Aku Harus Mencari Papa!

Aku Harus Mencari Papa!
Episode 4, Kisah Masa Lalu (1)


__ADS_3

Risa tersenyum kemudian menceritakan masa lalunya pada Nia.


Kisah Masa Lalu...


7 tahun lalu, di kota J


Kota itu ramai banyak penduduk, pembangunan Gedung baru selesai selain gedung lama, hingga hasil terlihat megah, Pasar-pasar tradisional juga ada, hiburan juga banyak remaja suka main malam hari, kadang-kadang ada Psk, lain-lain,


Risa Iskandar Merupakan Gadis Ceria, Manis, pintar, suka sekali pelajaran matematika, Saat ini Risa sudah mau 16 tahun sebentar lagi karena ulang tahunnya tanggal 7 berarti 6 hari lagi yang ke 17 tahun, Orang tuanya, Ayahnya Fabian Iskandar sedangkan ibunya, Daisy Iskandar, mereka memiliki membuka usaha yaitu Kios menjual makanan luar negeri ada halal ada non halal serta di samping kafe kopi juga milik ibunya, Daisy. Risa memiliki dua kakak, yaitu Rio dan Febri.


Kakak pertama, Rio 27 tahun sudah menikah dengan gadis blasteran Adaline, punya dua anak, yaitu pertama lelaki umur 8 tahun masih kelas 2 SD bernama Satrio, sedangkan bungsu bersama Sary umur 4 masih bangku TK, kini tinggal di Australia.


Kakak Kedua, Febri 23 tahun, mahasiswa sebentar lagi mau lulus kuliah, ia punya tunangan cantik, Zara orang Indonesia juga. Karena ayah mereka sahabat karib, untungnya Febri senang kalau Zara cinta pertamanya.


Risa juga memiliki Pacar bernama Gilang, Juga satu lagi ia punya sahabat karib bernama Jenny.


Hari itu, Rencana Ulang tahun buat Risa,


Kakak Kedua, Febri dan Zara tunangannya merencanakan mengejutkan buat adik kesayangannya, Risa.


"Sayang, kita harus beli barang adik kita sukai, dan bikin pesta ulang tahun adik kita, pasti dia senang tapi di mana mengadakan apa harus di rumah?" ucap Febri berpikir.


"Hm.. Entahlah sayang, bukannya risa punya teman-teman banyak? Berarti harus hotel atau yang bisa gedung di sewakan?" tanya Zara.


"Hm.. Boleh juga, kalau di rumah bisa bahaya tahu kan, zaman sekarang anak-anak kepo tingkat penasaran rumah orang tuaku! bisa gawat ada rahasia di milik ibu ayah!" ucap Febri membayangkan anak-anak itu penasaran bisa mengobrak-abrik walaupun masih SMA, tapi saja Jadi bayangkan itu membuat Febri merinding nanti orang tuanya memarahinya.


Zara melihat Mimik Febri merinding,Zara terkekeh geli, Febri tunangannya benar-benar deh lucu sekali!


"Sudah, sayang Febri jangan pikirin bayangkan itu, lebih baik kita berpikir yang gedung apa hotel?"


"Hm...hotel saja! lagipula kita kan bukan orang kaya, mendingan sewa hotel lantai itu" ucap Febri akhirnya memutuskan sewa lantai dua hotel.


"Oya ya, Aku lupa, ah Ayo sayang kita harus beli barang apa yang Risa sukai!" ucap Zara menggandeng lengan Febri.


"Okeh sayang, Ayo Zara!" ucap Febri tersenyum dengan mesra. Zara tersipu malu.


...©©©©©©...


Di Pesta Ulang Tahun Risa tanggal 7 Hari Ini Hari Minggu.


Risa bingung di rumah tidak ada orang, cuma tinggal bibi Vina pembantu setia ibunya setelah ia pulang sehabis berkencan dengan Gilang.


"Bu, Ayah Ibu mana?" tanya Risa pada Bibi Vina sedari membereskan meja, dan kursi.

__ADS_1


"Entahlah non, bibi tidak tahu mungkin saja Ayah Ibumu lupa barang ketinggalan di tempat kerjanya, jadi non mau minum? Kulihat keringatmu banyak mau minumkan?" tanya Bibi Vina melihat Risa keringat sehabis kencan dengan Gilang, ya kencan di taman bermain mirip Ancol.


"Boleh, Bi bisakah minuman buah saja!" ucap Risa tersenyum senang bibi Vina tahu saja pikirannya.


"Okeh siap, non" kata bibi Vina lalu meninggalkan Risa, menuju ke dapur.


Risa lelah, lalu menduduki di kursinya. Risa tersenyum senang, Gilang benar-benar romantis, menggandeng tangan, juga ciuman namun Risa tidak mau melakukan terlarang jadi teringat pesan ayahnya pada Risa sejak kecil. Ya Risa sudah mengerti pendidikan **** sejak dini berkat Ayahnya, Ibunya juga.


"Nih non" ucap Bibi Vina menyodorkan minuman es buah dengan wadah.


"Terimakasih bibi!" ucap Risa haus, minuman es buah di habiskan oleh Risa.


"Segarnya.."


Bibi Vina tersenyum anak majikannya benar-benar manis. Risa beranjak dari kursinya.


"Bi, aku mau ke kamar dulu ya!" ucap Risa, Bibi Vina menganggukkan kepalanya.


Malam hari...


Risa menutup matanya dengan kainnya, di buat bibi Vina.


"Bi, ada apa ini?" tanya Risa.


"Sudahlah non, pergi ke sana, ingat jangan buka matamu, itu biar kejutan"


"Satu, Dua dan Tiga!" ucap Bibi Vina membuka kain menutup matanya Risa.


"Happy Birthday ya Risa ke 17 tahun!!" ucap Teman-teman terutama Jenny dan Gilang pacarnya Risa, Ada juga Kakak Kedua Risa dan Zara calon kakak iparnya serta


Ibu dan Ayah di sana.


"Kalian .. Astaga aku bisa lupa kalau hari ini ulang tahunku!" kata Risa tidak habis kata-kata.


"dasar, Risa! Kamu bisa benar-benar lupa!" ucap Jenny sambil menepuk pundak Risa.


"Hehe.. Maaf, habisnya aku kencan dengan Gilang, benar gak sayang?" ucap Risa menatap Gilang, Gilang tersenyum.


"Ya, sayang pastilah.. tapi aku sudah tahu ulang tahunmu! Aku merahasiakan sepertinya kamu lupa ulang tahunmu Makanya kejutan''


"Apa, kamu juga? Dasar! Kasih tahu kek" ucap Risa tertawa.


"hey Risa, jangan lupa kami lho!" ucap Teman-teman Risa.

__ADS_1


"Eh Maaf makasih ya!" Ucap Risa langsung memeluk sama teman-temannya.


Kakak Kedua, Febri menyamperin Risa adiknya.


"Risa, happy birthday ya adikku jangan cengeng ya!" ucap Febri jahil, Risa mengendus kesal.


"Apaan sih kak!"


"Febri Sayang, sudah.. Sudah Oya Risa, ini kami memberikan kado untukmu" ucap Zara tersenyum melihat kakak beradik bertengkar namun mereka saling menyayangi.


"Makasih ya kakak ipar! daripada Kakakku itu membuatku huh setiap hari bertengkar terus!" kata Risa mengambil kadonya dari tangan Zara sambil mengadu pada Zara,


"Apa katamu!?" ucap Febri kesal adiknya begitu. Semua menertawakan kakak beradik bertengkar, suasananya riuh.


"Selamat Ulang tahun sayang,Ibu Senang akhirnya kamu sudah makin dewasa betul gak ayah?" ucap Ibunya, Daisy menyamperin Risa tadi bersama ayahnya, Fabian menganggukkan kepalanya setuju.


"Terimakasih ya Ayah Ibu" ucap Risa sambil memeluk orang tuanya, juga bibi Vina semuanya juga.


... ©©©©©...


Setelah itu, teman-teman sedang masih ngobrol sedangkan orang tuanya bicara dengan kakaknya dan kakak iparnya.


"Sayang, kamu haus kan?" tanya Gilang.


"Ya kebetulan haus capek juga makasih ya!" ucap Risa mengambil minuman dari Gilang.


"glukk" Risa meneguk minuman, ah haus sekali dalam hati Risa.


"Ah, Segarnya.. tunggu kelihatan kok aku capek ya?" tanya Risa,


"Sepertinya begitu, Ayo aku mengantarkan kamu ke kamar" ucap Gilang sambil membopong Risa terlihat capek. Namun Kakaknya melihat Risa di bopong oleh Gilang.


"Mau ke mana?" tanya Febri


"Itu.. Kak kayaknya Risa capek, aku mengantarkan ke kamar" ucap Gilang.


"Hm.. Boleh ingat jangan melakukan batas!" ucap Febri menatap tajam pada Gilang.


"Tenang, kak jangan khawatir.." Ucap Gilang ketakutan, kemudian ia membopong Risa keluar dari pesta, lalu menelusuri jalan menuju ke kamar, namun tiba-tiba Gilang teringat kunci kamar itu ketinggalan.


"Astaga, aku lupa, Risa tunggu sebentar ya!" ucap Gilang membopong Risa duduk di kursi ada di sana, Gilang berlari kembali ke pesta tadi. namun Risa linglung, capek mau cepat-cepat ingin tidur di kamarnya,


Risa berjalan tertatih-tatih melihat di sana kamar lain, kamar lain tidak terkunci.

__ADS_1


Risa masuk ke kamar, tubuhnya benar-benar capek, namun dirinya panas apa yang terjadi?


Bersambung...


__ADS_2