
Halo-halo kakak-kakak! Ini Aku Arief!
Mengenai Kapal Aku menaiki itu..
Ada 2 Macam Kapal yaitu -->
1. Kapal Pesiar! Kapal Pesiar ini secara khusus tujuannya untuk perjalanan pariwisata! pengunjungnya orang dari luar negeri maupun negeri!
2. Kapal Ferry, Kapal Ferry ini penyebrangan jarak di pakai menyelenggarakan perhubungan tetapi bisa antar pulau!
Naik Aku menaikinya kapal Ferry tapi kapal bentuknya Pesiar! Hanya fiksi saja kak, Ah! sudahi dulu kakak-kakak Bye.. Bye..
Pov Arief
"Aku berpetualang!" teriakku dalam hati.
Crew Staff, bernama Gio tersenyum masih memegang tanganku, Aku makin girang bersiul, lalu menoleh pada Paman Gio,
"Paman!,Terimakasih ya!" ucapku tersenyum.
Gio terkekeh, melihat aku gemesnya sekali! Sambil mengelus rambutku.
"Sama-sama, Nak, Oya Paman mau mengantarkan kamu ke kabin, ingat ini Sudah malam!, kamu harus tidur!" titah Gio sambil menundukkan jongkok pas denganku.
"Siap, Paman!" ucapku menundukkan hormat. Gio tersenyum lalu mengantarkan aku ke sana sambil menyusuri jalan ketika sampai
di pintu kabin angka 40 buat penumpang, lalu aku masuk ke kabin, Paman Gio pamit dengan aku sambil mengelus rambutku, mau melaporkan masalah tentang aku, dan kemudian Paman Gio pergi bersama Pelaut tadi, pelaut sedari hanya diam, hilang dari hadapanku begitu saja.
Aku langsung membaringkan diriku di kasur Fuyu capek, Hm.. ngantuk.. akhirnya aku bisa bertemu Papa! Tapi aku tidak tahu seperti apa ya Papaku? dalam hatiku.
Aku mulai merem mataku tutup mulai tidur, tidak sempat ganti baju bahkan tasku sudah di taruh di meja dekat kasur.
di sisi lain, Paman Gio menyusuri melangkah menuju ke anjungan di mana kapten di sana. Mau melaporkan masalah tentang Arief anak kecil tiba-tiba saja ngotot mau naik kapal ini tanpa orang tuanya bahkan tidak bayar tiket tidak sempat Arief itu.
Tok.. Tok..Tok, Paman Gio mengetuk pintu anjungan di tempat mengendalikan kapal, peralatan navigasi untuk menentukan posisi kapal dan lainnya.
"Suruh dia masuk!" ucap kapten memerintahkan awak pelaut 1, karena ia sibuk sedang mengawasi kaca lewat teropong, Lalu Wakil kapten sedang menuliskan catatan mengenai Minyak bakar dan lainnya. Awak pelaut 2 sibuk mengendalikan navigasi untuk menentukan posisi kapal.
Awak pelaut 1 yang tadi di perintahkan kapten, Awak pelaut langsung membuka di pintu depan, di lihat ada Paman Gio, Crew Staff kapal.
"Hormat kapten! Saya mau melaporkan masalah pada kapten!" ucap Paman Gio menundukkan hormat pada Kapten.
__ADS_1
"Ada Masalah apa gio?" tanya Kapten heran tiba-tiba crew Staff kapal, Gio mau memberikan laporan.
"Itu..itu kapten, maafkan saya, saya mau melaporkan mengenai anak kecil bernama Arief ngotot naik kapal ini, tanpa orang tuannya " ucap Gio, kemudian menceritakan alasan kenapa Arief ngotot kapal
Kapten dan Para Awak Pelaut terkejut mendengar hal ucapan dari mulut gio.
"Astaga Anak itu benar-benar ingin bertemu papa kandungnya demi mamanya " ucap Kapten tentu saja kaget, kapten sudah tahu mengenai Pak Yayang mau menikah ternyata... Yg di nikahi Mamanya Arief kapten tidak habis pikir, pak Yayang itu tiba-tiba menikah tanpa ijin mamanya Arief
"Astaga.." Ucap Kapten mengelus dadanya.
"apa benar itu Gio?" tanya Wakil kapten ikut menimpali.
"Ya benar pak! Betulkan P?" seru gio menoleh di sampingnya pelaut tadi bersamanya, Pelaut mengganggukan kepalanya.
Kapten dan Wakil kapten saling menatap menghela napas,
"Jadi Apa boleh Arief tinggal di sini? nanti ketika tiba ke sana, aku mengantarkan Arief menemui sepupuku biar bantu Arief mencari papa kandungnya!"
"hm.. Boleh saja, ingat jangan mempengaruhi para penumpang di sini, bilang saja dia di titipkan orang tuanya ke kami, mengerti?" ucap Kapten.
"Siap Boss!" ucap Gio dengan hormat kemudian keluar dari pintu anjungan.
Gio tersenyum membayangkan Arief lucu, "nak,akhirnya kapten mengizinkan kamu tinggal di sini" dalam hati gio.
Beberapa jam kemudian tiba-tiba
Sedangkan Gio dan crew Staff kapal menenangkan hati para penumpang kepanikan, ada penumpang yang terguncang. Sedangkan aku tidur nyenyak namun tiba-tiba kapalnya mulai miring membuat aku terjatuh dari kasur,
"Duh! Sakit!" ucapku terbangun melihat sekeliling suasananya gelap, apa yang terjadi? Aku bingung kemudian aku merasakan sesuatu di kapal ini, aku menoleh di jendela kabin,
"Astaga, itu laut amuk!" ucapku terkejut melihat mengerikan, Ya ampun padahal aku mau bertemu Papa! Aku menangis terisak-isak.
Gio menoleh melihat lewat jendela berkaca besar, ia terkejut lautan benar-benar amukan ada petir di sana kemudian ia minta Crew Staff kapal gantikan dirinya.
"Tolong ya, gantikan aku ya, aku mau menemui Arief itu! Kayaknya Arief ketakutan kejadian ini" ucap Gio.
"Tenang saja, serahkan padaku Sob!" ucap temannya Gio juga merupakan crew Staff.
"Terimakasih!" Gio langsung pamit,
lalu keluar dari pintu dek di mana penumpang panik karena kapalnya bergoyang membuat penghuni penumpang kaget bangun dari tidur, sakingnya panik membuat Crew Staff kewalahan. Kapten kapal dan wakil memerintah pada awak mengendalikan kapal untuk menjaga menentukan posisi kapal namun kesulitan lautan amuk.
Gio menuju ke tempat kabin Arief.
__ADS_1
Aku sedang menangis, "Papa"
Gio mengetuk pintu kabin Arief, "Arief, Ini paman gio! Kamu tidak apa-apa kan?"
Aku mendengar suara Paman gio berteriak, aku langsung berlari di pintu kabin, lalu membuka pintunya, di lihatnya wajah Paman gio mengkhawatirkan aku.
"Kamu tidak apa-apa kan?" tanya Gio langsung memelukku, Aku menangis
"Hiks.. Hiks.. paman aku takut" aku mengendap erat pelukan dari Gio.
"Cup.. cup jangan takut" ucap Gio menenangkan hati aku, aku lega
...©©©©©©...
Di Sisi lain , Pulau R Sebuah Desa di tempat Risa.
''Prangg" Risa terkejut saat Risa sedang mencuci gelas, tiba-tiba saja piring terjatuh membuat Risa merasakan tidak enak apa ini? Oh tidak.. Tapi Firasatku tidak enak! Apa mungkin ini tentang Arief? Oh jangan sampai sesuatu terjadi pada Arief! Semoga Arief baik-baik saja! Dalam hati Risa.
"ada apa ini? Risa kok bisa piring terjatuh?" tanya Nia, terkejut melihat piring pecah
Oya Dessy yang sedang lagi tidur, setelah sarapan malam, namun Risa dan Nia ngobrol makanan cemilan dan minuman jus biar rileks walaupun sudah malam,
"Tidak tahu kenapa piring terjatuh Nia" ucap Risa, tidak habis pikir, semoga Arief baik-baik saja.
"Kamu tidak apa-apa kan?"
"Ya, Nia tapi semoga Arief baik-baik saja, firasatku tidak enak"
"Sabar ya, Tenang saja Arief anak kuat! Baik-baik saja mungkin ada orang baik membantunya" Ucap Nia menenangkan Risa, sambil menepuk pundak Risa.
"Ya terima kasih nia!" ucap Risa terharu.
"Ngomong-ngomong, aku penasaran kamu bisa tahu kamu di jebak sahabat SMA mu dan mantan kekasihmu?" tanya Nia,
Setelah Risa dan Nia membersihkan piring lalu membuang dalam plastik, sisanya menyapu setelah itu beres, kemudian Nia dan Risa sedang ngobrol lagi di ruang makan.
Risa terdiam teringat Masa lalunya tidak ingin ia ingat, cukup menyakitkan hati Risa.
Nia melihat mimik Risa, bersalah soal masa lalunya sensitif menyakitkan hati Risa.
"Maaf ya Risa.." kata Nia, bersalah.
"Tidak apa-apa, Nia, toh masa laluku seperti itu, aku ceritakan padamu biar melegakan hatiku" ucap Risa tersenyum kemudian menceritakan pada Nia.
........
__ADS_1
Kisah Masa Lalu....
Bersambung...