Aku Harus Mencari Papa!

Aku Harus Mencari Papa!
Episode 1, Aku harus mencari Papa!


__ADS_3

Hallo Namaku Arief Iskandar, umur 7 tahun saat aku sedang mengotak atik laptop milik Mamaku, Mamaku punya laptop ada 2 salah satunya bekas buat mama buat bikin catatan biaya, dan lain-lain. Sedangkan baru buat aku main game, belajar di sana..


Laptop baru itu hari ulang tahun mamaku usia 22 saat itu umurku 6 tahun ya tahun lalu, hadiahnya oleh sahabatnya Mamaku, Tante Nia agar Mamaku tidak pusing soalnya laptop bekas kadang-kadang rusak namun Mamaku menolak tetap pakai laptop bekas untuk hemat, biaya perbaikan cuma beberapa jadi berikan untukku.


Oya Mamaku bernama Risa, umur 23 tahun masih muda ya, dia hamil usia 17 tahun. Hm.. Entahlah hehehe.. tapi kenapa aku tidak punya Papa? Setiap Aku bertanya pada Mamaku, Mamaku memutar balik bilang Papamu meninggal,


ada bilang Papa kerja jauh membuatku bingung namun lihat mamaku sedih, jadi aku terpaksa berhenti bertanya soal Papa jadi gitu satu lagi Mamaku memang cantik banyak paman menginginkan kadang-kadang mereka mau aku jadikan anak mereka, Mamaku menolak alasan demi aku demi aku? Hm.. Aku tidak mengerti pikiran Mama.


"Arief Sayang! Ayo sarapan gih!" seru Mama mengetuk di pintu kamarku, Aku masih mengotak atik laptop isinya ada soal-soal pelajaran SMP SMA, aku suka sekali memberikan jawaban sulit juga teka teki, bahkan aku jago hacker perusahaan hehehe.


"Ya Ma tunggu sebentar!" seruku, kemudian aku cepat-cepat menyelesaikan ini, Huffth akhirnya selesai aku langsung tutup laptop. Aku menurunkan dari kasurku.


Lalu aku merapikan pakaian, rambutku sedari tadi berantakan. aku buka pintu kamar, Mamaku di depan mataku,


"Arief, cepatlah yuk sarapan!" ucap Mamaku sambil mengelus rambutku, Aku tersenyum kemudian kami berdua menurunkan tangga dari atas,


Di ruang makan, Ada Tante Nia di sana sedang menunggu di sampingnya anaknya bernama Dessy, gadis baru remaja umur 12 tahun. Suaminya Nia pergi kerja ke seberang.


"Arief, Kamu ngapain di sana ayoo?" tanya Tante Nia,. Aku tersenyum saja jawab gini


"Ya pastilah mengotak atik laptop!"


"Ckck Anak ini sombong! Huh!" ucap Tante Nia mencubit rambutku di kepalaku,


"Huh, sakit Tan!" ucapku teriak


"Dasar!"


Mamaku dan Dessy menggeleng kepalanya, kemudian kami sarapan siang, Aku keluar sebentar dari rumah.


"Ma, aku pamit dulu!" ucapku sambil melambaikan tangan, sambil berlari


Sedangkan Dessy mampir ke rumah temannya kebetulan mengerjakan soal tugas, ada salah jadi mampir ke rumah temannya kebetulan tetangga juga, untung aku tahu soal itu aku jenius sih ngomong-ngomong aku merahasiakan soal diriku jenius otakku 180 IQ entahlah tapi pastinya takut orang-orang pasti mengincarku bahkan mamaku tidak tahu soal jeniusku jadi pura-pura seperti anak biasanya. Otakku benar-benar mungkin keturunan Papa ya?

__ADS_1


"Ya, boleh hati-hati Arief!" seru mamaku.


Ya, Di rumahku dekat kelautan, di sana para nelayan sedang sibuk bereskan pekerjaan karena cuacanya mulai sebentar lagi mendung, maklum kadang-kadang cuacanya cerah tapi para nelayan senang menyelesaikan pekerjaan mereka bisa menghasilkan uang setelah menangkap ikan dan lainnya.


"Hmmm, segarnya! lautnya bikin menyegarkan!" ucapku tersenyum.


Aku melihat ada burung-burung berterbangan memutari lingkaran, Bahkan ada anginnya membuatku sejuk.


"Haii Nak Arief!" tiba-tiba ada seorang menyapaku, Ya seorang itu lelaki itu namanya Yayang memang tampan, dia adalah anak kepala desa juga memiliki keutungan ketahanan di sini. Aku kurang suka dia, dia sering membawa gadis-gadis desa ini, tapi kenapa gadis-gadis desa ini buta? Pak Yayang mementingkan wajah cantik juga tubuh gadis. membuatku muak.


"Ya hallo ada apa pak?" ucapku malas menyapa ,


"Apa kabar ibumu? Ibumu cantik, aku benar-benar ingin menikahinya! Kamu harus jadi anakku!"


"Huh! Aku tidak Sudi!" ucapku Tidak terima kalau mendengar mamaku mulut dari Pak Yayang beginian jijik!.


"Jaga mulutmu! Toh ibumu pasti tidak punya pasangan! Aku pasti menikahi ibumu! Camkan itu! Oya satu lagi nanti aku sudah beritahu ayahku kalau aku menikah ibumu seminggu lagi sudah undangan sebar!"


"Apa katamu? seenaknya tanpa ijin dariku Bapak benar-benar keterlaluan!" ucapku kesal


ini membuatku makin kesal langsung menendang tititnya Pak Yayang,


"Hhkh!@@@!!'' teriak Pak Yayang


Aku marah, lalu pergi dari hadapan Pak Yayang, Aku benar-benar marah kenapa begini, kalau begini aku mencari Papa kandungku! Aku mencari informasi itu lewat internet! Namun ketika aku masuk ke rumah mendengar samar-samar suara pembicaraan Ada mamaku dan Tante Nia dari ruang tamu, aku sembunyi di balik pintu itu.


"Ria, kamu mendengar belum? Pak Yayang ingin menikahmu seminggu lagi!"


"Apa maksudmu? Aku tidak tahu tapi Aku tidak berniat pak Yayang itu! Aku tidak mau menikah! Benar-benar deh" seru Mamaku,


"Risa, harus gimana lagi kamu tidak ada pasangan Tapi di desa sini kamu tidak ada pasangan!"


"Tapi aku tidak Sudi!" ucap Mamaku kesal kenapa begini tiba-tiba Pak Yayang menginginkan tanpa ijin aku dan anakku? Dalam hati Mamaku

__ADS_1


"Risa, Kamu tahu siapa Ayah kandung Arief? Atau punya suami sebelumnya? Maaf pertanyaanku ini sensitif, aku harus gimana? Aku tidak bisa mengusir bahkan suamiku , suamiku cuma pekerja biasa, Karena Pak Yayang anak kepala desa ini!" ucap Nia tidak punya ide tidak bisa mengusir Pak Yayang itu.


Mamaku lemas, benar kata Nina dalam hati mamaku, Mamaku tiba-tiba menangis


"Nia, Aku harus gimana? Aku tidak tahu siapa ayah kandung Arief! Aku ... Aku hamil di luar, aku di usir dari keluargaku, aku.. Aku mungkin di jebak sahabatku dan kekasihku hiks.. Nia maaf aku .." ucap Mamaku terbata-bata.


Nia dan aku terkejut mendengar hal itu.


"Jadi kamu hamil di luar? Usia berapa itu?Tidak tahu siapa ayah kandung Arief?" tanya Nina terkejut mendengar tuturan kata-kata dari mamaku.


"Jadi Mamaku hamil di luar?" Dalam hatiku.


"Ya, Nia, Saat itu umurku 17 tahun" kata Mamaku terpaksa mengungkapkan rahasianya pada Nia, Mamaku tidak harus berbuat apa tapi mamaku yakin Nia orang di percayai setelah tinggal beberapa tahun di desa ini.


Tebakanku benar mamaku 17 tahun hamil


"Jadi begitu, pertama kali bertemu kamu, aku pikir kamu kabur dari suamimu, suamimu memukulimu ternyata... Maaf" ucap Nia, bersalah pada Mamaku.


"Ya, hari itu setelah aku di usir keluargaku, aku sendirian cuma membawa uang beberapa kemudian aku memanggil taksi, aku bingung harus pergi ke mana, aku malah ketiduran, supir taksi membangunkan aku, katanya mau pergi ke mana, aku bingung kemudian Supir teringat kampungnya menyarankan gimana desa itu? Supir taksi melihatku kasihan aku hamil masih kecil jadi supir membawaku di desa jadi begitulah.."


"Oh berarti Supir taksi bernama Pak Dodi membohongi itu menjaga imejmu ya, memang sih pak Dodi pernah tinggal di sini beberapa tahun lalu, aku kenal Pak dodi tapi Pak Dodi sekarang udah pindah supaya anaknya sehat jadi begitu makanya pak Dodi ingat kampungnya hm.. ngomong-ngomong waktu itu kamu masih kecil wajahmu imut Keke Kek" ucap Nia tertawa teringat Ria imut jadi nostalgia masa lalu.


Oya Tante Nia umurnya tiga tahun dari Mamaku. Mamaku tadinya memanggil Nia "kakak" namun Tante Nia menolak maunya panggil biasa saja.


Aku tersenyum di balik pintu itu, Tante Nia benar-benar orang yang mengandalkan, memberikan menghibur mamaku, Ah aku lupa Aku mencari informasi terkait Papaku, aku berlari menaiki tangga ke atas, kemudian masuk ke kamar, mengambil laptop informasi itu namun sayang sulit dapat, Tunggu sebentar mamaku lahir di Kota itu kan? artinya Papa.. Aku harus pergi mencari Papa! Nanti malam kebetulan ada kapal bisa menuju ke sana pinggiran dekat kota itu,


Aku siap-siap mengambil baju masukan ransel jangan lupa laptopku kemudian obat, sebagainya. Aku menuliskan note buat pamit untuk Mamaku.


Note :


"Maaf Ma, aku harus mencari Papa kandungku, Demi Mama agar pak Yayang tidak menikah mama! Aku harus ketemu Papa!"


Aku harus mencari Papa!

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2