Aku Hamil

Aku Hamil
bab 27


__ADS_3

masih pov siska ya.


***


Sore ya siska pulang kerumah dengan keadaan bau keringat rambut acak acak kan dan lagi keadaan sangat capek.


"buuuu aku pulang" ucap siska


"ya ampun siska kamu kenapa. Kamu di siksa kah di kantor nak haaa?" ucap ibu erumi sangat kaget melihat keadaan anak nya


"aku sangat capek bu ini hari pertama ku kerja sudah secapek ini tapi gaji ya sedikit" ucap siska sambil sedih


"loh kamu kan kerja sebagai sekertaris masa capek sih nak" ucap ibu erumi yang tidak percaya


"siapa yang jadi sekertaris bu orang gak jadi ko bu malah jadi ya kerja sebagai karyawan bu yang gaji ya 3 jt bu" ucap siska


"apa.... tidak jadi ya ampun gimana sih siska ibu kan sudah pamer ke tetangga tetangga kalau kamu itu sekertaris yang ada malu ke tetangga mamah itu siska" ucap sang ibu erumi yang ingin pingsan


"apaan sih bu ya udah terima aja lagian udah tanda tangan kontrak mana bisa di batal kan lagi bu" ucap siska langsung berlalu ke kamar meninggal kan sang ibu erumi yang masih terdiam mematung


"dasar ibu bisa nya ngatur saja emang aku bos ya gitu" batin siska sambil masuk ke kamar mandi untuk menyegar kan badan nya yang sudah sangat bau dan lengket..


tiba tiba


"ibu kenapa diam begitu disitu" ucap sang ayah yang tiba tiba datang masuk rumah melihat ibu erumi diam mematung.


"loh ayah ko sudah pulang" ucap ibu erumi yang tidak lihat jam sudah pukul berapa


"ibu ini gimana ini udah hampir maghrib pun ya tentu saja ayah pulang" ucap sang ayah yang merasa heran kepada ibu erumi


"haaa masa sih ayah ini mau maghrib" ucap ibu erumi sambil melihat jam dan teryata benar hampir maghrib "ya ampun ayah aku ko bisa gini ya mana belum siapin sarapan lagi haduh yang ada malah pada nungguin makanan mateng" ucap ibu erumi dan ayah pun hanya bisa geleng geleng kepala ya

__ADS_1


" kalau begitu beli online saja bu ni uang ya dari pada siska nunggu lama, kasian dia baru pulang kerja" ucap sang ayah memberi kan uang 150ribu ke ibu erumi


"iya benar juga yah. Kalau begitu ibu pesan dulu ya yah sana mandi lah yah ini gak lama kok datang ya" ucap ibu erumi sambil mengambil hp yang ada di atas meja lalu ia mencari makanan untuk dipesan hanya menunggu 15 menit pun sampai dan langsung di sajika oleh ibu erumi


Siska pun turun melangkah kan kedua kaki menuruni tangga dan melihat makanan lengkap yang disajikan.


"ibu memasak semua ini aahhh enak ini pasti bu lihat nya aja udah enak bu" ucap siska melihat makanan


"ini ibu beli, tidak ada waktu lagi buat masak jadi ayah mu memberi uang untuk beli makanan" ucap ibu


"huuu pantas lah ini banyak bu gak kayak biasa ya teryata beli" ucap siska yang ingin mengambil makanan


"heeee biar nunggu ayah mu turun dulu siska nanti ayah mu marah lagi pada mu kan itu udah peraturan makan nak" ucap ibu erumi berbisik pada siska takut sang suami turun dan mendengar kan nya.


"iisshh ayah pun lama sekali turun sih sudah tau lapar ini" ucap siska setelah di bilang ibu erumi dia mendengar kan saja takut sang ayah marah lagi.


Ayah pun menuruni tangga dan melihat putri sambung ya dengan istri sedang menunggu ia turun. Ayah tersenyum melihat itu karna mereka mau menunggu sang ayah turun.


" sudah lama nunggu ya nak" tanya sang ayah pada siska


"gimana kerja mu nak?" tanya ayah


"hm... Biasa aja malah aku gak diterima bagian sekertaris yah padahal aku pengen ya bagian itu yah malah masuk karyawan biasa gaji ya 3 juta yah" ucap siska sambil menahan kesal


"sudah terima saja nanti kan kamu naik pangkat juga nak" ucap ayah.


"yah aku ingin mobil yah aku gak mau pesan taksi terus yah aku mau mobil sendiri yah" ucap siska


Sang ayah yang mendengar itu pun terkejut bagaimana ia dapat uang sebanyak itu untuk membeli mobil yang harga ya tidak begitu murah bahkan harga nya bisa mencapai ratusan juta uang yang begitu banyak.


"nak beli motor saja ya kan murah nak. Lagian bisa sampai juga ke kantor." ucap sang ayah sambil menghela nafas kasar nya dengan kuat. Lalu bicara lembut agar sang anak mengerti namun siska yang keras kepala pun tidak mau.

__ADS_1


"yah aku bisa kepanasan kalau naik motor dan lagi kalau hujan bisa basah aku yah. Lagian aku udah kerja kantoran ya malu aku yah naik motor" ucap siska marah mata dia seperti mau lepas dari tempat ya saking marah ya


"nak tapi ayah tidak punya uang sebanyak itu untuk membeli mobil nak beli motor saja ya nak kalau ada uang baru beli nak ya nak" ucap sang ayah


"ayah aku tidak mau motor aku mau ya mobil ayah. Gak bisa kah ayah membeli nya." ucap siska


"yah coba di usahain lah demi siska kasian dia jika harus capek buat ke kantor ayah" ucap ibu erumi memelas padahal ia sangat senang sang anak meminta beli mobil karna ia ingin sekali naik mobil


"baik lah ayah usahain tapi tidak sekarang. Ayah pasti belikan kamu tenang lah sekarang makan lagi ya" ucap sang ayah


"ayah janji ya" ucap siska yang merasa senang karna keinginan ya akan dikabul kan.


"teryata gini ya jadi anak satu satu nya pasti bebas mau minta apa aja bakal di kabulin memang aku ini sangat pinatar sedang kan alea sudah pergi entah kemana rasain tu kakak tiri lo sekarang pasti jadi pengemis" batin siska sambil senyum senyum dan kembali makan


"hufff uang dari mana coba ya allah bagaimana aku bisa melewati ini" batin sang ayah lalu ia pun pergi dari makan nya yang belum selesai.


Ibu dan anak itu tidak perduli jika sang ayah sudah pergi yang penting mereka hanya makan saja tanpa perduli sekitar nya.


Saat ayah sampai kamar dan menutup pintu siska pun melihat kalau tidak ada ayah lagi dan siska langsung senang.


"bu gimana akting ku bagus kan bu" ucap siska yang di ajungi jempol oleh sang ibu


"kamu benar hebat nak, ibu tidak menyangka otak mu pintar juga padahal ibu memang pengen mobil tapi ayah mu tidak mau membeli ya" ucap sang ibu erumi


"ibu sih kurang hebat akting ya" ucap siska


" iya nak kamu memang hebat" ucap ibu erumi mereka pun bersenang senang. Setelah itu mereka memberes kan meja makan.


Pagi tiba


Siska mendengar alarm dengan malas dia pun bangun dan langsung mandi untuk berangkat kerja.

__ADS_1


"bu aku berangkat dulu ya takut telat karna gak ada mobil" ucap siska menyindir sang ayah


Bersambung


__ADS_2