
Pagi di jam 07.00
"pagi sayang" ucap braga yang melihat alea berada di dapur.
"kamu ngapain di dapur sayang. biarkan pembantu saja yang mengerjakan ya" ucap braga yang mendadak menjadi romantis.
"kesambet apaan ini, aneh sekali panggil sayang lagi haduhhh bikin jantunh ku berdetak lagi"batin alea yang pipi ya langsung merona "ahhh tidak apa apa mas ini udah biasa waktu di rumah pun aku melakukan ini" ucap alea berusaha tenang
"di rumah mu dengan disini beda sayang. Disini kamu itu ratu yang sedang hamil jadi tidak boleh melakukan itu, mengerti.!" ucap braga lembut membuat alea pipi ya makin merona di perlakukan bagai ratu.
"ehem hem" deheman dari belakang yang teryata orang tua braga.
"eeeh mamah ayah sudah bangun ya" ucap braga yang malu karna ketahuan sedang memegang tangan alea dan langsung dilepaskan oleh ya.
"romantis mah jangan sekarang nak tapi nunggu udah sah baru romantisan di kamar berdua" ucap sang ayah membuat ya semakin malu.
"apaan sih ayah ini udah ah aku mau ke kamar dulu" ucap braga yang pergi ke kamar dengan niat mengambil kertas perjanjian itu.
"dasar anak mu itu ayah. Sangat malu malu padahal hati ya senang tu sedang loncat loncat" ucap sang mamah
Alea yang mendengar itu pun langsung pipi ya panas dan merona berubah menjadi pink dan langsung meninggal kan kedua orang tua braga menuju meja makan.
" ya ampun mereka itu malu malu sekali liat lah alea yah karna sangat polos pipi ya sangat merah hihihi" ucap mamah sambil tertawa cekikikan
"lucu sekali mereka berdua mah. Seperti ya memang harus secepat nya mereka di nikahkan mah. Sekarang saja sudah pengang tangan apa lagi nanti" ucap sang ayah yang senyum senyum mereka pun menuju ruang makan untuk sarapan pagi.
"nak kamu kenapa kok pipi mu merah begitu" tanya mamah pura pura tidak tau karna senang mengerjai menantu ya itu.
"aaahh merah perasaan gak merah kok mah, biasa aja kok" ucap alea yang sangat malu.
Datang lah braga membawa surat perjanjian itu ke meja makan dan langsung di serah kan langsung pada alea.
__ADS_1
"apa ini mas?" tanya alea heran karna di beri kertas
"ini surat perjanjian kemarin yang kita tanda tangani. Maaf seharus nya aku tidak melakukan itu. Sekarang kamu boleh merobek ya di depan mamah dan ayah sekarang juga" ucap braga sambil menatap alea
Alea tidak mengerti sama sekali dia bingung harus bingung. Alea menatap sang mamah dan braga bergantian. "sudau robek saja nak anggap tidak terjadi apa apa. Ok" ucap sang mamah
Alea yang mengerti pun langsung merobek robek ya hingga habis. "sudah ko mas. Sudah duduk lah mari kita makan mas" ucap alea tenang
"mamah ayah aku minta maaf kalau aku sudah mengecewa kan mamah dan ayah dan ini memang murni kesalahan ku mah. Aku tidak ingat ajaran mamah dulu hingga aku bisa berbuat seperti itu" ucap braga sambil meminta maaf kepada sang mamah dan ayah
"tidak apa apa nak asal jangan diulang ya, dan perbaiki kesalahan yang sudah kamu buat ya. mamah selalu memaafkan mu nak kan ayah" ucap sang mamah dan di jawab anggukan oleh sang ayah
"oh iy nak untuk pernikahan kalian akan diadakan sederhana saja disini ya undang keluarga saja ya. Untuk pesta ya bisa kalian adakan di indonesia tapi setelah kamu melahirkan ya nak. Tidak apa apa kan nak" ucap sang ayah
"kalau aku terserah alea saja ayah bagaimana baik nya kan aku tinggal atur saja nanti" ucap braga
"tidak apa apa ayah sederhana saja sudah bagus tidak perlu pesta yah" ucap alea
"hm... Ya sudah kalau begitu nak pernikahan ya akan diadakan minggu depan nak. Ayah sudah menentukan tanggal bagus buat kalian." ucap ayah
"braga nanti kamu ke butik ya sama alea untuk cari baju ya mama nanti juga akan datang kalau perkerjaan mamah sudah selesai ya." ucap sang mamah
"iya mah. Kenapa gak suruh orang ya saja kesini mah. Biasa ya juga gitu" ucap braga
"kalau untuk pernikahan ya beda lah braga kamu yang harus kesana bersama calon mu mana bisa di suruh kesini. Ada ada saja kamu ni." ucap mamah
"baik lah mah nanti setelah meting selesai kami ke butik" ucap braga tiba tiba ia mendapat telpon saat melihat no yang tertera dia langsung berdiri dan menjauh dari mereka.
"mah kenapa braga setelah dapat telpon" ucap alea yang bingung.
"itu mungkin masalah perkerjaan nak. Memang pada saat makan tidak boleh terima telpon kalau mau terima telpon harus pergi dari meja makan." ucap sang mamah memberitahu peraturan di meja makan
__ADS_1
"oh gitu ya mah" ucap alea yang di jawab anggukan.
Disisi lain yaitu braga di ruang kerja menutup pintu lalu mengangkat telpon.
"bagaimana?" ucap braga
"kami mendapat kan ya bos. Kami sekarang menunuju markas kita bos" ucap seseorang dari sambungan telpon
"bawa dia kegudang dan kurung dia kalian harus mejaga ya jangan sampai dia lepas. kalau sampai lepas kalian yang kukasih makan ke buaya ku" ucap braga sedikit mengancam
"baik bos kami tak akan melepaskan ya bos. tapi bos mohon cepat karna dia terus memberontak bos" ucap yang di sebrang telepon
"saya akan datang secepat ya kalau kalian sudah mengurung ya" ucap braga.
"baik bos" ucap orang sebrang sana dan braga langsung mematikan sambungan telpon itu.
"akhirnya ketangkap juga kau pengkhianat, kau kira bisa lari dari ku. Lihat saja nanti berapa kali kau bisa meminta ampun"batin braga dan ia megepal kan tangan kanan ya erat.
Dia pun keluar dari ruang kerja dan langsung menuju kamar langsung mandi dan berganti pakaian setelah cukup rapi dia pergi keluar dan pamit kepada orang tua nya dan alea.
"mamah ayah aku pergi dulu. Kamu disini dulu ya nanti aku akan menelpon mu untuk memberitahu kamu datang ke butik sama mamah aku menyusul ya" ucap braga
"hati hati mas. Semangat kerja ya mas"ucap alea sedikit berteriak.
dalam perjalanan braga terus mengepal tangan ya dia membelah jalan secepat mungkin untuk datang ke markas ya karna ia penasran dengan pengkhianat itu setelah 30 menit di perjalanan akhirnya sampai juga di markas dan dia pun langsung turun dan menanyakan penjagaan markas itu. "apa mereka sudah datang?" tanya braga kepada penjaga markas
"sudah bos mereka datang 10 menit yang lalu silah kan masuk bos" ucap sang penjaga.
Braga langsung menuruni tangga dan mencari anak buah ya yang menagkap pengkhianat itu.
"bos" ucap serempak anak buah ya itu yang menjaga pengkhianat itu.
__ADS_1
"braga tolong maaf kan aku braga aku khilag bra. Semua diluar kendali aku tidak bermasud menghancurkan rencana mu, itu semua karna aku iri bra. Maaf kan aku bra. Lepaskan aku bra" ucap pria itu meminta ampun.
Bersambung