
" Keadaan ibu baik baik saja cuman ibu Tiara harus banyak istirahat karena kandungan ibu Tiara memang sangat lemah. " Ucap dokter
" Makasih dokter " Ucap Tiara
" Kapan dia bisa pulang dok ? " Ucap Julio
" Kalau besok keadaan ibu Tiara semakin bagus maka sorenya dia bisa pulang " Ucap dokter
" Iya dok makasi " Ucap Julio
" Iya sama sama, kalau begitu saya permisi dulu " Ucap Doktet langsung melangkah keluar dari ruangan pasien
" Apa kau haus ? " Ucap Julio
Hanya di jawab dengan gelengan kepala
" Apa kau lapar? " Ucap Julio lagi
Hanya di jawab dengan anggukan
" Kenapa kamu irit sekali bicaranya? Apa kamu masih marah sama aku? " Ucap Julio
Sedangkan Tiara hanya diam tidak membuka suaranya
" Jawab Ra, aku gak mau kamu mendiami aku kayak gini. Apa salahku ra ? " Ucap Julio
__ADS_1
" Kamu pasti tau salah kamu apa, tapi kenapa dari awal kamu gak jujur sama aku, kenapa ? " Ucap Tiara dengan air mata yang sudah menetes
" aku minta maaf kalo memang kesalahanku ini memang parah, cuman aku saja memang sudah melupakan kejadian yang waktu itu jadi aku pikir kamu juga pasti akan memaafkan orang yang sudah pernah menjebak kamu. " Ucap Julio
" Bagaimana aku akan memaafkan orang yang menjebakku, sampai sampai aku kehilangan masa depan aku. Bagaimana aku bisa memaafkan dia saat aku masih ingin berkarir tapi semuanya harus terhenti kalau aku sudah seperti ini. " Ucap Tiara
" Maaf jika memang aku salah tidak memberi tahukan kebenaran " Uca Julio
Sesangkan Tiara hanya diam dalam tangisannya
" Aku mau Tidur, jangan ganggu aku " Ucap Tiara dan memunggungi Julio
" baiklah aku akan pergi membeli sarapan buat kamu " Ucap Julio dan berlalu dari tempat itu
Setelah 30 menit Julio kembali ke ruang Rawat Tiara
Tiara langsung terbangun dan langsung duduk karena sebenarnya Tiara juga merasa lapar
" Aku suapi yah " ucap Julio yang di balas dengan anggukan Tiara
Sementara Julio dan Tiara sedang sarapan ayah dan bunda Julio datang bersamaan dengan papa Bobby dan mama Anggun Juga Deisy
" Hallo sayang,, kamu sudah baikan? " Ucap Bunda Diana sambil memeluk Tiara
" Sudah ma, aku susah merasa lebih baik sekarang " Ucap Tiara
__ADS_1
" Oh yah, makan yang banyak yah supaya kamu cepat keluar dari rumah sakit " Ucap Bunda Diana
" Iya ma, kata Dokter kalau Keadaan Tiara sudah membaik Tiara sudah bisa di bawa pulang " ucap Julio
" Oke, Ayah sama Bunda Juga sebentarlagi akan ke bandara karna pesawat kita siang jadi kita mampir dulu sebelum ke bandara " Uca Ayah Danu
" iya Yah, Tiara ngerti kok. " Ucap Tiara sambil tersenyum
" Sayang kamu sudah baikan? " Ucap Papa Bobby
" Iya sudah kok " jawab Tiara singkat
" Ra, ini ada buah buat kamu mama tadi yang memilihnya " Ucap Deisy
" kenapa kamu kesini ? Keluar !! " ucap Tiara marah
" Ara, kenapa kamu begitu pada saudara dirimu nak ? " ucap Papa Bobby
" Papa masih nanya kenapa? Papa sudah dengar sendiri kalau aku tidak ingin Dia ada di sini. Karna dy aku seperti ini, karna dia " Ucap Tiara dengan emosi sambil menunjuk Deisy
" Sayang tenang lah, ingat apa kata dokter tadi " Ucap Julio sambil mengusap punggung Tiara
" Diam, aku sedang berurusan dengan Perempuan itu , dan kamu sekarang boleh pergi . Ucap Tiara pada deisy sambil menunjuk pintu keluar
" Ara, kamu jangan begitu biar bagaimanapun dia itu saudara tiri kamu . ucap Anggun yang sedang berakting dengan nada lembut
__ADS_1
" Kalau anda tidak suka dengan cara saya kamu juga keluar bersama anak kamu " Ucap Tiara pada anggun
Ayah Danu dan Bunda Diana melihat itu hanya memaklumi apa yang di rasakan oleh Tiara