
* Sorry ya teman teman untuk bab 18,19,20 itu ada kesalahan nama ya harus ya itu nama ya braga ya karna dari awal nama ya braga tapi di bab itu malah nama ya terganti jadi wisma. Maaf ya teman teman sekarang sudah terganti jadi braga lagi ya.*
****
"perjanjian apa nak?" mamah seperti budeg secara tiba tiba
"perjanjian pernikahan 100 hari mah." ucap alea mengulangi lagi
"100 hari" ucap mamah dan di jawab anggukan oleh alea
"memang keterlaluan itu anak bisa bisa ya dia membuat perjanjian seperti itu. Apa dia tidak memikirkan anak yang ada dalam perut alea " batin sang mamah. Dia tidak ingin marah di depan alea karna dia tidak ingin alea sakit hati akhirnya mamah pun mencoba tenang sebisa mungkin lalu." udah kamu tenang aja ya nak, tidak usah memikirkan hal itu. Biarkan saja masalah itu anggap kamu tidak tangani ya nak" ucap mamah sambil berdiri
"hm... Baik lah mah. Lalu mamah mau kemana ko berdiri?" tanya alea
"aaahh mau kekamar mau menemui ayah mu nak. Ucap mamah
"aaahhh baik lah mah." ucap alea
Mamah berjalan menyusuri ruangan dengan jalan yang di hentak hentakan menuju kekamar menemui sang suami
"ayah... Ayah..." ucap mamah
" ada apa sih mamah teriak begitu ayah dengar ko?" tanya sang suami
"ayah tau anak mu itu sungguh keterlaluan. " ucap sang mamah marah marah
"kenapa sih mah?" ucap sang suami
"braga itu sudah keterlaluan ayah berani berani ya dia membuat perjanjian dengan alea apa dia tidak memikirkan anak yang di kandung alea apa dia tidak mau anak darah daging ya. Memang sungguh kejam braga ayah." ucap sang mama yang langsung berbicara marah marah tanpa menjeda ucapan ya.
__ADS_1
"mama coba tenang dulu, tarik nafas dalam dalam lau buang. Terus cerita kan apa maksud mama perjanjian apa mah ayah tidak mengerti?" tanya sang suami lembut.
" hufff braga itu keterlaluan ayah dia sudah melakukan perjanjian 100 hari dengan alea ayah. Alea yang sangat polos dia tidak tau apa apa ayah dia juga mentandang tangani surat perjajian itu karna dia tidak tau ayah betapa keterlaluan anak mu itu ayah bagaimana bisa braga melakukan hal itu ayah." ucap sang mamah pelan namun masih marah
"braga melakukan perjanjian dengan alea mah. Sudah mamah tenang saja. Biar ayah yang bicara dengan braga mamah istirahat lah. Kita memang kecewa tapi kita harus memberi ya nasihat mah kalau yang dilakukan anak kita salah mah." ucap sang suami dan di jawab anggukan oleh sang istri lalu ayah pun berdiri ia pun melangkahkan kedua kaki menuju ruang kerja braga. Saat sampai ssang ayah tidak langsung mengetuk pintu namun ia berusaha tenang dulu agar tidak emosi nanti ya setelah sudah tenang baru ia megetuk pintu.
Tok tok tok
"nak boleh ayah masuk, ayah ingin bicara berdua?" tanya sang ayah takut mengganggu kesibukan sang anak.
"ohhh boleh ayah masuk lah. Duduk lah ayah " ucap braga
"apa kamu sibuk nak?" tanya sang ayah
"ahh tidak ayah, bicara saja jika ayah ingin bicara. Tidak masalah" ucap braga
"hm.. Nak apa kamu mencintai alea" ucap sang ayah
"nak jujur saja sama ayah nak. Ayah tau apa yang kamu sembunyikan dari ayah " ucap sang ayah tenang
"a...a apa maksud ayah. Memang ya apa yang ku sembunyikan dari ayah." ucap braga yang semakin gugup
"jadi kamu tidak mau bicara juga nak. Baik lah seperti ya memang ayah yang harus membuka ya." ucap ayah sambil menghela nafas kasar nya lalu "ayang ingin bertanya apa maksud mu membuat perjanjian 100 hari pernikahan dengan alea nak ?" tanya ayah
Braga yang di tanya hal itu pun gugup bagaimana bisa ayah ya tau soal itu.
"a ayah aku tidak ada maksud" ucap braga terhenti karna suara ya seperti tercekat di tengorokan nya
"nak apa kamu tidak kasihan pada alea atau kamu tidak kasihan pada anak mu darah daging mu sendiri nak, kamu mau mengorbankan anak mu hanya karna kamu tidak mencintai ibu ya nak yang melahir kan ya kelak nak. Alea sangat polos nak dia tidak tau apa apa jika kamu meninggal kan ya apa dia harus berjuang sendiri nak ." ucap ayah yang ingin menangis
__ADS_1
"bu bu bukan begitu ayah" ucap braga
"bukan begitu bagaimana braga coba jelaskan pada ayah bagaimana?" tanya sang ayah
Braga hanya diam seolah membisu dia tidak bisa menjawab lagi karna dia benar benar di buat bungkam oleh ayah nya.
"apa ayah dan mama mu mengajari mu seperti itu nak, mama dan ayah selalu memberitahu mu untuk menghargai wanita nak. Sekarang wanita itu hancur lalu kamu mau meninggalkan ya mana ada laki laki yang mau menikahkan nya jika ia sudah tidak perawan lagi nak. Bahkan orang tua ya saja tega membuang nya lalu kamu pun sama dengan orang tua ya yang tega ingin membuang ya haaaa.... Ayah tidak habis pikir jalan pemikiran mu itu nak. Kamu yang membuat dia hamil, karna kamu juga dia kehilangan perawan ya dan sekarang dia hanya bergantung pada orang yang sudah mengahimili ya nak." ucap sang ayah yang semakin sedih namun ayah menahan air mata ya
Braga hanya bisa diam sedari tadi dia merutuki kebodohan nya. Hanya karna dia tidak mencintai alea dia hanya punya pemikiran dia tidak memikirkan anak darah daging ya sendiri
"ayah sama mamah kecewa dengan mu sekarang terserah dengan mu tapi kamu jangan menyesali perbuatan mu itu ayah hanya memberitahu mu yang terbaik nak, ayah tidak mau kamu masuk ke jurang nak dengar itu baik baik" ucap ayah lalu berdiri dan melangkah kan kedua kaki keluar ruangan itu dia menuju kamar ingin menenang kan sang istri namun saat di lihat teryata sang istri sudah tidur akhirnya ayah pun ikut tidur di samping sang istri.
Di ruang kerja
aarrggg braga mengusap kepala ya dia merasa bersalah kepada orang tua ya. "arggg seharusnya aku tidak melakukan itu bagimana biaa aku bertindak sebodoh itu hanya karna aku tidak mencintai ya" ucap braga "sebaik nya aku selesaikan dulu perkerjaan ku ini karna sangat banyak nanti kalau sudah selesai aku akan bicara pada alea. Mamah dan ayah. Bagaimana pun aku memang salah" batin braga sambil berdiri dan mengerjakan perkerjaan ya kembali.
Jam 21.30 baru selesai perkerjaan braga dan dia ingin cepat meminta maaf pada alea dan saat ia keluar mencari alea dia terkejut melihat alea masih menonton tv di ruang tamu namun saat di lihat teryata alea sudah tertidur. "hufff baru juga ingin bicara teryata sudah tidur besok saja ku bicarakan ya kasian untuk membangun kan nya. kalau aku tidak mencintai nya namun aku herus tetap menjaga ya karna ini murni kesalahan ku di malam itu." batin braga lalu dia pun menggendong sampai kamar dan menidurkan ya lagi. "teryata cantik juga kalau dari dekat" batin braga sambil berdiri lalu ia pun menyelimuti alea dan menutup pintu kembali. Braga ke kamar ya dan membersih kan diri
Teryata dari tadi ada sepasang mata yang melihat braga yaitu mamah dan ayah nya
"ayah kurasa braga suda benar benar menyesali ya ayah" ucap sang mamah
"ayah rasa begitu dia menyesal semoga dia ada niatan untuk meminta maaf pada alea ya mah, kasian alea kalau harus di seperti itu kan apa lagi oleh anak kita sendiri rasa ya ayah telah gagal mendidik putra kita mah" ucap ayah sedih
"sudah ayah kita lihat saja besok bagaimana perubahan ya" ucap sang istri
"iya mah ayo kita kita masuk" ucap sang suami mereka pun kembali melangkah kan kedua kaki menuju kamar lagi dan kembali tidur.
Braga yang belum tidur teringat dengan alea.
__ADS_1
"seperti nya aku harus cepat menikahi ya agar tidak terjadi kesalahan lagi seperti tadi. Di mana ya kemarin aku menaruh kertas perjanjian itu?" ucao braga yang ingin mencari surat perjanjian itu. "perasaan aku taruh ditas" ucap ya sambil mencari di tas ya namun tidak ketemu tapi stelah mencari di laci lemari baru ketemu "nah ini dia ketemu hufff besok akan aku sobek saja di depan ya agar mamah sama ayah percaya" ucap ya lagi. Kemudian braga kembali ke kasur ya dan ia pun tertidur.
Bersambung