Aku Hamil

Aku Hamil
Bab 25


__ADS_3

" loh bi mana siska biasa ya dia sudah di meja apa dia masih di kamar tidur" ucap ibu erumi bingung sang ayah tetap turun tangga dan duduk di meja makan


"maaf bu tadi non siska bilang jika ia sudah berangkat dan sarapan di jalan bu" ucap pembantu itu


"loh emang dia mau kemana pagi pagi buta begini aneh" ucap sang ibu erumi


"saya tidak tau bu, tadi non siska tidak ada bilang dia hanya bilang pergi bu" ucap sang pembantu


"oh ya sudah siap kan makanan ya kalau begitu" ibu erumi


"baik bu" ucap pembantu itu segera mempersiap kan sarapan ya.


"ko tumben siska pergi pagi pagi buta begini ya?" ucap ibu erumi yang bingung


"sudah biar kan saja bu, paling dia pergi ke tempat teman nya dia kan sudah dewasa bu" ucap sang ayah


"iya juga sih yah, ya suda lah." ucap ibu erumi namun tiba tiba dia ingat dengan baju kemarin "yah ibu minta uang dong buat beli baju" ucap sang ibu erumi sambil menadahkan tangan ya tanda meminta uang seperti anak kecil saja


"kemarin kan sudah bu masa minta lagi sih, di hematin lah bu" ucap sang ayah


"isshh ayah ini yang kemarin mah kurang yah, cuma segitu saja pokok ya minta 500ribu aja yah cepat berikan" ucap ibu erumi memaksa sang suami


"baik lah nanti setelah makan ayah berikan" ucap sang ayah sebenar nya ia jenuh karna sang istri hanya bisa meminta uang terus setiap hari seperti tidak ada puas ya hingga uang warung pun ia korban kan untuk sang istri.


"ayah hari ini tidak kerja warung lagi tutup juga karna barang barang ya sudah pada habis dan harus beli lagi" ucap sang ayah


"oh ya suda kalau tidak kerja ya istirahat saja biar cepat ilang capek ya" ucap ibu erumi ketus


"hufff iya lah bu" ucap sang ayah dia mengehela nafas kasar nya ingin rasa ya dia marah tapi dia masih ingat sabar hingga dia memilih untuk makan dari pada marah marah pada sang istri

__ADS_1


Siska yang sedang di jalan pun sangat bahagia. Saat ini dia menaiki taksi untuk ke perusahaan GN teryata sudah banyak yang datang untuk melamar namun untung dia cepat datang kalau tidak dia mungkin tidak dapat no antrian dia mendapat no antrian 45. 1 jam lama nya menunggu antrian hingga nama siska pun di panggil


"siska no 45 silah kan masuk" ucap salah satu perkerja di sana


"iya" ucap siska ia sebenar sangat deg deg kan tangan ya sedikit gemetar karna ia tidak pernah melamar kerja di perusahaan besar.


Selama masa wawancara siska berkeringat dia hampir bingung namun teryata dia bisa menjawab semua pertanyaan itu hingga sukses dan selesai. Dia pun keluar dengan lega lalu pergi dengan senang karna dia tau kalau bos ya itu sangat ganteng dan masih sangat muda.


"haduuhh jadi bingung jawab wawancara ya gara gara liat bos ganteng itu, dia pasti liatin body ku ini" batin siska sambil senyum senyum sampai keluar dari perusahaan. Namun pada saat jalan menuju parkir dia bertabrakan dengan seorang pria.


"auuuhhh aduh gimana sih jalan" ucap siska


"maaf maaf saya ti tidak seng aja. Siska" pada saat pria itu melihat muka siska.


"gery" ucap siska


"iya ini gue, teman SMA lo masa lo lupa sih. " ucap gery "oh iya ini kartu nama ku di sini ada no ku kamu bisa hubungi aku nanti, aku lagi sibuk ya udah ya by" ucap gery sambil memberikan kartu nama milik nya.


Siska pun pulang dengan hati senang. Saat sampai rumah.


"kamu kenapa nak senyum senyum begitu?" tanya sang ibu erumi


"iiihh ibu ini aku sedang menang jeckpot besar bu makanya senang senang bu" ucap siska senang


"jackpot besar berarti banyak uang dong" ucap ibu erumi


"bu jackpot besar gak uang aja bu bisa yang, aaahh ibu ini uang saja bukan nya kemarin aku sudah suruh ibu minta ke ayah" ucap siska karna heran ibu ya suka sekali minta uang


"tidak cukup siska yang diberikan ayah" ucap ibu erumi

__ADS_1


"aaahh ya sudah lah bu terserah ibu" ucap siska sambil berjalan menuju kamar.


saat di kamar siska langsung mengchat pria yang bernama gery tadi. dia ingin mengajak gery ketemu besok dan mereka pun sudah janjian besok ketemu di cafe. siska yang di terima ajakan ya itu merasa senang hingga tertidur.


Pagi ya siska di bangun kan oleh alaram dan dia berangkat pagi pagi kembali dan berpamitan kepada sang bibi seperti kemarin. dia ingin memantau bos perusahaan ya itu dari pagi pagi dia berangkat. Saat sampai di depan perusahaan dia duduk di depan cafe menikmati suasana pagi sambil menunggu bos ya itu. Namun dia menunggu 2 jam lama ya bos perusahaan itu pu tak kunjung datang membuat dia kesal.


"kenapa udah 2 jam gini dia belum datang ya? Memang nya kalau perusahaan milik sendiri ya terserah dia mau datang kapan aja. Enak ya hidup jadi raja dan aku ratu ya" ucap siska sambil menyeduh minuman terakhir dan senyum senyum hingga ia melihat jam sudah waktu ya dia bertemu gery dan membayar minuman ya.


Siska pun menuju tempat yang sudah di janji kan kemarin.


"hai" ucap gery saat melihat siska datang.


"hai, maaf ya nunggu lama soal nya ada masalah di jalan" ucap siska yang padahal ia hanya jam 10 menit karna dia ada di cafe sebelah


"iya gak apa apa, lo mau pesan apa.?" tanya gery


"terserah lo aja deh" ucap siska


Mereka pun memesan minuman.


"hem lo apa kabar sis, udah lama gak dengar kabar lo semenjak nyokap lo nikah" ucap gery


"baik ko. Iya gue kan pindah ke kota setelah nyokap gue nikah" ucap siska "eehh kayak nya lo kerja di perusahaan GN ya" ucap siska lagi


"iya gue kerja disana sebagai manejer sih disana, kenapa emang nya?" tanya gery


"gue kemarin lamar kerja disana tapi belum tau bisa masuk apa enggak bisa gak lo rekomendasiin gue gitu di perusahaan itu?" ucap siska sedikit memohon


"entar deh gue coba masukin lo kesana ya" ucap gery

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2