
Ch.20
Li Liuyun dan Wu Yun bermalam di sebuah penginapan yang tidak layak untuk disebut sebagai penginapan. Tempat tidur mereka terpisah, yaa untuk menghindari kesalahpahaman.
Pagi tiba, tidak seperti biasanya, Li Liuyun dan Wu Yun membersihkan diri mereka dengan skill. Setelah itu mereka pergi dari penginapan dan pegi menuju jalan Mo. Mereka menyusuri jalan dan sampai di depan sebuah paviliun Hao.
Saat akan memasuki paviliun itu, mereka dihadang oleh penjaga paviliun sambil berkata. "Dimana surat undangan kalian? Kalau tidak ada minimal 100 koin emas bisa masuk."
Li Liuyun mengeluarkan 100 koin emas di kantongnya dan memberinya ke petugas itu, setelah menerima koin emas yang diberikan oleh Li Liuyun, penjaga itu mempersilahkan untuk masuk.
Sampai disana Li Liuyun tidak memesan ruangan khusus dan duduk bersama dengan kultivator biasa. Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya pelelangan di buka oleh seorang wanita bohay.
Walaupun begitu, Li Liuyun hanya diam dan peserta lainnya malah memasang wajah yang menjijikkan. Wanita itu langsung berbicara.
"Baiklah, para hadirin. Saya akan menjelaskan tentang beberapa aturan untuk mengikuti pelelangan agar tidak terjadi keributan."
Wanita itu pun memunculkan sebuah kertas dari cincin penyimpanan miliknya. Ia membuka kertas dan mulai membacakan aturannya.
"Baik saya akan mulai membacakan aturannya."
"Pertama, tidak boleh berbohong."
"Kedua, kalau tidak punya koin emas yang banyak, mending keluar."
"Ketiga, tidak boleh ada yang menggertak peserta lain."
"Keempat, tidak boleh mengembalikan barang yang sudah ditawar atau dibeli."
"Sekian itu saja peraturan nya, mohon dipatuhi. Sekarang mari kita mulai pelelangan nya."
Setelah kata itu terdengar. Wanita itu menyuruh barang pertama untuk masuk. Tirai terbuka dan memunculkan pelayan yang membawakan artefak.
"Baiklah, ini adalah barang pertama yaitu sebuah artefak tingkat biasa yang cukup berguna."
Wanita itu mengambil artefak itu dan memberi tahu bahwa kegunaan artefak itu adalah menyembunyikan hawa dan membuat seseorang tidak terlihat.
"Harga awal akan diberikan sebesar 30 koin emas. Dan untuk kenaikannya tidak boleh kurang dari 10 koin emas."
Di salah satu tempat duduk seseorang menawar. "Aku menawar 40 koin emas."
Tidak mau kalah para peserta lain juga mulai menawar.
"50 koin emas"
"60 koin emas"
"100 koin emas"
"1000 koin emas"
Mendengar penawaran itu semua orang mengarah kearah suara itu berasal. Ternyata itu adalah Li Liu- maksudnya tuan muda dari sebuah klan besar.
Atau lebih dikenal dengan nama Ju Gyu, setelah mengetahui siapa yang menawar tidak ada yang berani menawar lagi, dan barang itu jatuh ke tangan Ju Gyu.
Pelelangan pun mencapai ke barang tingkat menengah. Sebuah barang dikeluarkan dan menunjukkan sebuah buku skill. Wanita itu pun berkata.
"Skill ini di temukan oleh seorang kultivator lepas. Dan sudah dikonfirmasi bahwa skill ini berada di tingkat Perunggu."
Seketika suara teriakan bergemuruh setelah mendengar tingkatan dari buku skill itu, bagaimana pun juga skill tingkat Perunggu hanya biasa dimiliki oleh pemimpin sekte tingkat atas maupun kerajaan.
Seseorang di salah satu ruangan khusus pun menawar langsung dengan harga yang tinggi.
"Aku menawar 10.000 koin emas."
Orang yang berada di ruangan khusus lain juga tak mau kalah dan menawar dengan harga tinggi.
__ADS_1
"20.000 koin emas."
Merasa ditantang orang itu juga menaikan harga.
"40.000 koin emas."
"50.000 koin emas."
Dan di salah satu ruangan suara terdengar dengan keras dan memenuhi se isi ruangan pelelangan.
"1.000.000 koin emas, aku dari perwakilan kerajaan meminta para saudara untuk tidak menawar lebih."
Seketika ruangan diam dan sunyi, suara palu terdengar dan wanita itu berkata. "Selamat kepada tuan Tian Jin telah mendapatkan skill tingkat Perunggu."
Acara berlanjut dan sudah memasuki barang tingkat tinggi. Wanita itu mengeluarkan sebuah tanaman dan membuat se isi ruangan terdiam.
"Tanaman ini adalah tanaman api yin, dan biasanya api ini memiliki khasiat untuk menghilangkan penyakit tersembunyi ataupun racun. Harga di mulai dari 1.000.000 koin emas dan untuk kenaikannya tidak boleh kurang dari 1 juta koin emas."
Orang-orang yang duduk di bangku kultivator biasa, hanya diam karena tidak memiliki cukup banyak koin emas. Sampai sebuah suara terdengar.
"2.000.000 koin emas." Suara itu berasal dari anak patriak Sekte Nin. Anak dari Patriak Sekte Nin hanya memiliki bakat yang biasa dan hanya memiliki wajah yang enak dipandang dia bernama Nin Hu.
Ju Gyu yang melihat ada kesempatan langsung ikut menawar dengan harga yang lebih tinggi.
"3.000.000 koin emas."
Nin Hu yang mendengar perkataan dari Ju Gyu memohon untuk berhenti menawar.
Nin Hu menaikkan tawarannya menjadi. "4.000.000 koin emas. Tolong jangan menawar lagi tuan muda Ju Gyu, ini demi kesembuhan kakek saya."
Ju Gyu menawar lebih tinggi lagi. "6.000.000 koin emas. Kalau kau ingin tanaman ini kau harus ikut dengan ku nanti malam." Ucapnya dengan nada aneh.
Nin Hu pasrah dan menerima ajakan dari Ju Gyu. Acara sudah mencapai akhir dan barang yang terakhir.
"Barang yang terakhir adalah tanaman Yin dan Yang. Tanaman ini berasal dari pohon Dao 10.000 tahun yang lalu, tanaman ini ditemukan oleh pendiri paviliun 3 hari yang lalu. Harga awal adalah 10.000.000 koin emas dan untuk kenaikannya tidak boleh kurang dari 10.000.000 koin emas juga."
"1 Miliyar koin emas."
Orang-orang yang mendengar itu terkejut lantaran 1 Miliyar koin emas bukanlah uang yang sedikit bahkan kerajaan harus mengumpulkan 1 bulan untuk mendapatkan koin emas 1 Miliyar.
"Orang mana dia? Uang segitu langsung dikeluarkan dengan santai."
Orang-orang di ruangan khusus juga tak mau kalah dan ikut menawar.
"1.1 Miliyar koin emas."
"2 Miliyar koin emas." Kata kata itu membuat semua orang membeku ditempat. Karena tidak ada lagi yang menawar akhirnya tanaman itu jatuh ke tangan Li Liuyun.
Pada akhirnya pelelangan pun selesai. Tidak seperti di cerita lain, pada perjalanan pulang Li Liuyun dan Wu Yun tidak ada gangguan sama sekali.
Setelah sampai di penginapan, Li Liuyun mengeluarkan sebuah kertas yang berisi resep pil penerobos ranah.
Resep ini berbeda, pil ini tidak dibuat dengan tungku melainkan array. Atau sering disebut array pil.
Li Liuyun meletakkan bahan-bahannya di tengah dan mulai membuat segel tangan dari array pil.
Muncul pola di lantai, pola itu berwarna emas terang. Untuk membuat pil ini dibutuhkan qi yang sangat banyak. Tapi karena tubuh spesial Li Liuyun yang memproduksi qi secara terus-menerus, itu bukanlah masalah.
Beberapa hari berlalu, dan akhirnya pil selesai di buat, Li Liuyun tertidur karena kelelahan. Wu Yun memberikan selimut kepada Li Liuyun agar tidak kedinginan walaupun itu tidak berguna.
Keesokan harinya Li Liuyun pergi ke tengah Hutan dan akan mengkonsumsi pil yang dibuatnya beberapa hari lalu. Dan disepanjang perjalanan dia mendengar berita menarik.
Beberapa hari lalu.
Tuan muda Ju Gyu membawa Nin Hu pergi bersamanya. Ju Gyu memperlakukan Nin Hu dengan baik dan hal itu membuat Nin Hu merasakan sedikit kehangatan dari Ju Gyu.
__ADS_1
Dan di suatu malam Ju Gyu mengajak Nin Hu keluar, Ju Gyu mengajak Nin Hu ketepi tebing di gunung belakang klan Ju.
Ju Gyu pun memulai percakapan kepada Nin Hu.
"Nin Hu, aku ingin berbicara kepadamu tentang sesuatu."
Nin Hu membalas dengan nada malu-malu. "Ya- ya tuan muda, anda ingin berbicara tentang apa?"
"Sebenarnya aku ingin menikah dengan mu, aku sudah lama suka dengan mu. Tapi kau selalu menghindari ku. Jadi apakah kau mau menikah dengan ku?"
Mendengar pernyataan Ju Gyu wajah Nin Hu memerah dan berkata. "Ya tuan muda aku mau"
Mendengar perkataan Nin Hu, Ju Gyu langsung memeluknya dibawah sinar rembulan pada malam hari.
Di saat berpelukan. Segerombolan assassin datang di hadapan mereka. Para assassin itu berkata.
"Kalian bersiaplah untuk pergi ke neraka."
Setelah mengatakan hal itu, para assassin itu menerjang kearah mereka berdua. Ju Gyu mengeluarkan rantai dari cincin penyimpanan miliknya, dan mulai menyerang untuk melindungi Nin Hu.
Mereka bertarung dengan sengit. Saat salah satu serangan assassin itu hampir mengenai Nin Hu, Ju Gyu menahannya dengan tangannya.
Seketika tangan Ju Gyu terpotong, melihat itu Nin Hu merasa bersalah. Serangan demi serangan terjadi, dan para assassin itu sudah memasai Array penyembunyian keberadaan.
Ju Gyu mengeluarkan skill miliknya dan membuat salah satu assassin terluka. Assassin itu tidak terima dan menusuk dada bagian kanan millik Ju Gyu.
"Arrgh- Nin Hu cepat pergi dari sini dan laporkan hal ini ke patriak klan Ju."
"Tapi bagaimana dengan mu?"
Salah satu anggota assassin yang terganggu dengan suara Nin Hu pun mencoba untuk membunuhnya.
Tapi itu langsung dihalangi oleh Ju Gyu dan menyebabkan mata kirinya tertusuk pisau.
"Arrgh-"
"Nin Hu cepat pergi dari sini. Tidak ada penolakan."
"Ba- baik." Walaupun Nin Hu menjawab baik, tapi nyatanya dia tidak kunjung pergi.
Kondisi Ju Gyu sekarang sangat mengenaskan, badannya dirantai dan kaki kirinya terpotong. Dan yang lainnya.
Tidak kuat melihatnya Nin Hu mengeluarkan teknik rahasia dari Sekte Nin.
"Skill pengganti jiwa." Setelah mengatakan itu, tubuh Nin Hu mulai menghilang. Dari kejauhan Ju Gyu yang melihat tubuh Nin Hu mulai menghilang langsung panik, dan dia menyadari teknik yang dipakai oleh Nin Hu.
"Jangan, uhuk- jangan menggunakan teknik itu Nin Hu..."
Tubuh Nin Hu menghilang sepenuhnya dan partikel-partikel jiwa Nin Hu memasuki tubuh Ju Gyu. Setelah itu tubuh Ju Gyu pulih dan dia mengalami peningkatan ranah, dari yang tadinya Core Formation Tahap Menengah, berubah menjadi Ranah Demigod Tahap Awal.
Ju Gyu memutuskan rantai yang mengikatnya dan mulai menyerang kearah kelompok assassin itu dengan membabi-buta.
"Ini semua karena kalian!!" Ju Gyu berteriak mengeluarkan kekuatan penuh, mata Ju Gyu berubah menjadi merah darah.
Dia langsung mengeluarkan jurus pamungkasnya dan berteriak dengan keras. "Kalian, matilah... Skill pengganti jiwa menjadi ledakan."
Dia melemparkan rantai-rantainya kearah kelompok assassin itu. Tidak sempat menghindar mereka tertusuk ujung rantai yang tajam, Ju Gyu menarik rantai dan membuat kelompok assassin itu tertarik kearah Ju Gyu berada.
"Aktifkan."
Sebuah domain tercipta dan mulai menjadi merah, seketika Ju Gyu meledak dengan sekelompok assassin itu.
Sebelum mati, Ju Gyu bergumam. "Aku akan menyusul mu Nin Hu." Setelah mengatakan itu Ju Gyu tersenyum dan benar-benar mati.
[\=\=\=\=\=Bersambung\=\=\=\=\=]
__ADS_1
*Udah yaa :)
Note : sorry kalok dramanya gak berasa🗿