diriku sendiri."
"Oh sayang, apa kamu tak memikirkan kita sama sekali? Tidakkah kamu berpikir betapa sedihnya kami melihat putri kami pergi?" Dia bertanya dan aku mendengar sedikit nada kemarahan dalam suaranya yang membuat nyaliku ciut.
"Aku mencarimu setiap hari. Ibu dan ayah sangat merindukanmu. semua orang mencoba meyakinkan ibu kalau kau pasti akan kembali."
"Awalnya sulit, tapi kemudian aku mencoba menjalani hidupku . Dengan terpaksa aku mencoba belajar untuk menghidupi diriku sendiri . Menjalani kehidupan yang berbeda dari yang selama ini aku jalani."
"Tapi bagaimana kamu bisa membaur? Bisa dibilang kami mencari di seluruh negeri , itu sedikit berlebihan. Tapi kamu tidak pernah ditemukan."
__ADS_1
"Ya ,aku mengubah penampilanku. Aku memotong rambutku, mengecatnya dan lainnya. Aku menyamar dengan cara itu."
"Dan di mana kau tinggal?"
"Aku menyewa sebuah apartemen kecil di dekat kafe. Dan um... Anna juga bekerja denganku di kafe, jadi kami menjadi teman baik,"
Sebenarnya aku tidak terang-terangan berbohong. Setengah dari apa yang aku dikatakan pada Ny. Daralyn adalah benar.
"Jadi... tidak ada yang menyadari siapa dirimu? Tidak ada yang mengenalimu?". Dia bertanya dengan tidak percaya
"Tidak, tidak ada yang menyadari bahwa itu adalah aku. Dan mengapa mereka harus mencariku? Mereka tidak akan menyangka jika tahu aku tinggal di sekitar sini, atau bekerja di kafe dan tinggal di apartemen kecil".
"Bahkan setelah berita tentang hilangnya kamu tersebar?"
"Ya, aku tidak bertemu dengan siapa pun yang mengenaliku. Sebagian besar orang di sana tidak terlalu mengikuti perkembangannya."
kalau begitu, aku juga cukup pandai berbohong di depanmu. Aku sangat menyesalinya Nyonya Daralyn. Aku bersumpah tidak bermaksud menyakiti atau merampokmu, aku tidak tahu mengapa aku melakukan ini. Tapi aku tidak bisa mundur di tengah jalan, jadi aku harap Anda bisa memaafkanku ketika Anda akhirnya mengetahui bahwa aku bukan putri Anda.
"Yah, itu cepat sekali. Sepertinya ini akan menjadi cerita yang panjang, yang akan memakan waktu seharian"
"Tidak, tidak. Hanya itu yang terjadi padaku selama dua tahun ini."
"Ibu senang kau kembali. Dan jangan coba-coba untuk melarikan diri lagi, nona muda. Karena entah bagaimana kami akan bisa menemukanmu lagi."
Aku terkekeh. "Aku tidak akan berpikir untuk
mencobanya lagi".
Kecuali, aku berbohong lagi karena aku berharap Anna akan segera menemukan rencana pelarian yang brilian dan kami akan keluar dari sini untuk selamanya.
__ADS_1
"Bagus." Dia berkata dan bangkit untuk pergi. "Aku mungkin harus meninggalkanmu untuk beristirahat," katanya, mengusap rambutku dan membelai pipiku, "Semoga lekas sembuh,"
Dan begitu saja dia bangkit dari tempat tidur dan berbalik untuk pergi setelah mencium keningku. Saat dia hendak keluar dari kamar, dia berbalik dan menatapku. "Bagaimana kakimu bisa sampai terkilir?"
Aku membuka mulutku untuk menjawab itu adalah ulah Devan yang menganggap kejadian yg dialamiku itu lucu karena berhasil membuatku jatuh tersungkur, tetapi bukan hanya membuatku jatuh , kakiku juga sampai terkilir!.
"Aku terpeleset di kamar mandi," jawabku aku tidak mengatakan yang sebenarnya.
"Oh, lain kali hati-hati ya." Katanya sebelum akhirnya dia meninggalkan kamarku
"Iya bu".
....
Setelah itu Anna datang ke kamarku, tepat ketika Nyonya Daralyn pergi.
Aku menceritakan kepada Anna tentang apa yang terjadi dan apa saja yang aku ceritakan pada wanita itu. Dia hanya mengangguk dan menyetujui bahwa itu adalah cerita yang bagus. Oh, rasa bersalah yang aku rasakan tak tertahankan. Rasanya seperti ada beban berat yang dijatuhkan ke pundakku, tidak tahu apa yang harus aku lakukan agar bisa meringankannya.
...
Aku berbaring di tempat tidur sepanjang hari, itu terasa menyebalkan. Terutama ketika aku hanya bisa bangun untuk buang air kecil atau buang air besar. Aku yakin pergelangan kakiku tidak akan sembuh dalam waktu dekat. Paling lambat tiga hari lagi. Tiga hari yang menakutkan, Apa yang akan aku lakukan selama ini? Hanya berbaring di tempat tidur? Aku pikir tidak.
Sepanjang hari yang aku lakukan hanyalah menonton film di layar datar yang sangat besar di kamarku. Anna datang mengunjungiku dua kali sehari tapi tidak lama karena dia mengatakan kepadaku bahwa dia sedang asyik bermain tenis dengan Yoga, seorang pembantu muda di dapur. Itu membuatku cemburu padanya. Aku juga ingin bersenang-senang dan pergi keluar. Tapi malah berbaring di tempat tidur, merawat pergelangan kakiku yang terkilir
Semua ini karena Devan. Si sampah itu bahkan tidak mengunjungiku sekali pun untuk sekedar menanyakan apakah aku baik-baik saja. aku cukup yakin dia berbohong ketika dia mengatakan, dia tidak bermaksud menyakitiku hingga membuatku harus beristirahat selama hampir lima hari.
...
Jangan lupa like yaaađź’—
__ADS_1