
Ch.10
[\=\=\=\=\=Sebelumnya\=\=\=\=\=]
Li Liuyun yang merasa kasihan kepada anak kecil itu langsung berkata.
"Apa kau mau ikut bersamaku? Aku berjanji akan menjaga dan merawatmu"
Anak kecil itu pun terharu dan langsung menerima ajakan Li Liuyun.
*Ilustrasi Li Liuyun
*Art sendiri, jangan hina kalian baru pertama kali ini buatnya :v
Li Liuyun dan anak kecil pergi dari hutan dan pergi ke sebuah desa kecil.
Di saat hendak masuk kedalam desa, dua orang preman langsung menghalangi Li Liuyun dan anak kecil itu. Dua preman yang menghalangi langkah Li Liuyun berkata. "Kau orang baru bukan? Berikan 2 koin emas untuk jaminan keamanan."
Li Liuyun yang tidak mau berurusan dengan mereka, hanya menurut dan memberikan 2 koin emas kepada dua preman itu.
"Haha bagus nak. Kau memilih langkah yang tepat. Sekarang cepatlah pergi, kau merusak pemandangan" dua preman itu tertawa lalu pergi dari situ.
Anak kecil (Wu Yun) heran dengan sikap Li Liuyun yang tidak mau melawan. Wu Yun lalu bertanya pada Li Liuyun. "Kakak kenapa kau memberikan mereka dua koin emas? Kakak kan kuat, kenapa tidak hajar saja mereka?"
Pertanyaan Wu Yun membuat Li Liuyun hanya tertawa kecil sambil menjawab pertanyaannya. "Wu Yun, kalau hanya berurusan dengan mereka itu terlalu membosankan. Dan juga dua koin emas itu sedikit bagi ku."
Wu Yun yang mendengar pernyataan Li Liuyun hanya mengangguk. Saat sudah berada di dalam desa, Li Liuyun dan Wu Yun langsung pergi ke sebuah penginapan kecil.
Saat sudah sampai Li Liuyun langsung menyewa 1 kamar dengan membayar 10 koin perak.
__ADS_1
Setelah masuk ke dalam kamar yang di sewanya, Li Liuyun langsung tidur di atas kasurnya. Saat Li Liuyun menoleh ke arah pintu dia melihat Wu Yun yang sedang berdiri di depan pintu.
Karena heran dengan sikap Wu Yun, Li Liuyun bertanya padanya. "Kenapa kau tidak masuk?"
Saat mendengar pertanyaan Li Liuyun itu, Wu Yun menjawab dengan pelan tapi bisa di dengar oleh Li Liuyun. "Apakah boleh? Ta- tapi ini kamar mu."
Jawaban dari Wu Yun membuat Li Liuyun tertawa. "Hahaha kau sekarang adik ku, jadi ini juga kamarmu."
"Baik." Wu Yun langsung berjalan masuk ke dalam kamar yang di sewa Li Liuyun. Saat pagi tiba Li Liuyun dan Wu Yun langsung pergi dari desa itu, dan berjalan menuju ke arah Kekaisaran Dong.
Saat di dalam hutan, tiba-tiba di sekitar Li Liuyun dan Wu Yun muncul sebuah kabut tebal, yang bahkan Li Liuyun tidak dapat melihat dengan jelas.
"Apa-apaan kabut ini, bahkan aku tidak dapat melihat dengan jelas."
"Kabut apa ini?"
Di saat Li Liuyun sedang berfikir sebuah cahaya kecil berwarna biru muncul. Karena penasaran mereka mengikuti cahaya itu dan tiba di sebuah gua kecil. Li Liuyun dan Wu Yun langsung masuk kedalam tanpa berpikir panjang.
"Woah di dalam sini gelap dan besar"
Mereka terus berjalan lurus dan menemukan patung naga yang berukuran besar. Li Liuyun hanya mengabaikan hal itu, tapi Wu Yun yang penasaran pun langsung menyentuh kaki naga itu. Setelah menyentuh kaki naga itu, gua besar itu langsung berguncang dan patung naga itu mulai bergerak.
"Roarrr..!!"
Raungan dari naga itu membuat telinga Wu Yun kesakitan dan refleks menutup telinganya. Li Liuyun yang melihat hal itu langsung menerjang ke arah naga besar itu.
Li Liuyun menebas dengan pedang hitamnya tapi tidak berefek pada naga itu. "Sial kulitnya keras sekali, dan juga ranah kultivasi nya lebih tinggi dari ku, kalau begini terus aku akan kalah."
Naga itu mulai membuat serangan dengan cakarnya. Cakar itu langsung mengarah kepada Wu Yun. Li Liuyun yang tidak mau kehilangan seseorang lagi langsung berlari dengan kecepatan penuhnya.
"Jangan kau sentuh dia"
Setelah mengatakan hal itu tiba-tiba saja kekuatan yang tersembunyi di dalam tubuh Li Liuyun aktif, dan membuat tubuh Li Liuyun bercahaya merah gelap, dan waktu di gua itu berhenti sebentar.
Saat cahaya mulai meredup tubuh Li Liuyun berubah drastis, muncul 2 tanduk di kepalanya dan sepasang sayap iblis di belakang nya.
__ADS_1
Li Liuyun tanpa sadar menerjang ke arah naga itu. Serangan nya membuahkan hasil, Li Liuyun memanfaatkan hal itu dan menggunakan teknik Serapan Darah.
Pedang Li Liuyun menebas ke arah perut sang naga dan menebasnya. Li Liuyun menghela nafas dan berkata. "Untung saja naga ini memiliki darah"
Naga itu pun mulai meregenerasi perutnya yang terkena tebasan pedang Li Liuyun. Tapi itu tak berefek, walaupun lukanya sudah di sembuhkan tapi darah dari naga itu masih berkurang.
Li Liuyun tidak mau menunggu lebih lama dan mulai menyerang naga itu. Setelah pertarungan yang panjang, akhirnya naga itu mati.
Namun luka-luka yang di derita Li Liuyun juga parah, Wu Yun yang melihat luka milik Li Liuyun mulai panik dan mengeluarkan sebuah pil tingkat Surga.
"Kakak makanlah pil penyembuhan ini, mungkin ini akan meringankan luka-luka mu"
Li Liuyun yang melihat ke arah pil itu pun terkejut, karena pil itu adalah pil tingkat Surga yang susah di dapatkan.
"Wu Yun darimana kau mendapatkan pil ini?"
Wu Yun hanya menjawab. "Ini peninggalan orang tuaku"
Li Liuyun yang mendengar perkataan Wu Yun tersentak kaget, dan mulai berbicara di dalam dirinya. 'darimana asal orang tua mu Wu Yun? Bahkan memiliki pil tingkat Surga'
Setelah memakan pil itu, luka-luka Li Liuyun mulai sembuh. Setelah itu Li Liuyun dan Wu Yun melanjutkan penjelajahan di gua itu. Saat itu Wu Yun menemukan sebuah pintu besar, Wu Yun langsung saja memberi tahukan hal itu ke Li Liuyun.
Li Liuyun yang melihat pintu itu, tidak bisa menahan rasa penasaran yang ada di balik pintu itu. Setelah membuka pintu itu mereka di kejutkan dengan sebuah tempat yang indah.
*Ilustrasi tempatnya
"Woaah.. kakak, tempat ini keren"
"Ya Wu Yun kau benar"
[\=\=\=\=\=Bersambung\=\=\=\=\=]
*Udah yaa :)
__ADS_1
Note : Maaf kalau pendek, gak ada ide soalnya T_T