
Ch.8
Di sebuah penginapan terdapat seseorang yang sedang rebahan santai. Ya itu Ye.
Ye yang sedang tidak tau mau ngapain pun menemukan sebuah ide yang akan menghilangkan rasa bosannya.
"Di Alam Semesta Xia ini hanya ada 1 orang ranah Celestial dan aku bisa membunuhnya hanya dengan menjentikkan jari." Ye pun langsung memikirkan seorang yang memiliki kekuatan setara dengannya.
"Bagaimana dengan membuat musuh utama yang kekuatannya setara dengan ku?, sepertinya menarik"
Setelah mengatakan hal itu, Ye langsung kembali ke tubuh aslinya dan mencari seseorang yang akan menjadi musuh utamanya di masa depan.
"Kita cari seseorang dengan masa lalu yang indah dan kita hancurkan masa-masa indah itu." Ye mengatakan hal itu dengan santainya. Setelah mencari beberapa saat Ye pun menemukan seorang anak yang sedang bermain dengan kedua orangtuanya.
"Jie- jie jie ini pasti akan menyenangkan." Gumam Ye dengan nada seram.
"Ok. Mari kita ubah takdirnya, yang semula akan menjadi orang biasa yang hidup bahagia, ku ganti menjadi seorang kultivator iblis yang haus akan balas dendam."
"Mari kita buat dalam waktu 2 tahun akan ada perampok yang membunuh kedua orangtuanya langsung di depan matanya. Dan aku akan memberinya petunjuk bahwa aku lah yang membuat kedua orangtuanya mati."
Setelah memikirkan nasib anak kecil itu Ye langsung saja membuat alurnya.
"Yosh selesai!"
Ye yang sudah menyelesaikan kegabutannya pun kembali ke tubuh kloningan nya.
"Hehe mari kita tunggu 2 tahun kedepan, hahaha haha huahahaha" Ye tertawa keras di dalam kamarnya.
Sebelah kamar Ye.
'huahahaha' suara tawa Ye.
"Hii- orang di sebelah kamar ku kenapa ya? Serem amat tawanya" Ucap seseorang dengan tubuhnya yang merinding mendengar tawa Ye.
Kembali ke Ye.
Ye yang bosan di dalam kamarnya terus, memutuskan untuk berjalan-jalan di tengah hutan dekat kota Xuan.
"Mari kita berjalan-jalan santaiii~ siapa tau ketemu anak kecil imutt~" Ye berjalan santai dengan lagunya yang sesad.
Saat Ye sedang duduk santai karena gabut, ia mendengar suara minta tolong dari kejauhan. Ye yang penasaran pergi menghampiri suara minta tolong itu berasal.
Setelah melewati sungai besar Ye melihat anak kecil yang sedang di kepung oleh gerombolan serigala darah.
Karena Ye yang tidak tega melihat anak kecil yang kesulitan, Ye langsung saja menerjang ke arah gerombolan serigala darah itu dengan kecepatan yang membuat seolah-olah waktu berhenti karena saking cepatnya.
Setelah Ye membantai gerombolan serigala darah itu, Ye langsung bertanya kepada anak kecil yang di belakangnya.
"Kenapa kau ada di sini nak?."
"Sa- sa saya tersesat."
Ye yang tidak percaya dengan perkataan anak kecil itu, Ye bertanya sekali lagi. "Kau tidak kabur dari rumah?."
Anak kecil yang mendengar pertanyaan Ye memasang wajah terkejut.
"Ya- Ya saya kabur dari rumah" Dia berkata sambil menundukkan kepalanya menghadap tanah.
"Di mana rumah mu?"
"Rumah saya di desa Yu"
__ADS_1
Ye yang mendengar pernyataan anak kecil itu pun terkejut, lantaran jarak desa Yu dengan kota Xuan itu sangat jauh. Bahkan bisa menempuh 1 tahun perjalanan.
Setelah beberapa lama berbincang dengan anak kecil itu, Ye memutuskan untuk merawatnya, karena orang tuanya membuangnya bukan kabur dari rumah.
selang beberapa hari Ye dan anak kecil yang bernama Ye Yian (nama yang diberikan Ye). sampai di kota Xuan.
Ye yang melihat pakaian Ye Yian yang seperti gelandang itu, memutuskan untuk membelikannya baju baru.
"Kita beli baju baru untuk mu"
"Ba- baik"
setelah memilih baju yang cocok untuk Ye Yian, Ye langsung menyuruh Ye Yian untuk memakainya.
"Ap- Apakah ini cocok untukku master?" Ucap Ye Yian menunjukkan pakaian yang di pilihkan Ye.
Ye yang melihat hal itu pun berkata dalam dirinya. 'Imutnya~' Ye pun berkata ke Ye Yian. "Ya- Yaa.. Itu cocok untukmu."
Setelah membeli baju baru untuk Ye Yian, Ye dan Ye Yian pun pergi ke penginapan untuk bermalam.
Saat sudah sampai di kamarnya Ye dan Ye Yian pun tidur bersama.
Isi pikiran Ye
"Arrghh!! Ye Yian imut sekali memakai baju yang ku belikan tadiii! Dengan tubuhnya yang mungil dan wajahnya yang imut, itu menambah 1000× keimutan padanya."
Setelah matahari terbit, Ye yang memikirkan Ye Yian sepanjang malam, matanya berubah seperti mata panda.
"Pa- pagi master" Sapa Ye Yian kepada Ye.
"Ughh pagi, ngomong-ngomong bicara mu jangan terlalu gugup"
"Baik"
"Kau akan berlatih di hutan ini selama 5 tahun. Manfaatkan waktu itu untuk mencapai ranah Nascent Soul tahap menengah"
Ye melanjutkan perkataannya. "Kau akan ku beri hadiah saat mencapai ranah itu."
Ye Yian yang mendengar akan mendapatkan hadiah dari masternya pun langsung bersemangat.
Ye Yian berlatih pagi dan malam dengan istirahat 10 menit untuk makan dan minum.
5 tahun berlalu dengan cepat, dan Ye Yian sudah mencapai ranah Nascent Soul tahap menengah di umurnya yang masih 15 tahun.
Ye berjalan ke arah Ye Yian yang sedang duduk sila di atas batu.
"Kau mencapai ranah Nascent Soul tahap menengah seperti yang ku kira, sebagai hadiah kan ku berikan mata waktu dan sebuah alat musik guqin tingkat Emas."
[\=\=\=\=\=Mata waktu\=\=\=\=\=]
Kegunaan : bisa bergerak saat waktu berhenti ataupun menghentikan waktu itu sesuka hati.
Ye Yian yang sudah berhenti dari kultivasi nya melihat sebuah alat musik guqin dan melihat catatan yang bertuliskan.
-Untuk murid pertama ku-
Oi pemalas. Selamat sudah mencapai ranah Nascent Soul tahap menengah, sesuai perkataan ku 5 tahun lalu aku sudah memberikan hadiah padamu, walaupun cuma alat musik guqin tingkat Emas. Oh ya kalau kau mencari ku, kau bisa pergi ke kota Xuan di penginapan Teratai Hijau.
-Dari mastermu yang baik hati-
__ADS_1
Setelah membaca surat dari masternya itu, Ye Yian langsung bergegas menuju ke kota Xuan dengan kecepatannya yang sudah melewati kecepatan cahaya, tidak lupa membawa hadiahnya.
Saat tiba di dekat gerbang kota Xuan Ye Yian langsung menunjukkan kartu identitasnya dan pergi ke penginapan teratai hijau.
Dan Ye Yian pun bertemu dengan masternya yaitu Ye.
Dia pun berteriak. "Master Yee!!"
Ye yang mendengar teriakan itu pun tersenyum kecil dan tidak terkejut dengan teriakan itu.
Ye Yian berlari dan memeluk Ye dari belakang sambil berkata. "Kenapa master meninggalkan ku?."
Ye yang mendengar pertanyaan Ye Yian hanya bisa menjawab. "Hehe"
Setelah berbincang-bincang sebentar Ye Yian bertanya ke Ye kenapa ia di kasih hadiah sebuah alat musik guqin.
"Master kenapa kau memberikan ku alat musik guqin? Padahal kau mengajariku seni pedang bukan seni musik?"
Ye pun menjawab pertanyaan murid pertamanya itu. "Hee kau tidak memeriksa alat musik itu ya? Alat musik itu terdapat pedang di dalamnya. Dan aku mengajari mu skill pedang musik, bukan skill pedang tarung."
Ye Yian yang belum memeriksa alat musik guqin itu pun terkejut dan menundukkan kepalanya ke bawah.
Saat Ye melihat perilaku Ye Yian merasa sedikit kesal dan memukul kepala nya dengan pelan.
"Auwk- master kenapa kau tega padaku?"
"Gak papa hehe"
Di Alam Semesta lain
Ada seorang anak yang berkisaran memiliki umur 17 tahun, dan anak itu sedang melihat setumpukan mayat yang baru saja di bantainya dengan kejam.
"Hehe Dewa tertinggi tunggulah balas dendam ku karena sudah merubah takdir ku"
[\=\=\=\=\=Bersambung\=\=\=\=\=]
*Udah yaa :)
[ Status Ye Yian ]
Nama : Ye Yian
Tinggi badan : 146 cm
Umur : 15 tahun
Perawakan : memiliki rambut panjang hitam kebiru-biruan, wajah yang gak tau jelasinnya, dan lain-lain
Gender : ??? [ Menurut kalian gender apa yang cocok? ]
Tingkat Kultivasi : Ranah Nascent Soul tahap menengah
Bakat : 9 Bintang [ Tinggi ]
Job : Alkemis Tingkat Guru ( 5 )
Title : Murid pertama dewa tertinggi, Anak buangan
Senjata : Alat musik guqin tingkat Emas.
Skill Utama : Penebas Surga, Mata waktu
__ADS_1
Note : hehe sorry kemaren gk up, karena aku lagi sakit :V, eh btw cover novel mau di ganti jadi ilustrasi Mc boleh gak?