
Mereka pun sampai RS ternama milik braga sendiri namun dia memilih jalan pintas agar tidak ada yang melihat mereka. Saat sampai ruangan kandungan hanya mereka berdua yang masuk. " selamat siang pak braga apa ini istri bapak yang ingin di cek kehamilan ya?" tanya sang dokter sambil menunggu jawaban braga namun tak kunjung di jawab.
"aaahh iya buk dokter dia suami saya, maaf ya dia terlalu kaku untuk bicara" jawab alea merasa malu.
"oh iya bu silahkan baring sini buk kita periksa ya detak jantung ya dulu" ucap sang dokter sambil mempersiapkan alat ya.
Dag dig dug dag dig dug itu lah suara jantung bayi yang ada dalam perut alea. Braga yang mendengar itu pun merasa terharu dia hanya diam sedari tadi sambil melihat.
"waaahh bu jantung ya sehat ya, mari kita lihat yang lain nya ya bu" ucap sang dokter sambil diarahkan alat kedokteran ya itu di atas perut alea. "seperti ya ini jenis kelamin nya akan laki laki namun belum pasti ya bu nanti di cek terus setiap bulan nya.semua ya sehat ya bu. Ini sudah masuk ke 13 minggu ya bu " ucap sang dokter.
" makasih ya dok" ucap alea dia tidak bisa berkata apa pun karna sangat senang megetahui bayi dalam perut ya sehat.
__ADS_1
" iy bu, apa ibu ada keluhan sakit atau apa?" tanya sang dokter.
" waktu awal kehamilan saya ada rasa mual dok tapi sekarang sudah tidak ada." ucap alea
"caelahhh bersyukur sekali dia tidak mual lagi karna mual ya sudah berpindah ke aku." batin braga sambil melihat alea
" oh iya bu sepertinya sudah ilang kalau begitu saya beri obat vitamin ya bu. di jaga kesehatan nya bu" jawab sang dokter.
" aaahh iya dokter makasih" ucap alea
"kita mau kemana pak braga" tanya alea yang bingung
__ADS_1
"kerumah orang tua saya, kita harus menikah demi anak ku. aku tidak mau ada yang kusembunyikan pada orang tua ku" ucap braga tenang namun tidak dengan alea yang mrrasa terkejut.
" apa kerumah orang tua bapak! harus nya bilang biar saya bisa berdandan dahulu" ucap alea yang merasa bingung
"jadi kau ingin berdandan bertemu orang tua ku?" tanya braga
"iya lah didepan orang tua harus cantik kan, aku tidak ingin direndah kan saja bawa aku ke pasar kita cari baju di situ" ucap alea namun sang asisten tidak ingin menuruti alea dia hanya diam saja.
braga yang mendengar itu pun langsung menyuruh sang asisten untuk laju aja kerumah orang tua dia tidak ingin kepikiran terus dengan masalah ya. Dia harus bisa menerima apa kata orang tua.
Saat sampai depan mansion milik orang tua braga. Alea merasa terkejut dengan rumah itu dia tidak pernah pergi ke rumah mewah seperti itu. "waahhh bagus sekali, apa ini rumah mu? berapa biaya ya membangun rumah ini? Waaahh indah sekali jadi ingin punya rumah seperti ini" ucap alea sambil melihat sekeliling rumah.
__ADS_1
"maaahhh. Pahhh. " ucap braga yang memanggil kedua orang tua ya
bersambung