
Maaf ini ada adegan terlarang sensor
Risa masuk ke kamar ia capek, namun dirinya panas apa ini?
Risa langsung membaringkan tubuhnya di ranjangnya, ia ingin cepat tidur namun entah kenapa aku sangat capek? Dalam hati Risa
Risa tidak menyadari ada seseorang masuk ke kamarnya, Lelaki itu juga sama, gara-gara Rekan kerjanya sengaja membuat Lelaki itu minum pas hari itu mengadakan program proyek pembelajaran Mahasiswa, saat istirahat lelaki minum itu namun semenit efek capek, Rekan Kerjanya senang karena ia iri sama Lelaki itu karirnya lelaki makin jaya dan sukses maka rencana Rekan Kerjanya harus berhasil memberikan obat lewat gelas sudah di sediakan buat lelaki itu dan menyewa perempuan agar Lelaki memiliki skandal dan Karirnya di hancurkan sayangnya rekan kerjanya tidak mengetahui Lelaki itu salah masuk ke kamar berbeda dari kamar di sewa Rekan kerjanya.
"hah, capek .." kata lelaki itu, ia tidak tahan kenapa ia capek cukup, ia kesal kenapa ia ceroboh malah minum itu.
Risa terkejut sesaat melihat lelaki masuk ke kamarnya, Risa ingin menghindari dari lelaki itu. sayangnya bingung kenapa begini ia tidak bisa bergerak.
Lelaki itu kaget juga, melihat Risa di depan matanya, dan tidak tahan, langsung menerkam Risa, Lelaki itu berkata "Maaf"
Risa tidak bisa menghindar, Lelaki itu menerkam Risa.
"Jangan!" ucap Risa teriak
Risa terkejut, ada sesuatu yang masuk ke dirinya, Risa merintih kesakitan, air matanya Risa keluar dan, Ia menangis ia sudah tidak gadis lagi,
akhirnya Risa dan Lelaki itu berkali-kali melakukan terlarang keempat kali.
Di sisi lain,
Setelah Gilang mengambil kunci kamar keluar dari pesta, sedangkan kakaknya Risa, Febri tidak melihat Gilang fokus ngobrol dengan Zara tunangannya di pesta, Gilang tersenyum ia senang akhirnya rencananya berhasil dengan Jenny.
"akhirnya aku bisa menikmati Risa, gadismu hanya untukku! Aku bisa menikmati keindahanmu, Aku bisa menikah denganmu!"
Ketika Setiba, Gilang terkejut di sana, Risa tidak sudah ada padahal Risa duduk di kursi itu, Gilang mengedarkan pandangannya
tidak ada satupun Risa tidak ada di sana hanya Staff sedang mengerjakan tugas ada juga pemeriksaan tamu-tamu datang,
"Sial! Ke mana Risa itu?" batin Gilang kesal
...©©©©©©...
Esok harinya, Pagi hari itu cerah di susul Burung berkicau dengan merdu.
di kamar lain 103,
Risa tidur dengan nyenyak, di samping lelaki itu juga ikut tidur nyenyak setelah ritual melakukan terlarang. 6 menit kemudian
__ADS_1
"Hah, Sakit kepalaku.. " ucap Risa memelas bangun dari tidur sakingnya kaget melihat di depan Risa, lelaki itu tidur rambutnya tutup matanya Jadi tidak bisa jelas wajahnya Lelaki itu.
Risa bingung, Ia juga kaget juga ia tidak ada baju dan lelaki itu juga, Risa berpikir apa ini? Tidak .. Mungkin! Batin Risa teriak, Risa bangkit dari kasurnya namun..
"hah, sakit..." Risa mencoba berdiri lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, Risa menangis ia sudah tidak gadis lagi sambil merendam.
"Maaf Pa, Ma, Aku kotor" gumam Risa.
lalu setelah selesai mandi, dan Risa sedang berpakaian baju dan keluar dari kamar, sesat Risa menolehkan dari belakang punggungnya, Lelaki itu masih tidur di kasur
Kemudian langsung pergi dari kamar 103. Risa berlari menuju ke tempat pesta mengadakan ulah tahun Risa kemarin. Risa menangis dalam hati masa depannya hancur kenapa begini!
Di sana, Pestanya sudah tidak ada,
untungnya ada menginap di hotel yaitu Kakaknya Risa, Febri bersama Zara, terlihat capek keringat mereka karena semalam mencari-cari Risa jadi mereka hanya tidur 6 jam setelah Gilang beritahu bahwa Risa menghilang semalam. Yang lain sudah pulang dari semalaman bahkan orang tua Risa sudah pulang untung Febri sudah bujuk orang tua Risa tidak mengkhawatirkan mengenai adiknya, Risa yang menghilang, Gilang mana? Gilang itu ada urusan kebetulan Ayahnya memanggilnya urusan pribadi lewat telepon pagi-pagi.
"Kakak!" teriak Risa muncul di depan mata Febri, Febri kaget senang akhirnya ketemu
"Risa! Ke mana saja kamu! kemarin malam Kami sudah mencari-cari mu ke mana saja?" Teriak Febri mengkhawatirkan Risa.
"aku... aku..." ucap Risa terbata-bata mulai menangis.
"Kak.. Aku sudah kotor! Hiks.. !" teriak Risa menangis kencang, Zara memeluk Risa sambil menenangkan hati Risa.
"Risa, Kamu kenapa? Apa yang terjadi?" ucap Febri terlihat bingung.
"Kak.. Kak Zara aku.. aku.. ucap Risa mulai menceritakan barusan sambil mengendus air matanya, liurnya menetes masih di pelukan Zara.
"Apa katamu?!!" teriak Febri kaget mendengar berita itu. Febri tidak habis pikir kenapa terjadi pada adiknya! Febri benar-benar sakit hati, Zara juga terkejut mendengar hal itu. Ia juga sakit sakit Kenapa menimpa yang adik iparnya?
Kemudian Febri dan Zara membawa Risa pulang, Febri mengambil barang-barang yang ketinggalan saat ia dan dan Zara menginap di hotel itu.
Ketika, sampai ke rumah
Saat masuk ke rumah, Orang tuanya Risa senang namun mendapati di lihat putrinya, Risa terdiam bahkan tidak respon mendengar sambut dari orang tuanya, Febri melihat itu tidak tega hatinya sakit kenapa begini. Orang tuanya bingung putrinya kenapa begitu?
Risa masuk ke kamar sendiri, Sedangkan Febri mulai menceritakan masalah Risa pada orang tuanya sedangkan Zara membereskan barang-barangnya di bawa dari hotel menuju di kamar Febri nantinya buat Zara juga sebentar lagi menjelang pernikahan nanti tiga bulan lagi Tiba-tiba bel berbunyi ada paket dari kurir kemudian Febri menerima paket itu setelah tanda tangan.
"Yah, Bu apa kalian pesan di online paket ini?" tanya Febri bingung. Ayah dan Ibunya menggeleng kepalanya tidak pernah pesan itu
Febri membuka paketnya, di sana Ada Flashdisk. Febri jelas kaget
__ADS_1
kenapa ada flashdisk nya? apa yang ada sesuatu ? Hm nanti saja ah, ucap Febri dalam hati.
...©©©©©...
Sebulan berlalu kemudian,
Malam hari,
Risa mulai tidak lagi sedih sudah melupakan kejadian itu semenit tiba-tiba ia mual berlari menuju toilet, saat Risa sedang mengajarkan pr sekolah di mejanya di kamarnya.
"Hoek.. Hoek.." mulutnya Risa keluar, ada cair di sana, "Aduh kenapa muntah begini?" ucap Risa dalam hati.
"Risa, Ayo sarapan!" suara Ibunya Risa dari pintu kamarnya.
"tunggu sebentar ma!" ucap Risa langsung membersihkan mulutnya dan keluar dari kamarnya, menuju ruang makan ada ayah dan ibunya di sana, di mana Kakak Keduanya? jelas ada di kamar memeriksa flashdisk tadi.
Setelah kakak keduanya keluar dari kamarnya. Mimiknya tidak bagus.
Risa bingung mencoba pikiran positif dan kemudian makan bersama dengan keluarga.
Esok harinya,
Risa berangkat ke sekolah sekitar jam enam pagi naik angkot dan sampai di sekolah namun Risa melihat Jenny di sana sedikit kejauhan, ia menyapa sayangnya Jenny tidak melihat Risa turun dari angkot, jenny masuk saja di sekolah.
Risa menyusul jenny sambil berlari menelusuri jalan melihat Jenny pergi ke belakang taman Rida heran kok jenny tidak masuk di kelas sebentar lagi bel berbunyi? Dalam hati Risa. Ketika Risa sampai di belakang taman.
Namun Risa mendengar samar-samar suara Jenny dan Gilang lewat di tembok belakang taman.
"Jenny! Rencana kita gagal! Aku tidak bisa menikmati Risa! Sial! aku tidak terima begini! padahal sudah sedikit berhasil itu membuat Risa capek, seandainya aku tidak mengambil kunci bisa menikmati Risa!" teriak Gilang.
Apa? Jadi Gilang memberi aku minum hari itu? Oh tidak!
"Tenang, ada rencana biar Risa terkena itu Oya Bukannya ada aku?" ucap Jenny menggoda Gilang.
Risa jelas kaget mendengar hal itu, Ternyata Gilang dan Jenny selingkuh di belakangnya selama ini berarti sebelum aku resmi pacaran Gilang? Risa meneteskan air matanya keluar.
Benar-benar menjijikan! Jadi itu sebabnya!
Risa Menangis..
Bersambung...
__ADS_1