
"yah hamil kayak seorang ibu biasa ya itu,lo tanya deh bunda lo kalau gak tau, lagian itu sama aja, lo kenapa nanya?" tanya bryen penuh selidik ke braga.
"aaahh... Gak papa, mana obat ya gue mau pergi." ucap braga yang enggan untuk cerita.
"sebentar gue ambil dulu" ucao bryen
setelah mengambil obat braga pun langsung pergi menuju mobil.dan melihat sang asisten penuh tajam
"kenapa si bos menatap ku seperti itu, ahhh sangat menakutkan seperti ingin di bunuh saja aku ini." batin sang asisten " hm bos ada apa bos menatap ku seperti itu, apa ada yang salah dengan ku" tanya asisten dengan penuh berani tanpa takut di bunuh.
"cepat cari wanita itu sekarang juga! " marah ya braga suara yang menggeleggar di dalam mobil. " bagaimana bisa kau tidak becus mencari wanita itu" ucap braga lagi
"maaf bos kami sudah mencari kemana-mana bos, tapi kurasa dia sudah lebih cepat bos" ucap sang asisten
__ADS_1
"cari lagi pokok nya hari ini harus ketemu! " ucao braga.
"baik bos"
Sang asisten pun melaju mobil nya dengan kecepatan tidak terlalu tinggi. Pada saat itu braga yang sedang melihat kearah kaca tidak sengaja menangkap wajah ya alea namun saat dia melihat ya lagi sudah tidak ada dia berpikir mungkin salah orang atau hanya halusinasi ya karna sudah sangat ingin bertemu alea.
" pokok nya kau harus ketemu malam ini juga, bagaimana pun itu anak ku. Aku harus menjaga ya." batin braga sambil diam dan menatap kaca
setelah sampai kantor pun braga ingin sekali cepat bertemu dengan nya yaitu alea dan terus mendesak sang asisten untuk cepat menemukan nya. Saat sang asisten sedang menerima telepon datang lah seoarang wanita cantik dengan pakaian terbuka namun perut ya sudah keliatan membesar ya dia adalah belina wanita yang tidur dengan pria tua waktu di hotel 308.
sang asisten yang melihat kedatangan mantan kekasih ya itu memilih diam dan pergi meninggalkan mereka berdua
"apa kau hamil. Kenapa perut mu seperti orang hamil?" tanya braga yang penasaran dengan manatan kekasih nya itu.
__ADS_1
"aahhh tidak bagaimana bisa aku hamil aku hanya mencintai mu. " ucap belina "dasar pria tua itu awas saja kau ini gara gara kau aku harus hamil anak menjijikan ini. Lihat saja aku akan aborsi anak ini" batin belina yang sangat kesal
"aku rasa kau kau hamil, coba periksa lah kedokter." ucap braga yang malas menanggapi mantan kekasih ya itu.
"aku sudah periksa kok dan aku tidak hamil. Apa ku tidak percaya." ucap belina
"sudah ada bukti kenapa lagi harus mengelak lebih baik cari lah pria yang meniduri mu untuk bertanggung jawab." ucap braga enteng
"braga aku hanya ingin tidur dengan mu dan hamil anak mu, apa kita tidak bisa memulai nya kembali?" ucap belina dengan nada sedih ya itu.
"seperti ya memang perlu ku bantu kau untuk mencari pria yang meniduri mu untuk bertanggung jawab atas kehamilan mu itu" ucap braga seakan akan tau semua nya
"braga apa yang kau katakan" ucap belina sambil berlari dan bersedih keluar dari perusahaan milik braga itu.
__ADS_1
"padahak aku hanya membantu nya tapi tanggapan ya sudah seperti itu, jelas sekali bahwa dia tengah hamil. " ucap braga sambil mengerjakan kembali perkerjaan nya.
Bersambung