
"Bagaimana maksud mu nak, jadi keluarga mu tidak ada ada atau gimana" ucap sang papah yaitu papah ya braga
" iya masih ada pah namun.... " ucapan alea terhenti karna sangat takut
"namun kenapa nak"sambung sang mamah yang penasaran
"namun saya tidak ada di kartu keluarga lagi mah, mereka sudah sangat membenci saya mah nanti yang ada ayah sama mamah yang kena imbas lagi oleh mereka" ucap alea yang sedih.
"keterlaluan sekali orang tua kamu itu apa mereka tidak menyanyangi mu" ucap sang mamah. Sedikit kesal
"ya sudah kalau begitu, brrti nikah ya sederhana ya nak. Dan kamu walinya di wakilkan oleh pak penghulu ya biar ayah yang akan beresin semua ya. " ucap sang ayah
"yah undang keluarga kita aja gak usah banyak undangan. " ucap wisma
"iya udah gitu aja ya nak. skarang habis kan sarapan mu dan berangkat lah kerja sana" ucap sang ayah.
" iya ayah ini sedikit lagi ko" ucap wisma. Dia menghela nafas kasarnya beberapa kali.
"kamu cepat selesai. Habis ini kita ambil barang di kos mu." ucap wisma
__ADS_1
" iya." hanya itu tanggapan alea membuat wisma sedikit terkejut namun dia berusaha setenang mungkin agar tak kelihatan oleh sang mamah dan ayah
setelah selesai mereka pun langsung berangkat. Ya wisma memurut saja untuk membawa barang barang milik alea di dalam kos memasukan nya kedalam mobil.
"kenapa barang mu banyak sekali sih. Sudah ku bilang barang yang pnting saja lah. "ucap wisma yang kesal.
"in penting wisma. ini kan barang barang ku" ucap alea
"haaaa ya sudah terserah kamu" ucap wisma lgi
Mereka pun selesai juga beres beres. Alea langsung pamitan dengan ibu kos.
" iya nak makasih loh nak." ucap ibu kos.
Mereka pun berangkat menaiki mobil wisma.
wisma sebenarnya agak ragu namu ia berani kan umtuk bicara.
"alea... Bisa kita bicara empat mata" ucap wisma yang sedikit ragu.
__ADS_1
"Bicara saja" ucap alea
"kita bicara di cafe saja, tunggu bentar aku carikan cafe ya. " ucap wisma
Saat sampai mereka pun langsung turun dan berjalan layak ya sepasang kekasih.
"mamah, sama ayah marah tidak ya aku melakukan ini. Aah biarkan saja lah lagian hanya 100 hari untuk ku berusaha." batin wisma mencoba tenang. "kamu tanda tangani disini surat perjanjian kita." ucap wisma mengeluarkan kertas perjanjian yang ia siapkan semalam.
"perjanjian apa?" tanya alea yang sedikit bingung
"aku akan berusaha mencintai mu selama 100 hari namun jika aku tidak mencintai mu juga selama 100 hari kurasa cukup untuk aku pergi dari mu namun anak itu aku tetap bertanggung jawab" ucap wisma
"kamu yakin melakukan ini. Tapi jika ini yang terbaik maka aku akan lakukan sebaiknya selama menjadi istrimu. Baiklah aku akan tanda tangani ini semua" ucap alea yang sedikit kecewa karna pernikahan yang ia ingin kan harus kandas setelah 100 hari.
"kamu jangan bilang pada orang tua ku masalah ini biar aku saja yang akan mengatakan ya." ucap wisma
Mereka pun pergi setelah membayar pesanan mereka. Wisma melihat alea sangat sedih merasa bersalah namun bagaimana lagi ia hanya ingin mencoba yang terbaik.
Bersambung
__ADS_1