Aku Lah Yang Menciptakan Dunia Kultivasi

Aku Lah Yang Menciptakan Dunia Kultivasi
BERTEMU DENGAN SEORANG REINKARNATOR


__ADS_3

Ch.6


[\=\=\=\=\=Sebelumnya\=\=\=\=\=]


Setelah masuk Ye langsung disuguhi dengan pemandangan yang indah


"Wow mirip di manhua-manhua"


 


Setelah melihat sekeliling Ye pun mencari sebuah penginapan untuk bermalam.


Ye yang bingung pun bertanya kepada seorang kakek yang menjual makanan. "Permisi kek penginapan di sini di daerah mana ya?." Tanya Ye kepada kakek itu dengan sopan. "Oh nona mau mencari penginapan?, Penginapan terdekat ada di sebelah sana nama penginapan nya adalah 'Penginapan Teratai Hijau'. Tapi di sana agak mahal apakah nona punya biaya?" Jawab kakek sambil bertanya ke Ye. "Ya saya punya sedikit uang, kalau begitu makasih ya kek informasinya dan juga saya laki-laki." Ucap Ye sambil memberikan 2 koin Emas ke kakek itu.


Kakek yang di berikan 2 koin emas oleh Ye pun bersujud sebagai tanda terima kasih nya, ya dan dia juga terkejut saat Ye bilang dia laki-laki.


Setelah Ye pergi mencari selama beberapa menit akhirnya dia menemukan Penginapan Teratai Hijau.


"Huft akhirnya ketemu" ucap Ye sambil mendongakkan kepalanya ke ke arah papan nama Penginapan Teratai Hijau. Saat itu juga dia langsung masuk ke dalamnya.


Saat dia membuka pintu dia langsung di perhatikan seluruh orang yang ada di penginapan tersebut. 'Kenapa mereka semua menatapku? Apa ada yang aneh di wajah ku?' ucapnya keheranan karena mereka semua melihatnya, selang beberapa waktu mereka semua sudah tidak melihat Ye lagi.


Dan Ye pun berjalan ke arah ruang resepsionis. Setelah sampai Ye pun berkata kepada resepsionis itu. "Permisi apa ada kamar kosong di sini?"


Petugas resepsionis pun menjawab pertanyaan Ye tersebut. "Ya masih ada nona " Ye yang bosan dengan kata Nona pun menjawab "Aku pesan 1 kamar untuk seminggu. Oh tolong jangan panggil aku nona aku seorang laki-laki."


Petugas resepsionis itu terkejut karena Ye seorang laki-laki. "Ah ya. Maaf Tuan, dan untuk menginap 1 minggu akan membayar seharga 10 koin Emas dan itu sudah termasuk makan di sini" ucap petugas resepsionis kepada Ye.


"Ya aku mau, dan di mana kamar ku?" Ucap Ye sambil meletakan 10 koin emas ke atas meja resepsionis.


"Baik, tunggu sebentar tuan" ucap petugas itu sambil mencari kunci kamar untuk Ye.


"Ini tuan kuncinya dan kamar anda ada di lantai dua kamar nomer 11" ucap petugas itu sambil memberikan kunci ke Ye.


"Terimakasih errgh"


"Panggil saja Yun Xiu tuan"


"Oh ok terimakasih Yun Xiu"


Setelah itu Ye pun berjalan ke arah kamarnya.


"Kamar nomer 11.. nah ini dia"


Setelah masuk dan sedikit membersihkan sedikit debu di kamarnya Ye pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Setelah mandi dan memakai bajunya Ye pun tertidur di kasurnya.


Pagi pun tiba dan itu cahaya matahari menyinari wajah Ye dan membangunkannya.


"Heee udah pagi? Kenapa terasa cepat sekali?"


Setelah Ye pun mandi dan sarapan di bawah. 'Menurut novel-novel yang pernah ku baca katanya penginapan adalah tempat mencari informasi' dan benar saja Ye pun mendengar seseorang membicarakan sesuatu tentang anak wali kota. "Hei apakah kau mendengar kabarnya, katanya anak wali kota si Yan Yan itu di culik dan di perkosa di depan umum oleh ketua sekte Huan, sekte yang jahat dan terkenal di seluruh kerajaan Hong."


Ucap seseorang yang membicarakan tentang sesuatu yang sedang hangat-hangatnya. Orang yang di ajak bicara nya pun berkata "Haish~ kasihan sekali anak wali kota itu. Padahal dia berbakat dan juga cantik"


Setelah mendengar perkataan mereka, sebuah panel pun muncul di depannya tapi dengan latar berwarna merah.

__ADS_1


[ !!! ]


[ Menerima quest besar ]


[ Bunuh seluruh anggota sekte Huan dan siksa mereka dengan cara sekejam-kejamnya ]


[ Hadiah : @$@ ]


[ Waktu : Secepatnya ]


[ Ya / Ya ]


Saat melihat misi dan hadiah itu Ye pun merasa heran kenapa mendadak muncul sebuah quest dan tanpa permintaan nya. Ye pun berkata "Sepertinya dia marah kepada sekte Huan dan menyuruh System untuk memberikan quest seperti ini pda ku" kata Ye menebak bahwa Dia yang menyuruh System untuk memberikan quest ini.


Setelah menerima quest itu Ye pun keluar dari penginapan dan berjalan-jalan di kota.


"Hwaa...! Segarnya udara di sini, tidak seperti di kota kehidupan ku dulu" kata Ye dengan nada bersyukur karena bisa menghirup udara yang sangat segar dan tidak tercemar polusi udara.


Saat sedang melihat-lihat toko Ye melihat ada kerumunan di tengah kota. Karena penasaran, Ye pun menghampiri kerumunan itu dan melihat bahwa ada seorang kakek-kakek yang sedang di pukuli ileh beberapa orang.


Ye yang agak marah pun langsung menghampiri orang yang sedang memukuli kakek-kakek itu dan bertanya padanya. "Maaf kenapa anda memukuli kakek ini?" Tanya Ye kepada orang itu.


Orang yang sedang memukuli kakek itu pun berhenti ketika mendengar perkataan Ye. Orang itu pun berkata. "Itu karena dia memiliki hutang yang sangat banyak pada ku!" kata orang itu sambil menunjuk ke arah kakek-kakek itu yang sedang terbaring lemas.


Ye pun berkata. "Memangnya berapa hutang kakek itu?" Ye bertanya berapa hutang yang di punya kakek itu. Orang itu pun menjawab. "100 koin Emas" jawab nya dengan dingin.


'Banyak nya' ucap Ye saat mendengar jawaban dari orang itu.


Orang itu pun berkata kembali "kenapa apa kau mau membayar hutang nya?!"


Ye pun berkata "Tidak."


Orang-orang yang melihat : "....."


Ye pun melanjutkan perkataannya. "Hei aku juga butuh uang. Tadinya aku mau menolong tapi saat mendengar hutangnya yang besar, aku pun juga tidak punya koin emas sebanyak itu kalian tau, makanya aku tidak jadi membantunya."


Ye pun langsung pergi dari situ dan melanjutkan jalan-jalan santainya.


"Haahh aku tadi seharusnya membantu kakek itu tapi uang ku hanya 86 koin emas." Ucap Ye, tapi saat itu juga ia sadar akan sesuatu.


"Tunggu System kan menyediakan fitur pengatur takdir dan alur kenapa aku tidak mencobanya." Ucap Ye senang sambil membuka panel System dan memilih opsi Pengubah Takdir dan Alur.


"Pencet ini, ini, trus ini..."


"Nah ketemu"


Setelah itu Ye pun memencet tombol itu dan muncullah panel bergambar seperti buku tulis biasa.


"Ok mari kita buat"


[ Kakek itu tidak mempunyai hutang dan orang asing itu tidak terlahir di dunia ini ]


[Ubah?]


Ye pun berkata "ubah!"


[ Alur dan takdir berhasil di berubah ]

__ADS_1


Saat itu Ye pun kembali ke tempat kejadian tadi berlangsung.


"Hmm.. sepertinya benar-benar berhasil" ucap Ye melihat tempat kejadian tadi tidak ada darah dan rusak.


Saat Ye munju perjalanan kembali ke penginapan Ye mendengar suara System yang berkata.


[ Tuan, Alam Semesta Yui kedatangan seseorang reinkarnator dunia lain ]


Ye yang mendengar hal itu pun menghela nafas panjang dan berkata. "Haahh... Seorang reinkarnator yang merepotkan" setelah mengatakan hal itu Ye pergi ke penginapan dan mengembalikan kesadaran ilahi nya ke tubuh yang asli.


 


Di tempat gelap dan sunyi terdapat tubuh seorang yang mulai bergerak.


"Ok System di mana lokasi Alam Semesta Yui berada"


[ Sebelah Alam Semesta Xia Tuan. ]


"....." Ye pun terdiam.


Ye pun berkata dengan nada kesal. "Aaargh kenapa tidak bilang dari tadi..!!"


Setelah kejadian itu Ye pun kembali ke tubuh kloningan nya dan segera terbang dengan kecepatan tinggi dan pergi dari Alam Semesta Xia dan menuju ke Alam Semesta Yui.


Saat sudah sampai ke Alam Semesta Yui Ye langsung saja pergi ke arah seorang reinkarnator berada.


"Sepertinya di sini dia berada" ucap Ye sambil melihat sebuah desa kumuh dan sepi.


Saat itu Ye melihat seorang anak kecil yang sedang bermain dengan seorang wanita paruh baya, yang sepertinya itu ibu dari anak kecil itu.


'hee kau sedang bermain yaa' ujar Ye dalam jati sambil berjalan ke arah anak dan ibu tersebut.


Setelah sampai Ye pun menyapa kedua orang itu. "Permisi bu, saya ingin memberi tahu sesuatu tentang anak ibu"


Ibu dari anak kecil yang mendengar perkataan Ye itu pun berkata. "Oh siapa nona ini? Dan kenapa dengan anak ku yang manis ini? Apa ada yang salah dengannya?"


Ye yang mendengar deretan pertanyaan wanita itu langsung menjawab nya. "Saya Ye dan saya laki-laki jadi jangan panggil saya nona. Dan ada apa dengan anak anda saya akan memberi tahu sesuatu"


Wanita paruh baya yang penasaran itu pun bertanya kepada Ye. "Oh apa itu? Dan sebelumnya maaf telah memanggil anda dengan kata nona" ucapnya sambil membungkuk ke arah Ye.


Saat Ye mengalihkan pandangannya ke arah anak kecil itu, Ye melihat bahwa anak kecil berkeringat dingin.


Pov ???


Saat aku merasakan tatapan orang asing itu aku berkata di kepalaku. 'siapa dia? Apa dia tau sesuatu tentang diri ku yang sebenarnya'


Setelah berkata seperti itu aku melihat dia sepertinya sedang menjentikkan jarinya, saat dia selesai menjentikkan jarinya lingkungan di sekitar ku berhenti bergerak, seolah-olah waktu berhenti.


Saat aku melihat kejadian itu aku langsung berteriak kepada orang itu. "Apa yang kau lakukan jangan mencoba melakukan sesuatu atau aku akan membunuhmu" kata ku dengan nada dingin ke arahnya. Tapi sepertinya itu tidak berguna.


Setelah mendengar perkataan ku orang itu tertawa kecil sambil berkata padaku. "Hei orang nolep berhentilah berpura-pura seperti anak kecil"


Saat mendengar perkataan nya aku pun bertanya kepada nya kenapa dia tau identitas ku, dan dia pun menjawab dengan santai.


"Karena aku Dewa"


[\=\=\=\=\=Bersambung\=\=\=\=\=]

__ADS_1


*Udah yaa :)


Note : Maaf ya kalok alur cerita nya gk menarik dan gak jelas :v


__ADS_2