
Di ruangan VVIP handphone Julio bergetar dalam sakunya dan Julio yang menerima telepon dari seseorang langsung pamit keluar karena terlalu berisik dengan dentuman lagu yang terlalu keras di dalam
" Iya ada apa ? " kata Julio dengan nada dinginnya
" Maaf Tuan saya hanya ingin menyampaikan kalau lusa Tuan harus sudah mulai masuk kantor " Kata seseorang yang tidak adalah sang asisten Sandy
" Yasudah , kamu urus semuanya saja. " Kata Julio
" baik Tuan kalau begitu silahkan lanjutkan aktivitas Tuan. " kata asistennya
Saat julio menutup teleponnya dan ingin berbalik Julio tidak sengaja melihat ada seorang wanita yang memasukkan obat ke dalam minuman wanita yang membelakangi meja tersebut.
Yang tidak lain adalah Deisy yang memasukkan obat ke dalam minuman Tiara
Tiara yang sedang asyik melihat temannya di lantai dansa tidak sadar jika minumanya sudah di masukkan obat oleh saudara tirinya.
Tiara meminum minuman bersodannya sampai habis, dan kembali menonton teman nya yang asyik berjoget.
Tiba tiba dia merasa sesuatu yang tidak enak dengan tubuhnya Tiara mengibas ngibas tangannya di depan wajahnya, padahal suhu Ac di dalam Club tersebut tidaklah rendah.
Tiara mulai kepanasan dian juga mengusap tengkuknya karena perasaannya sudah tidak karuan, dan dia memutuskan untuk ke toilet tanpa memberitaukan kepada temannya
__ADS_1
Saat itu Deisy yang tidak lepas pengawasaannya pada Tiara langsung menyuruh Rico mengikuti kemana Tiara pergi, dan Julio yang melihat ada yang tidak beres langsung mecoba mengikuti agak jau di belakang mereka.
karna Julio sudah sering ke Club Temannya jadi dia tau kemana arah perginya perempuan Tadi
Deisy yang sedang berada di toilet langsung membasuh wajahnya agar supaya terasa fresh namun tidak terjadi tambahan apapun, Tiara langsung menyeka wajahnya dengan tisu dan keluar dari toilet.
Dia di kagetkan dengan Rico yang ada di depan toilet wanita
Sedangkan julio dia bersembunyi jauh dari jangkauan Rico
" Kamu kenapa Tiara ? " Kata Rico yang pura pura tidak tau
" Hmmm saya gak apa apa kok Pak Rico " kata tiara yang mengusap tengkuknya karena merasa tidak nyaman
" iya gak papa kok Pak Rico, saya ke dalam dulu yah. " pamit Tiara
Rico menahan tangan Tiara, dan tiara merasa sesuatu dan ingin lebih dari itu namun dia menahannya karna sentuhan dari seseorang, Tiara menggigit bibir bawahnya supaya dia bisa menahan hasratnya yang sudah naik ke kepalannya
" Gak usah di tahan Tiara, kamu pasti ingin di puaskan . " kata Rico yang sudah mendekatkan wajahnya ke wajah tiara
Dan Plaaakkk ( suara tamparan )
__ADS_1
" Jaga kelakuan bapak yah, kalau di area kantor saya menghormati bapak tapi ini di luar kantor jadi bapak jangan macam macam yah sama saya. " kata tiara yang sudah emosi namun masih menahan hasrat ingin di puaskan
Rico langsung mendorong tubuh tiara ke dinding toilet, tangan tiara sudah di naikan ke atas kepalanya dan mulai mencium leher tiara.
Tiara yang merasakan sesuatu yabg sangat nikmat namun dia tetap mempertahankan keinginannya karna dia tidak ingin terjadi sesuatu padanya.
" Lepaskan " Tiara yang memberontak
" Ayo ikut saya " kata rico yang menarik tangan Tiara untuk keluar dari club tersebut
" Lepaskan, jangan bawa saya " Kata Tiara yang sudah mulai menangis
Julio tetap mengikuti kemana mereka pergi karna penasaran dengan apa yang akan di lakukan laki laki itu
Rico membawa Tiara ke dalam mobilnya di bagian belakang dan melempar tiara ke kursi, Rico langsung menindih tiara menaikan tangan tiara di atas kepala.
" Sekarang kamu akan menjadi milikku " Rico yang tersenyum kemenangan
" Jangan lakukan itu pak, saya mohon " Kata Tiara yang sudah mengeluarkan air matanya
Rico yang mengabaikan ucapan Tiara mencium leher jenjang Tiara sehingga Tiara merasakan sesuatu yang ingin di tuntaskan karena obat pera**sang tersebut sudah mulai bekerja membuatnya jadi gila dan ingin di puaskan
__ADS_1
Eemmmm (tiara yang mend*sah )
Namun dia tetap memberontak Tiara menangis karena merasa jika dirinya sudah kotor kini dia tidak bisa berbuat apa apa lagi dia sudah pasrah dengan apa yang akan terjadi pada dirinya