
Masih lanjutan bab sebelum ya
****
Setelah siska bertemu gery siang itu malam ya siska langsung di kabari bahwa ia di terima kerja disana tapi untuk penempatan ya tidak tau bagian apa.
jadi siska mau tidak mau harus terima dengan penempatan ya nanti tapi tidak sebagai office girl.
Flasback off
Siska pun berangkat kerja untuk hari pertama ya dia dengan gugup memasuki loby untuk bertanya tentang kerja ya kepada resepsionis
"mbak mau tanya saya siska yang hari ini di terima kerja disini mbak?" tanya siska
"ohhh kalau itu sekarang ikut saya kita keruang manejer ya mbak" ucap mbak resepsionis dan di jawab anggukan dan siska pun mengikuti langkah kedua kaki resepsionis itu menuju ruang manejer.
Saat tiba resepsionis itu mengetuk pintu terlebih dahulu.
Tok tok tok
"masuk" ucap pak manejer itu
mereka pun masuk ke ruang pak manejer itu dan siska langsung duduk. Resepsionis itu langsung pergi setelah mengantar kan siska.
"nama kamu siapa" ucap manejer itu yang bernama heri
"siska pak" ucap siska gugup
"siska ini tanda tangan dulu ya saya percaya kinerja kamu karna kamu direkomendasiin sama gery langsung dengan saya itu sebab ya sama terima kamu" ucap manejer heri yang masih terlihat muda
"iya pak makasih. Untuk penempatan kerja saya di mana ya pak?" tanya siska
__ADS_1
" oh kalau itu kamu saya kerja kan di bagian karyawan dulu ya saat ini nanti kalau kerja kamu bagus baru saya naik kan pangkat nya" ucap pak manejer heri membuat senyum siska hilang dan menjadi lesu karna rencana ya untuk menggoda sang bos perusahaan itu pun gagal sudah harapan nya untuk menjadi nyonya siska di perusahaan itu. Sungguh halu ya siska ini ya.
"tapi saya ingin ya posisi sekertaris bos perusahaan pak" ucap siska yang keinginan ya harus terpenuhi dan penuh harapan
"oh untuk bagian sekertaris bos itu tidak bisa karna bapak pemilik perusahaan sudah punya sekertaris sejak lama membuat dia tidak mau mengganti sekertaris" ucap pak manejer heri yang mematah kan harapan siska kembali
"hm baik lah pak saya mengerti" ucap siska yang mau tidak mau dia harus terima dan dia pun mendatangani surat kontrak itu setelah selesai dia langsung ke ruang kerja miliknya mulai berkerja sekarang.
Jam istirahat pun tiba
gery yang sedang makan di kantin didatangi oleh siska pun langsung diam lalu senyum
"boleh aku makan disini?" tanya siska pada gery
"oh iya boleh silahkan sis, duduk saja" ucap gery
" oh iy ger kenapa aku tidak kamu tempat kan sebagai sekertaris sih malah jadi karyawan biasa" ucap siska cemberut agar di kasihani oleh gery padahal gery tidak terlalu perduli kepada siska karna dia hanya niat membantu saja karna mereka berteman
" padahal kan aku mau ya di tempat kan sebagai sekertaris ger" ucap siska
"sudah terima saja di tempat kerja itu nanti kan naik jabatan juga kalau kinerja mu bagus" ucap gery
" hm... Ya sudah lah oh iya ger kamu pulang naik apa?" tanya siska karna dia ingin mendekati gery siska tau gery yang sebagai manejer banyak uang nya dan lagi tampan..
"naik mobil kenapa emang nya" ucap gery yang sudah was was kalau ada sesuatu yang siska mau
"aku boleh numpang ya antar aku pulang ya" ucap siska tanpa malu ya
"aku sibuk. tidak ada waktu buat antar kamu pulang sis" ucap gery yang malas menumpangi siska
"hm.. Ya sudah lah" siska kesal karna gery menolak nya mentah mentah lagi lagi harapan ya pun gagal untuk mendekati gery
__ADS_1
jam makan siang pun selesai hingga mereka kembli ke kantor lagi dan berkerja kembali
Saat siska kembali berkerja dia sangat lelah karna di suguhi oleh banyak nya kertas yang ada di depan mata dia rasa ya ingin tidur.
"kalau tau aku di tempat kan di sini mana mau aku kerja mending tidur sambil scroll tik tok huuu bikin capek aja" batin siska.
Sang ibu di rumah setelah membeli baju yang kemarin ditantang oleh tetangga tetangga ya pun langsung pamer kalau ia bisa membeli bcaju itu tidak lupa ia memamerkan emas yang baru ia beli sehingga membuat ibu ibu disana langsung melihat emas itu.
"ini asli bukan bu erumi " ucap ibu ibu itu.
"eehhh ini asli lah eh jangan pegang pegang tangan kalian kotor nanti banyak kuman di emas ku dasar orang kampungan main sentuh sentuh aja" ucap ibu erumi marah marah
"ya ampun bu erumi pelit sekali kan cuma lihat loh bu masa gak boleh sih" ucap ibu itu.
"ya lihat ya dari jauh nanti nafas kalian yang bau itu terkena emas ku ini bagaimana" ucap ibu erumi menunjuk emas itu.
"ya ampun bu rumi kalau cuma kena nafas kan tu emas gak bakal karatan bu kecuali kalau KW sih iya karatan" ucap ibu yang lain
"mana ada ini KW main fitnh aja ini asli ya emas asli kamu saja yang iri maka bilang ini KW " ucap ibu erumi
"iya ibu erumi ni kan cuma lihat saja pun gak boleh. Pelit" ucap ibu ibu bersorak.
ibu erumi yang di sorakin begitu pun langsung pergi tanpa permisi
"huuu dasar orang orang kampungan, emas asli gini di bilang kw bilang saja iri kalau saya bisa membeli emas sebagus ini" batin ibu erumi yang kesal terhadap ibu ibu di kampung yang tidak pernah kekota.
Ibu erumi melangkah kan kedua kaki menuju rumah untuk istirahat karna sudah lelah.
"enak tidur saja dari pada liatin orang iri terus kan capek jadi ya. Enak ya jadi ratu huuuu cuma kurang perawatan aja biar aku lebih muda sih " ucap ibu erumi setelah sampai rumah karna dia hidup enak setiap hari tanpa bingung cari uang itu susah. Bahkan anak nya saja sudah lelah padahal ini hari pertama kerja namun ia sudah lelah mengingat siska tidak pernah melakuka apa pun saat di rumah dan sekolah membuat sang ibu lupa pada siska dan ke asik kan pamer sedari pagi.
Bersambung
__ADS_1