
Uhuk uhuk...
"mas pelan hati hati kalau makan kurasa memang benar harus kusuapi kamu mas biar bisa pelan pelan makan nya" balas alea sedikit polos
"aaapan sih udah sana kamu makan punya kamu itu belum.di makan" jawab wisma yang merasa malu.
"hm... Iya sih mas ya sudah aku makan ya mas. Selamat makan mas" ucap alea sambil terseyum manis membuat jantung wisma berdegup kencang sekali dia tidak bisa menahan lagi akhirnya ia menyudahi makan nya.
"loh kok sudah mas?" bingung alea karna belum habis
"aku sudah kenyang makan lah kamu. Aku mau selesaikan kerjaan ku." ucap wisma
"iya mas. Semangat ya mas. Ucap alea yang menyemangati wisma. Wisma yang mendengar itu pun langsung semangat 45 saat menuju ruang kerja dan mulai berkerja.
__ADS_1
"hm.... enak ya. Jadi teringat bunda dulu sama bunda mau makan enak gini buat sendiri gk usah beli haaa enak ya orang kaya serba beli tanpa merasakan jadi kami manusia kecil. gak papa lah yang penting bisa menabung saja lah nanti kalau sudah banyak baru bisa beli apa pun." ucap alea dengan suara pelan namun ada yang mendengarkan pembeciraan itu.
"nak kamu masih makan?" tanya sang mamah
"aahhh iya bu ini masih makan" ucap alea sambil mengusap air mata yang menetes di wajah ya.
"kamu bersedih nak? Kenapa kamu menangis nak? Kamu itu sudah menjadi menantu kesayangan ibu jangan bersedih." ucap sang mamah
"iy ibu ini aku tidak bersedih" ucap alea sambil memeluk sang mamah
"makasih ibu" ucap alea dia benar merasa di sayang oleh mertua ya itu namun hanya sampai 100 hari sesuai prrjanjian itu.
Saat selesai makan ia membersihkan meja makan dan melihat sang mamah sedang duduk di sofa di depan televisi ia pun membawa minum untuk sang mamah.
__ADS_1
"ini mah minum dulu jus, tadi aku membuat ya." ucap alea sambil memberikan jus itu
"makasih nak. duduk sini nak mamah lagi nonton drakor kesukaan mamah ini" ucap sang mamah
"mamah ini sudah tidak muda lagi masih nonton drakor begitu wkwk" ucap alea
"haha jiwa muda mamah masih ada nak" ucap sang mamah yang sedang ketawa.
Mereka memang tidak sedarah tapi mereka sangat begitu dekat bagai seorang ibu dan anak. Walaupun baru ketemu sang mamah sudah sangat begitu dengan alea tidak memandang alea itu dari mana. Dari dulu sang mamah ingin mempunyai anak perempuan tapi tidak di karuniai oleh tuhan itu sebab ya tuhan mendatang kan menantu seperti alea untuk membahagia kan sang mamah di usia yang tidak muda lagi apa lagi akan ada seorang cucu yang akan memanggil ya nenek nanti ya. Mamah pun sangat bersyukur karna wisma akhirnya akan menikah juga dan akan langsung memberikan mereka cucu.
"mamah aku ingin bertanya boleh?" ucap alea
"iya kamu ingin bertanya apa nak? ini tentang wisma kah?" tanya mamah yang curiga ada sesuatu
__ADS_1
"mah sebenarnya kemarin aku mendatangani suatu surat dengan mas wisma tapi kata ya itu perjanjian 100 hari pernikahan maksud ya apa ya ma? Karna aku tidak mengerti aku langsung tanda tangan saja. Aku pikir itu pernikahan ku akan diadakan ke hari 100 gitu ma?" tanya alea yang sangat panjang.
Bersambung