
Benar-benar menjijikan! Jadi itu sebabnya!
Risa Menangis...
Risa bangkit dari berjongkok lalu ia mengusap air matanya dan ia kembali ke kelas dari ia sembunyi di tembok belakang taman, setelah ia mengetahui kebusukan sahabatnya dan kekasihnya bukan! —tepatnya mantan! batin Risa terisak.
Setelah masuk ke kelas, Risa diam sesaat ia melihat Jenny dan Gilang masuk ke kelas, seakan seolah terjadi apa pun,
"lha Risa! Selamat pagi! tumben kamu masuk pagi sih?" ucap Jenny menyamperin Risa. Risa tersenyum saja.
"Pagi, juga Jenny, ya aku bangun pagi wajar ada guru killer!" jawab Risa membalas
"Oh ya ya, kamu benar juga sih" Jenny menganggukkan kepalanya.
"Pagi Risa" seru Gilang juga ikut menyapa sambil melambaikan tangannya.
Risa ikut membalas melambaikan tangannya "Pagi, Gilang!" ucap Risa tersenyum, namun
dalam hati Risa sedih meskipun ia tahu kebusukan Gilang dan Jenny ini! Ia ingin tanya namun ia tidak bisa, namun ia melihat Gilang dan Jenny sedang tersenyum pada Risa seolah tidak terjadi apa pun, masih tenang.
"Huh! kalian seolah tidak terjadi apa pun! Namun kalian membuat Masa depanku hancur!" batin Risa sedih.
Beberapa jam Bel berbunyi di sekolah, tandanya mau Istirahat.
Risa tadinya ingin pergi ke kantin, namun entah mengapa Risa tidak selera meskipun tadi Jenny ingin mengajaknya namun Risa menolak karena Risa malas.
Risa pusing, apa ini? Rasanya aku kok pusing mataku mulai kunang-kunang?
Brukkk!
"Risaaaaa!" teriak teman sekelas tersisa baru saja mau mengambil dompet, teman sekelas kaget melihat Risa pingsan di tempatnya.
"Bangun! Risa! kak! tolong bantuin aku!" teriak teman sekelas tersisa pada kakak kelas lagi berjalan lewati di kelas tempat Risa dan teman sekelas.
Kakak kelas menoleh dari belakang dan ia melihat Risa pingsan bersama teman sekelas tersisa, maka ia membantu membopongnya
"Ayo kita ke UKS!" ucap kakak kelas,
"Baik kak!" ucap teman sekelas khawatir kondisi Risa perhatikan, lalu mereka keluar dari kelas menuju ke UKS sekolah.
"Ada apa ini?" tanya Dokter terkejut tiba-tiba seseorang muncul lagi membopong Risa bersama teman sekelas.
"Tolong Dok!" ucap Teman sekelas khawatir.
"Okeh! Tunggu sebentar, tolong membaringkan di sana!" titah dokter.
"Siap dok!" sahut Kakak kelas lalu membaringkan Risa di ranjang., Dokter memeriksa kondisi Risa.
di sisi lain, di kantin
Jenny, dan Gilang sedang makan siang, mereka berdua asyik makan bahkan mereka melupakan kehadiran Risa.
"Gil, gimana? Mau kan sama aku?" tanya Jenny menggoda pada Gilang.
Tentu saja Gilang menghela napas dan ia menganggukkan kepalanya.
"baiklah, tapi ingat tidak boleh kasih tahu Risa!" ucap Gilang.
"Hm.. Aku tidak melakukannya " ucap Jenny.
__ADS_1
"Apa maksudmu?'' tanya Gilang kaget
"Hm.. Kamu lupa! Kamu lah memberikan minuman itu pada Risa, membuat Risa capek, nanti kakak keduanya Risa pasti menyelidiki soal itu! Untung aku minta salah satu kenalanku menutup soal itu, apa kamu mau mengungkapkan bahwa kamu memberikan minuman membuat Risa capek?" ucap Jenny mengingatkan Gilang.
Deg! Gilang tidak pernah pikiran kalau kakak keduanya Risa menyelidiki soal itu tapi,
"Jenny cukup! bila Kakak Febri menyelidiki kasus itu, aku tidak masalah .."
"Huh! tapi kamu lupa! Bukannya kamu keluargamu meskipun kamu orang kaya gimana mengetahui itu mau saksi itu?" lanjut Jenny tersenyum evil.
Gilang kaget benar juga kata Jenny ia lupa ia punya keluarga apabila ia memberikan saksi membuat keluarganya malu juga nanti ayahnya mengusir Gilang dan nama coretan Gilang tentang pewarisnya, tentu saja ia tidak mau.
"baiklah aku setuju denganmu" Gilang menyerah.
Jenny tersenyum dengan senang.
Di UKS
"Gimana dok?" tanya teman sekelas. Dokter baru saja selesai memeriksa kondisi Risa namun dokter diam, ia kaget saat memeriksa kondisi Risa, ternyata Risa hamil? kenapa bisa? Dokter masih berpikir.
"Dok!" teriak teman sekelas membuat dokter membuyarkan melamun sambil menggaruk-garuk kepalanya.
"Itu.. Tolong beritahu orang tuanya ke sini! Aku tidak bisa menjelaskan tentang ini!" titah dokter UKS, membuat Teman sekelas dan kakak kelas terlihat bingung, namun mereka menuruti dokter saja, toh Risa sudah tidak apa-apa, yang penting mereka adalah hubungi keluarga Risa tidak lama kemudian kakak keduanya, Febri datang bersama Zara.
kakak keduanya, Febri kaget setelah di kasih tahu oleh dokter UKS.
Febri shock, kenapa bisa? Adikku Risa hamil sudah sebulan?! Dalam hati Febri, untungnya Zara mengelus lengan Febri.
Risa bangun, melihat kakaknya datang bersama calon kakak iparnya bersama dokter UKS, di mana Teman sekelas dan kakak kelas? Mereka berdua sudah kembali masing-masing di kelas saat bel berbunyi masuk.
"kakak" ucap Risa namun di lihatnya, Mimik Febri sedang masih shock namun,
Risa terkejut tiba-tiba kakaknya teriak begitu, apa yang terjadi? Aku punya salah? Dalam hati Risa.
Setelah memberikan izin pada kepala sekolah, Risa ikut pulang bersama kakaknya dan Zara, masuk dalam mobil.
Febri dan Zara diam, Risa terlihat bingung namun pikiran Risa mencoba positif semoga tidak terjadi apapun. Namun setelah sampai di rumah tiba-tiba Ayahnya menampar pipi Risa, membuat Risa sakit dan Ibu Risa melihat itu menangis.
"Kamu tidak tahu diri!" teriak Ayah Risa.
"Apa maksudmu ayah? Kakak?" tanya Risa terlihat bingung.
"Risa, sepertinya kamu hamil!" teriak Febri, tentu saja Risa kaget, ia menyadari bila haid tidak teratur berarti Aku hamil? Tidak mungkin?
"Risa, apa benar kamu di l*c*hk*n?" Tanya Febri lagi, Risa menganggukkan kepalanya
"Itu benar kak!"
"Lalu apa ini?" tanya Febri memperlihatkan video di ponsel milik Febri. karena flashdisk udah masuk laptop dan ponselnya.
Deg! Itu mungkin! Video di perlihatkan Risa masuk secara normal di kamar dan Lelaki itu masuk juga. Catet Jenny menemukannya setelah bantuan kenalan berhasil dapat video itu.
"Itu kak aku capek ingin tidur kak!" Risa menjelaskan pada Febri. Febri bingung
"tapi aneh sekali padahal video kamu sudah normal! Apa kamu khayal saja ah!" ucap Febri kesal.
"itu..." Risa tidak bisa berpikir apapun.
"Sudah, Feb.. Risa mulai hari ini kamu keluar! Aku mencoret namamu! Bila kamu aborsi tidak apa-apa! Ayah tidak perlu mencoret namamu" ucap Ayah Risa membuat Risa kaget kenapa ayah seperti itu,
__ADS_1
Tidak! Kasihan bayi tidak berdosa
"Tidak, Ayah! Kenapa tega bayi tidak berdosa!"
"Huh! Ayah tidak suka anakmu dengan lelaki tak kenal pasti miskin, ayah tidak mau itu!" ucap Ayah Risa setelah melihat video lelaki itu pakaian lelaki itu sederhana membuat Ayah Risa pikir hal itu, Ia Khawatir putrinya menikah dengan lelaki itu tidak membuat bahagia putrinya.
"Tidak mau! Ayah aku tidak peduli lelaki itu!, baiklah aku keluar!" ucap Risa terisak katapun melawan orang tuannya dan kemudian ia menuju ke kamar untuk mengambil baju-baju masukan di tas. Lalu ia bergegas keluar dari Rumah, Ibu Risa menangis, melihat itu, Zara menghiburnya sedangkan Ayah dan Kakak diam saja melihat Risa keluar dari rumah dalam hati ayah dan kakaknya tidak tega gimanapun tidak mau juga tidak ingin ada tetangga gosip.
Di balik itu, kejauhan Jenny tersenyum kemenangan melihat Risa keluar dari rumah
Jenny benci Risa memiliki yang jenny tidak punya, meskipun orang tua jenny kaya namun orang tua jenny menggelapkan uang itulah Ayah Risa mengetahui hingga orang tua jenny di penjara, Jenny membenci Risa untung ia tinggal di rumah pamannya. Pamannya juga sama hal seperti orang tua jenny namun paman lebih cerdas maka itu bisa menyembunyikan diri juga bantu balas dendam pada keluarga Risa tapi paman tidak melakukan itu, Jenny menyarankan itu biarkan anaknya, Risa menangguhkan membuat keluarga Risa malu.
Keluarga Jenny sama seperti keluarga Risa namun berbeda, keluarga Risa halal dengan uang bersih hingga jadikan keluarga Risa nomor 1 sedangkan keluarga jenny sering menggelapkan uang juga sering ilegal.
Risa menangis, saat itu ia duduk di halte. Ia melihat ada taksi di sana, Ia mencoba memanggil taksi jadi itulah Supir Pak Dodi yang menyarankan Risa di desa setelah ia mengetahui melihat perut Risa sedikit bulat.
Flashback End,
Nia menangis setelah mendengar cerita masa lalunya Risa mulut dari Risa, Risa ikut menangis, teringat hal tidak menyenangkan
"Maaf, Risa aku tidak enak padamu mendengar itu rasanya tidak menyenangkan'' ucap Nia.
"tidak apa-apa, Nia sekarang aku lega menjelaskan padamu, kamu sahabatku" kata Risa tersenyum rasanya lega.
"ada-ada saja kamu, memang benar aku sahabatmu tulus daripada jenny itu! Mengenai jenny itu membuatku ingin merobek mulut Jenny!" ucap Nia kesal ingin merobek mantan Sahabatnya Risa itu.
"Hahaha.. Tidak apa-apa , itu kan masa lalu!"
"Oya aku penasaran kenapa kamu tidak ingat wajah Lelaki itu?" tanya Nia penasaran.
"Ya mungkin tapi..." Risa tiba-tiba ingat saat itu wajahnya saat melakukan terlarang ia ingat samar-samar
"Risa!! Hoy!" ucap Nia membuyarkan Risa melamun.
Risa kaget, tentu ia ingat sekarang matanya itu namun lelaki itu kelihatan tampan, hanya samar-samar.
"Ada apa?" tanya Nia menyelidiki, Risa menggeleng kepalanya kenapa ingat samar-samar lelaki itu seperti itu? Dalam hati Risa.
...©©©©©©...
Pov's Arief
Esoknya hari, Pagi hari
Pinggiran kota, Kapal Ferrari berhenti di depan.
"Akhirnya sampai! Aku senang!" teriakku.
aku lega, untung paman gio menenangkan hatiku. Semenjak Ada insiden lautan amuk. Kini para penumpang menurun dari kapal, hanya tersisa penumpang nunggu ke pantai lain, aku ikut turun namun aku bersama paman gio dan menggandeng tangan paman gio, Kata Paman gio ada sepupu paman gio menjemput ku namanya Bibi Tani katanya sepupu Paman Gio, Bibi tani akan membantu aku mencari ayah kandungku.
Aku senang, kemudian Paman Gio menghubungi sepupunya lewat ponselnya bahwa kami sudah ke pinggiran kota. Ternyata sepupu paman gio menunggu kami.
Ketika di sana, aku bertemu Sepupu Paman Gio. Sepupu paman gio menyapa dengan ramah. Aku ikut melambaikan tanganku.
Bersambung...
__ADS_1