
Keesokan harinya semua di sudah siap bekerja selesai sarapan Bobby langsung pergi lebih dulu di ikuti oleh Deisy dan Tiara yang sudah ke kendaraan mereka masing masing
Sesampainya di kantor
Tiara yang sudah memarkirkan motornya di parkiran berbarengan dengan Deisy
Setelah. Mereka berada di lobby
Tiara yang sedang sibuk mencari handphone di dalam tasnya tiba tiba menabrak Julio Tiara yang hampir terjatuh langsung di tangkap oleh Julio
Sedangkan Deisy yang saat itu di belakang Tiara langsung merasa benci pada Tiara karna menurutnya suka cari perhatian
Seketika mata Julio dan Tiara bertemu dan jantung Julio yang suah berdarah sangat kencang
" Kamu Tidak apa apa ?" Kata Julio
" Saya tidak apa apa Tuan " kata Tiara yang langsung membenarkan posisinya
Di belakang Deisy dengan tatapan marahnya
" Awas aja lu, gue bakal balas lebih sakit dari ini " Deisy pergi dengan amarah
Setela seharian mereka bekerja saat jam pulang kerja selesai Jelita dan Tiara langsung ke kendaraan mereka masing masing
Setelah Tiara sampai di rumahnya
Tiara memasuki pintu utama di situ sudah ada Papa dan mama tirinya Tiara
Yang kini mereka sedang menoleh ke arah Tiara
Papanya menghampiri Tiara dan
Plaakkkkk( tamparan keras mendarat di pipi mulus Tiara
" Papa gak nyangka anak kebanggan papa bisa melakukan hal menjijikan seperti ini " kata Papa bobby dengan amarah
" Apa maksud papa ? " tanya Tiara yang memegang pipinya yang sakit
" Siapa anak yang ada dalam kandungan kamu itu Tiara " Tanya Bobby dengan amarah
maafkan Tiara pa, Tiara di jebak pa " jawab Tiara yang berlutut di bawah kaki papanya
" Dasar anak murahan, saya tidak punya anak murahan seperti kamu Tiara, pergi kamu dari rumah ini mulai saat ini saya tidak punya anak yang kotor seperti kamu " Bobby yang langsung menyeret Tiara sampai depan Pintu dan mendorong menjauh darimu
" pa maafin Tiara pa, tiara bisa jelasin sama papa maafin Tiara pa " Tiara yang menangis berlutut di depan papanya
Ketika itu Deisy datang
" Ada apa ini? " tanya Deisy bingung
__ADS_1
" Mulai sekarang kamu Tidak punya saudara lagi yang bernama Tiara, karna dia sudah mati " kata Bobby dengan wajahnya yang sudah memerah
" Ayo masuk Deisy, kamu gak boleh dekat dengan perempuan murahan Itu" Anggun yang menarik Deisy masuk
" pa maafin Tiara pa " tiara yang berteriak karena papanya sudah mengunci pintu rumah mereka
Tiara yang keluar dari gerbang rumah menoleh ke belakang melihat kenangan dengan orang tuanya ulang kini dia harus tinggalkan
Tiara yang kini berjalan tanpa arah tujuan, dia menangis sepanjang jalan karna nasibnya begini
" Kenapa ini harus terjadi padaku, kenapa " kata Tiara yang menghadap ke langit yang sedang turun hujan
Saat dia sudah sampai ke jembatan dia langsung berhenti
" Untuk apa lagi aku hidup jika sudah tidak ada orang yang menyayangi aku, ma aku ingin ikut mama, aku ingin di peluk mama. " kata Tiara yang sudah berada di atas jembatan sambil merentangkan tangannya
" Ma, papa udah gak sayang sama Tiara ma. Lebih baik Tiara ikut mama aja karna cuman mama yang sayang dengan Tulus sama Tiara " Tiara yang susah pasrah
Saat julio dan sang asisten sedang melewati jalan tersebut
" Tuan, itu bukannya Tiara wanita yang tuan maksud ya? " kata sang asisten
" iya bener itu tiara mau apa dia di sana, apa jangan jangan " Kata kata Julio terputus saat Tiara merentangkan tangannya
" Tuan cepat tolong nona Tiara, dia mau bunuh diri " ucap Sandy
" Selamat tinggal ,papa aku sayang papa " Tiara yang sudah menutup matanya dan mulai menjatuhkan dirinya namun ada tangan yang memegang perutnya sehingga dia terjatuh ke belakang
" kamu gila apa? Apa yang sudah ada di otak kamu hingga kamu ingin mengakhiri hidup kamu ha? " Julio dengan wajah yangbpenuh amarah
" Lepaskan saya, biarkan saya menyusul mama saya lepaskan " Tiara yabg histeris ingin melepaskan diri dari julio namun julio menahan Tiara dengan kuat
" Lepaskan saya " teriak Tiara dan seketika itu penglihatan Tiara kabur dan jatuh pingsan karna kedinginan
" Hei, bangun Tiara Bangun" Ucap Julio sambil menepuk pipi Tiara dengan pelan
Julio langsung mengangkat Tubuh Tiara dan memasuki ke dalam mobil
" Sandy kita ke rumah sakit sekarang " kata Julio yang susah panik
" Baik Tuan " Sandy langsung melajukan kendaraan menuju rumah sakit
Stelah menjalani pemeriksaan dokter keluar dari ruangan yang di tempatkan Tiara
Julio lngsung berdiri langsung menghampiri sang dokter
" Dok, gimana keadaannya dok " Kata Julio
" Selamat ya, istri bapak sedang mengandung dan usia kandungannya sudah 2 minggu lebih" kata Dokter sambil tersenyum le arah Julio
__ADS_1
julio langsung mematung mendengar kata kata dari dokter itu
" Apa dokter gak salah periksa? " Kata Julio yang syok dengan kenyataan yang ada
" Saya tidak salah Istri bapak memang sedang mengandung " ucap dokter
" Sekali lagi selamat ya bapak dan saya permisi dulu " kata dokter
Julio masih diam
Sedangkan Asistennya langsung menghampiri Julio.
" Jadi saya harus menikahinya , sial sial " kata Julio sambil menguasai wajahnya dengan kasar
" Maaf Tuan kenapa Tuan harus bertanggung jawab kan bukan Tuan ayah dari bayi yang di kandung oleh Nona Tiara Tuan "ucap Sandy
" Di memang anakku sandy, karna dia perempuan yang aku tiduri waktu itu saya sedang berada di club Glen " Jawab Julio dengan lemas
Julio langsung masuk ke kamar rawat Tiara
" kamu sudah siuman ternyata " ucap Julio dengan nada dingin
" Di mana saya " tanya Tiara dengan tatapan kosong
" Kamu ada di rumah sakit sekarang " jawab Julio
" Saya mau pulang sekarang " ical Tiara yang dengan cepat mencabut selang infus yabg ada di pergelangan tangannya
" Jangan, kamu lagi sakit, " ucap julio menghalangi..
" jangan halangi saya " Yang susah akan turun dari tempat tidur namun di halangi oleh Julio
" biarkan saya mati Tuan, jangan halangi saya " tiara yang sudah berdiri dan di tahan oleh julio sehingga Tiara semakin histeris
" Sandy panggil dokter cepat " Teriak Julio
" lepas saya mau pergi lepas, karna anak ini saya di usir oleh papa saya, pergi kamu, pergiiii " Tiara yang histeris sambil memukul mukul perutnya yang engan susah payah di tahan oleh Julio
" sandy di mana dokternya " Julio kembali berteriak pada asistennya
" Ada apa ini? " tanya Dokter
" Dokter, tolong dia ingin mengakhiri hidupnya " Kata Julio yang juga panik karna Tiara yang masih besikeras melepaskan diri dari Julio
" tahan dia saya akan suntikkan obat penenang " kata dokter
Saat susah di suntikkan obat penenang, Tiara tiba tiba langsung lemas dan pingsan
Julio langsung mengangkat tubuh Tiara ke atas tempat tidur san dokter segera menyuruh suster untuk memasangkan kembali infus ke tangan Tiara
__ADS_1