
Pikiran Profesor Zack tidak jernih, anak? anak? tidak mungkin! anak? Tunggu Apa gadis itu?
DI Malam hari
Profesor Zack Warren memandang menikmati pemandangan lewat di jendela, sambil teringat mahasiswanya bicara itu tidak mungkin, kemarin aku merasakan itu tapi ternyata tidak enak soal keponakanya wajar hubungan darah.
"Yo, kenapa kamu selalu menikmati pemandangan gak gunanya!" seru Pria berjas sambil duduk dan menggeleng kepalanya.
"Ya, tapi ini indah ada gunanya" ucap Zack
"dasar kamu Zack! Ngomong-ngomong ada apa kamu memanggilku?" tanya pria berjas
"Ada aku bicarakan dengan kamu, soal insiden tujuh tahun lalu"
Pria berjas kaget, "ah serius soal insiden itu? Astaga Zack! Kamu benar-benar deh padahal gadis itu tidak ada pasti wanita bayaran saja!"
"Justru ada, lagipula baru mahasiswaku cerita soal anak kecil mirip denganku"
"Apa katamu??!" Kata Pria berjas beranjak dari duduknya sambil melotot mendengar itu.
"Ya!" Zack menatap serius, Pria berjas menghela napas, dan duduk kembali
"Terus? Sudah konfirmasi?''
Zack Warren menggeleng, "belum, namun justru aku bingung"
"apa maksudmu? Ah karena kembarmu ya? Kamu malah minta kakak kembarmu pengganti ke acara itu! Bahkan namamu ganti astaga gila kamu!"
Zack Warren menyesal bersalah kakak kembarnya, saat ini masih koma di rumah sakit.
"tunggu kamu bilang mahasiswamu bilang ada anak kecil mirip denganmu artinya gadis itu masih ada!"
Zack terdiam, pria berjas menghela napas
"Zack, lebih baik kamu beritahu kakakmu soal anaknya dan gadis itu ada!"
"Kamu benar, baiklah aku beritahu kakakku" ucap Zack bangkit dari duduknya, "Oya kamu ikut?" lanjutnya
Pria berjas tentu saja menolak
Zack mengiyakan lalu melangkah meninggalkan dari ruangannya pergi ke rumah sakit.
Zack menderetkan pintu kamar pasien angka 108, di sana pasien tidur lama seolah mati suri.
"Kak, aku datang maaf ya aku malah minta itu soal insiden tujuh lalu, kak akhirnya titik menemukan anak kakak muncul tolong bangun kak ayolah!" Zack Warren sambil genggam tangannya dengan tangannya kakaknya masih tidur
Zack teringat hari itu, insiden tujuh tahun lalu ia minta kakaknya gantikan karena Zack ikut temannya melakukan band tapi insiden terjadi kakaknya di jebak malah melakukan menodai gadis anak orang, ketika bangun melihat gadis tidak ada malah menghilang kakaknya bersalah mau bertanggung jawab maka itu kakaknya mencari gadis itu sayangnya tidak buah hasil tapi kakaknya tidak pernah menyerah tapi orang tuanya ingin kakaknya harus bertunangan dengan Gadis kaya kakaknya tentu saja menolak akhirnya Zack terpaksa penggantinya awalnya Zack tidak suka sama tunangannya tetapi Zack mulai perlahan lahan jatuh cinta akhirnya berkencan sama tunangannya berbulan-bulan, akhirnya sebentar lagi sialnya saat itu Zack mau kejutan pada gadis kaya di apartemennya namun Zack menemukan aneh akhirnya mengetahui tunangannya malah bersama lelaki lain melakukan suami istri membuat Zack sakit hati sejak itu membuat Zack dingin namun tiga tahun kakaknya menemukan petunjuk, kakaknya senang namun hari itu Hujan deras kakaknya nekat naik mobil mencari petunjuk itu namun naas kakaknya mengalami kecelakaan dokter menyatakan bahwa kakaknya koma membuat keluarga menangis termasuk Zack terdiam matanya kosong menyesalinya.
"Kakak! Ayo bangun mahasiswa aku bilang melihat anak kecil mirip kita namun aku yakin anak itu makin mirip kakak! Bangun kakak!'' ucap Zack melas membangunkan kakaknya.
Kakaknya masih tidur lama, Zack menghela napas, tidak ada gunanya
__ADS_1
*Dalam mimpi*
"Apa ini? lalu ia melihat anak kecil bawa bola,
"Papa! Ayo main!" ucap anak kecil itu, Ia merasakan bahagia ikut saja anak kecil itu hingga beberapa jam membuat ia capek bersama anak kecil itu.
Namun anak kecil tersenyum sedih, "Papa! Tolong mama! tolong mama!"
Ia bingung, kenapa anak kecil itu minta tolong mamanya apa maksudnya?
"Pa bangun! Tolonglah mama!!!"
Tik.. Tik, membuat Zack kaget, dan melihat tangannya kakak bergerak, mata kakaknya perlahan-lahan mulai terbuka
"Kakak! Akhirnya! Tapi Aku harus panggil dokter!" ucap Zack langsung ambil memencet tombol.
Beberapa menit kemudian, Dokter datang bersama suster datang ke kamar 108,
"Tuan tolong keluar ya!" teriak dokter
Zack mengangguk, dan keluar dari kamar 108, namun Zack masih berdiri sambil mondar mandir di depan pintu kamar kakaknya, jadi was-was namun Zack ingin hubungi orang tuanya sayang tidak bisa harus memastikan kakaknya kondisi baik atau gak
Delapan menit pun, Dokter keluar dari kamar pasien 108, Zack bangkit dari duduknya awalnya sempat duduk empat menit lalu,
"Gimana kondisi kakakku?" tanya Zack
Dokter tersenyum, dan mengangguk
"Entahlah dokter, mungkin tadi aku bicara tentang anaknya"
"Anaknya? Maksudmu?" tanya dokter heran setahunya pasien itu belum menikah.
Zack tersenyum saja, "dok aku boleh masuk?"
Dokter tidak bertanya lagi, maklum privasi pasien dan dokter itu menyilakan.
Zack senang, akhirnya masuk ke kamar
Di sana kakaknya sudah bangun, kondisi baik setelah suster mau mencabut alatnya dan merapikan lalu keluar dari kamar pasien 108.
"Kakak, maaf ya!!" ucap Zack menangis terisak-isak. Kakaknya tersenyum walaupun kondisi baik namun tubuhnya masih lemah
"Tidak apa-apa Zack, ini sudah berapa aku tidur?" tanya kakak kembarnya.
"Sudah tiga tahun kak!"
"Oh sudah tiga tahun, terasa lama toh"' ucap Kakak kembarnya
"dan tapi aku bangun berkat mimpi itu"
"mimpi apa itu kak?" tanya Zack kaget pertama kali mendengar mimpi membuat kakak bangkit bangun dari komanya.
__ADS_1
"Mimpi itu, anak kecil memanggilku papa, dialah membuatku bangun"
"hah? Tunggu kakak! Kakak mendengar suaraku soal anak kecil itu?"
"ya aku mendengarnya tapi membuat mimpi kakak seperti itu"
Zack beroria, Kakak kembarnya bertanya lagi
"Zack, apa benar anak itu masih ada?"
"Ya, mahasiswa aku bilang begitu tapi belum konfirmasi!" ucap Zack.
"Aku harus menemuinya!" kata Kakak kembarnya ingin bangkit
"Tunggu, kak! kondisi kakak tidak bagus!"
"tapi, anak itu pasti minta tolong denganku!" kata Kakak kembarnya sedih mendengar anaknya minta tolong,
"Kak tunggu kondisi kamu pulih dan apalagi kaki belum sembuh harus rutin agar kaki kakak bisa jalan! lain kali nurut adikmu" ucap Zak kesal
Kakak kembarnya menurut, "baiklah aku menurutimu, Oya gimana kondisi perusahaan ku? Siapa pengganti aku saat aku koma?"
"Oh, soal itu tenang saja kan ada asisten kakak di andalkan John itu!"
"Oh baguslah, memang John memang di andalkan tapi gimana ahli hacker?" tanya kakak kembarnya, Zack menepuk jidatnya.
"Kondisi bagus, untung kakak punya dua asistennya toh! Aku malah cuma dosen saja ckckck"
Kakak kembarnya tersenyum, "dan gimana kabarnya sahabatku?"
"kabar sahabat kakak baik (pria berjas), dia bantu aku malah aku wakil perusahaan punya kakak aku capek tahu gak! Malahan mau sahabatan denganku lagi ah"
Kakak kembarnya terkekeh, "maaf ya! Membuatmu seperti itu, nanti kakak sembuh soal sahabat tidak masalah aku senang saja kita ini kembar"
"Nah gitu dong kak! benar juga ya ya" Zack kesal sambil menggebu-gebu.
Kakak kembarnya tertawa terkekeh-kekeh.
"Kalau begitu cepat sembuh, Jefford Alexavier Warren!" teriak Zack bangkit dari duduknya keluar dari kamar kakaknya
Kakak kembarnya tersenyum
...©©©©©...
Deg! Aku merasakan apa ini? Papa? Berarti sebentar lagi?
Di sisi lain, Risa merasakan sesuatu, apa itu?
"Risa, ada apa?" tanya Nia heran, mimik Risa berbeda.
Risa menggeleng kepalanya pada Nia, tapi namun kenapa merasakan itu, apa itu?
__ADS_1
Bersambung...