Aku Harus Mencari Papa!

Aku Harus Mencari Papa!
Episode 9, Sulit percaya


__ADS_3

"Pemandangan di sana indah kamu tidak mengerti apa pun''


pria berjas memutarkan bola matanya malas, ia malas tanggapi komentar sahabatnya dari mulut pria kacamata.


...©©©©©©...


Aku sedari tadi, aku masih sesenggukan, akhirnya bibi tani membuatkan jus buat aku


"Nak, jangan menangis, Arief jangan mengatakan pantaskah kamu bertemu papamu, bibi yakin papamu ingin bertemu kamu dan juga papamu pasti menyayangimu, bibi yakin papamu mencari mu dan ibumu selama tujuh tahun!"


"benarkah bibi? apa papa bahagia punya anak seperti aku? tapi aku tidak yakin bi, aku merasa mungkin saja papa mungkin menikah dengan orang lain seperti di katakan anak itu, aku .. aku tidak boleh menganggu papa, aku takut papa marah kalau aku ganggu, jadi Pantaskah aku bertemu papa? Aku tidak mau papa marah! Hiks.. Hiks" ucapku menangis,


"Arief!" Bibi langsung pelukan dengan aku sambil mengelus rambutku, bibi tani ikut menangis tidak tega aku masih ketakutan bila ada terjadi sambil menangis.


huhu.. Papa, pantaskah aku bertemu papa? Bolehkah papa? Ucapku dalam hati.


...©©©©©©...


Pulau R di desa tempat mama Arief, Risa


Risa menghela napas, saat ini Risa duduk di teras depan di rumah sambil minum hangat hari itu masih hujan namun ia teringat mimpi samar-samar lelaki itu, apa itu papa kandungnya Arief? tidak .. Tidak mungkin Risa menggeleng kepalanya.


"Yo! Kamu masih saja bengong dari tadi!" ucap Nia.


Risa menolehkan pandangannya, Nia baru pulang dari pasar, Nia sedang membawa belanjaan sambil payung tadi.


"Nia! Baru pulang ya! tumben ini masih hujan lho!" kata Risa menyindir Nia. Nia cemberut


"Kamu ini! Soalnya ada lauk yang aku incar biar tidak keburu abis! Makanya aku bangun pagi-pagi sekali, biar mengambil itu! Namun sialnya ada hujan! Untungnya aku bawa payung" ujar Nia.


"Oh begitu Nia, ngomong-ngomong Dessy anakmu ke mana?"


"Alah, anak itu paling cuma tidur doang! tidak mau bantu ibunya huh!" ucap Nia sebal teringat anaknya begitu, suaminya mengirimkan uang buat biaya hal-hal rumah tangga. Setiap weekend, suaminya pasti pulang di rumah


"Oya RIS, tolong bantu aku ya belanjaan aku bawa berat, aku mau ganti baju!"


"Okeh, aku bantu!"


Risa mengambil belanjaan di bawa Nia, ia masuk rumah nia kebetulan seberangan rumah Risa, tapi Nia lebih sering menginap rumah Risa karena tidak ada orang, Dessy sering keluar bersama temannya bahkan sibuk sekolah Dessy nya.


Setelah Risa menyelesaikan beres belanjaan taruh kulkas dan taruh biasa,


"Beres!" ucap Risa dalam hati.


Nia sehabis berganti baju, Ia keluar dari kamarnya, is langsung menghampiri Risa


"Maaf ya, nunggu lama, aku tidak enak malah merepotkan kamu! Tapi Aku terbantu"


"Tidak masalah Nia! Kita bersahabat walaupun beda umur!" ucap Risa terkekeh.


Nia ikut tertawa,


Beberapa jam hujan berhenti Sore, sekitar jam 15.00 wit

__ADS_1


Risa keluar dari rumah, ia ingin menyejukkan hati menyegarkan, Ia melihat pemandangan indah bahkan di laut benar-benar hati Risa bahagianya.


Sedangkan Nia masih ada urusan, anaknya baru bangun, pamit ke Nia karena ada di beritahu temannya lewat ponsel harus ikut kelompok belajar sebentar lagi mau lulus.


"Senangnya, indah sekali pantas aku betah di sini! Ngomong-ngomong gimana kabarnya arief? apa dia baik-baik saja? Apa dia bisa bertemu papanya? Huff, Arief melakukan itu demi aku ya! Maafkan mama ya membuatmu ingin bertemu papamu bukan angkat melainkan kandung, maafkan mama ya! mama tidak tahu siapa papamu" ucap Risa melongo.


Tiba-tiba Pak Yayang menghampiri Risa, membuat Risa kaget tapi Risa risih pada pak Yayang itu.


"Sayang ku Risa, apa kabar?" ucap Pak Yayang membuat Risa merinding, risih sama pak Yayang itu, bahkan pak Yayang malah bikin undangan pernikahan antara ia dan pak yayang tanpa ijin dari Risa, Pak Yayang melakukan hal segalanya ingin Risa jadi miliknya karena pak yayang anak kepala desa punya kekuasaan itu makanya semua orang di desa tidak bisa melawan.


"kabarku baik pak!" kata Risa ketus.


"kok kamu ketus sama aku sayangku apa itu soal perijinan ya? maaf ya aku melakukan itu tanpa ijin dari kamu" ucap pak yayang genit.


Risa risih, namun beberapa menit Pak Yayang ingin pegangan lengan Risa, membuat Risa mengepalkan tangannya pak Yayang


"Kamu!!'' Pak Yayang marah


"Pak, jangan dekat-dekat! perlu kamu tahu ya! Aku tidak mau menikah dengan bapak dan aku tidak mencintai bapak mengerti kan!'' teriak Risa marah.


"Hahaha! tapi aku mencintaimu tapi ya kamu menolak aku berkali-kali aku senang kamu jadikan milikku! Lagipula kamu tidak punya pasangan kan? Mana suamimu? Aku sudah menyidiknya soal dirimu, aku yakin kamu hamil di luar jadi tidak punya suami betulkan?"


Deg! Pak yayang tahu aku? Tapi Dari mana? ucap Risa dalam hati.


Pak yayang senang sekali melihat reaksi Risa masih shock, dan ia berkata


"Perlu tahu kamu lupa! Aku anak kepala desa di sini! Aku bisa membayar dengan uang soal selidiki soal dirimu! Aku senang akhirnya kamu tidak punya pasangan toh kamu hamil di luar kan? Juga di usir keluargamu kan? Keluargamu Iskandar kan? Tapi aku senang keluarga kamu sudah membuang kamu karena mencoreng nama Iskandar kan?" ucap Pak yayang percaya diri,


jadi pak yayang cuma dapat penyelidik soal keluarga Risa dan Risa hamil di luar


Risa tentu saja kaget, Sulit percaya pak yayang mendapatkan itu namun ia merasa pak yayang tidak tahu soal nama mantan sahabatku dan matan kekasihku membuat aku begitu mungkin kah mantan sahabat dan mantan kekasih sengaja menutupi seluruh bukti jadi nama orang begitu kah? Apa karena mereka berdua kaya? dalam hati Risa.


"Gimana? puas kan? Sepertinya kamu tidak tahu siapa menghamili kamu tapi perlu tahu Aku mencintaimu lho! Untung kamu single parent anakmu jadikan anakku tapi aku ingin punya anak dari kamu, aku tidak masalah kamu tidak suci Oya sebentar lagi tujuh hari kita menikah!" ucap pak yayang senang langsung mencium pipi Risa membuat Risa kaget, sambil menghindari dari pak yayang itu


Risa jijik sama pak yayang tiba-tiba begitu,


pak yayang tersenyum puas, senang mencium pipi Risa terasa lembut.


"Dah, sayangku sampai jumpa tujuh hari lagi kita menikah!" ucap pak yayang sambil mengibaskan ciuman terbang,


Risa jijik melihat itu, benar-benar dah! Risa ingin mengutuk pak yayang itu. Namun ia tidak bisa berbuat apa-apa, Risa menangis sulit percaya sebentar lagi itu oh tidak!


sekitar pukul 17.00


Nia pulang setelah selesai urusannya. Nia masuk di rumah Risa, Risa duduk di tamu menangis


"Risa! Kamu kenapa? Kenapa kamu menangis?"


"Nia! Hiks .. Hiks.. Apa aku harus lakukan?" tanya Risa menangis bingung frustasi kenapa begini?


"Risa.." Nia bingung kenapa Risa begini


Risa terisak kemudian ia menceritakan tentang tadi siang, membuat Nia kaget

__ADS_1


Namun ...


Tiba-tiba, ada mengetuk pintu di rumah Risa.


"Assalamualaikum" ucap tamu, ternyata Farhan inilah pernah melamar Risa itu dan istri barunya Farhan ingin bertamu untuk silaturahmi datang dari jauh, setelah di tolak Risa, Farhan pergi bekerja jauh menghilangkan sakit hati perlahan-lahan sembuh, saat itu ia bertemu dengan perempuan di tempat Farhan kerja, perempuan itu mengisi hati yaitu istri barunya, akhirnya melamar dan menikah atas restui dari orang tua mereka, Farhan ingin mengundang Risa sayang Risa tidak tahu mengira kertas begitu lah.


Farhan tidak ingin istri barunya untung Farhan jujur pada istri barunya. istri barunya menerima apa adanya, dan istri barunya ingin berkenalan sama Risa ingin tahu seperti apa Risa itu. Farhan tentu saja mau tidak apa-apa hanya silaturahmi.


"Wailaikum salam" ucap Nia membuka pintu di depan rumah Risa. "Oh Farhan apa kabar? Ini istrimu?"


"Ya, apa kabar? Ngomong-ngomong Risa mana?" ucap Farhan menolehkan pandangannya.


"Ah Risa ada di tamu namun..." Nia diam


Farhan merasakan sesuatu di sembunyikan Nia apa yang terjadi?


Farhan dan istri barunya masuk dalam rumah, di sana ia dan istrinya bertemu Risa.


Risa sedang menangis, kaget melihat Farhan muncul sekian lama bersama istrinya.


"apa kabar Risa?"


"Baik! Oh ini istrimu ya? Maaf aku tidak hadir hari pernikahan mu , aku pikir kertas sampah abisnya campur numpuk kertas lainnya maaf ya! Ngomong-ngomong selamat ya!" ucap Risa tersenyum tapi air matanya masih mengalir.


"Kuduga, undangan itu padahal sudah mencolok, kamu tidak teliti tidak berubah juga selalu begitu!"


"Hehe! sekali lagi maaf ya! Oya salam kenal ya kamu istri Farhan ya!"


"salam kenal, Risa aku mendengar dari Suamiku, lihat kamu benar-benar orang baik" ucap istri Farhan.


"ngomong-ngomong ke mana Arief?" tanya Farhan, membuat Risa diam


"Apa yang terjadi? Oya kamu menangis kan? Apa yang terjadi pada Arief?" Farhan khawatir


"Bukan.. Bukan Arief tapi apa yang kulakukan?" ucap Risa menangis. Farhan dan istri bingung kenapa Risa menangis


Nia menghela napas dan ia menceritakan tentang siang tadi, Tentu saja Farhan dan istri kaget,


"Astaghfirullah, pak Yayang benar-benar keterlaluan! Aku tidak habis pikir seperti itu!" Farhan menggeleng kepalanya. Istrinya ikut menimpali setuju.


"Lalu Risa kemana Arief itu?" tanya Farhan lagi.


"Itu Arief itu sedang mencari Papa kandungnya!" ucap Risa


"Apa??" Farhan kejut mendengar mendadak


Risa menangis, gimana ini sebentar lagi tujuh hari lagi tolong mama Arief!


"Hatchi..!" hidungku pilek, aku merasakan tidak enak, Mama?


Suatu tempat seorang pria juga merasakan hal itu juga, "apa ini?" ucap pria dalam hati. Suasananya gelap wajahnya hanya sinar dari bulan purnama.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2