
Ch.4
Di sebuah tempat sunyi dan gelap terdapat seseorang yang sepertinya sedang memainkan sebuah alat musik sambil melihati sebuah layar yang berisi gambar seluruh alam semesta.
"Hahh... Aku sudah di tempat ini selama beberapa ribu tahun dan sekarang aku bosan" keluh pemuda itu yang ternyata adalah Ye.
Setelah beberapa waktu Ye melamun dan memikirkan sebuah ide. Muncullah sebuah ide yang cemerlang di pikirannya.
"Ya itu dia, hahaha aku jeniuss!" ucap Ye memuji dirinya sendiri. "Aku akan membuat sebuah kloning dan memasukkan kesadaran ilahi ku ke dalamnya dan setelah itu merasakan rasanya berkultivasi dari bawah" ya itulah idenya.
Setelah mengatakan hal itu dia langsung membuat kloning dirinya dan langsung memasukkan kesadaran ilahi nya ke dalam kloning tersebut.
Dan setelah beberapa detik kloning itu mulai bergerak dan meloncat-loncat kegirangan. "Hahaha ini berhasill..!, saat ini aku bisa ke alam semesta manapun tanpa tidak sengaja menghancurkan nya" ucap Ye gembira yang berada di kloningan nya sendiri.
"Tapi ranah kultivasi ku masih tinggi bagaimana aku bisa berkultivasi dari awal?"
Ucap Ye yang mengeluh karena ranah kultivasi nya yang masih tinggi (kloningan Ye berada di ranah Eternal).
Setelah memikirkan cara agar bisa menghancurkan kultivasinya dia baru teringat sesuatu dan berkata. "Tunggu aku kan juga memiliki Dantian, kenapa aku tak menghancurkan dan membuatnya kembali?"
"Okee mari kita ambil pedang Penebas Hukum dan segera menghancurkan dantian ini agar bisa ke ranah awal" ucap nya dan segera mengambil pedangnya yang berada di tubuh aslinya.
Saat akan mengambil pedang yang berada di pinggang tubuh utama, Ye merasakan tekanan saat akan mengambil pedangnya.
Setelah beberapa kali mencoba dan tidak bisa, Ye memutuskan untuk membeli sebuah pedang di toko System.
Saat akan membeli sebuah pedang yang menurutnya cocok untuk dirinya nanti dia terkejut dan berteriak. "Apaa..!! Kenapa harganya mahal sekali?!"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
[Pedang Langit Darah] - [Tingkat Emas]
\=Deskripsi\=
-Pedang Langit Darah merupakan sebuah pedang yang terlahir karena pertumpahan darah yang sampai menghancurkan seluruh planet.
\=Kegunaan\=
-Setelah mengenai sebagian tubuh lawan maka pedang akan terus menyerap stamina dan energi lawan sampai habis.
[Harga - 10 Nonillion PT] - [Beli?]
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Setelah melihat kegunaan pedang itu Ye pun tanpa ragu langsung membelinya.
[Berhasil membeli Pedang Langit Darah]
[Poin Tukar tersisa ∞]
"Hahh.. untung saja aku memiliki PT ∞, kalau aku tidak memilik 1 PT pun pasti aku akan mati karena shock" Ucapnya lega karena beruntung memilki PT ∞.
__ADS_1
Setelah mengambil dan mencoba pedang yang baru saja di belinya Ye langsung menusukkan pedang nya ke arah dantian nya.
Dan saat pedang menancap di perut dan mengenai dantian nya Ye merasakan sedikit sakit dan mengeluarkan sedikit darah di sudut mulutnya.
Setelah selesai menghancurkan dan memperbaiki dantian miliknya, Ye langsung saja berteleport ke alam semesta yang acak dan sampailah dia di wilayah timur Kerajaan Hong 'Alam Semesta Xia'.
Saat Ye baru saja sampai dia ternyata terteleport di tengah hutan yang mematikan dan sering juga di sebut 'Hutan Kematian'. Menurut berita yang beredar, setelah seseorang memasuki Hutan Kematian orang tersebut tidak akan bisa keluar.
"hmm... kenapa aku berada di tengah hutan?" ucapnya penasaran tapi tidak terlalu memikirkan nya dan langsung saja jalan-jalan santai di tengah Hutan Kematian tersebut. Mungkin saat orang-orang melihat Ye berjalan-jalan santai di Hutan Kematian mungkin orang-orang akan mengutuk nya.
Note : Ranah kultivasi Ye sekarang adalah Qi condensation tahap awal.
Saat sedang berjalan-jalan santai Ye melihat segerombolan Serigala yang memiliki ranah kultivasi Nascent Soul, Saat itu juga Ye kebingungan karena seharusnya ranah Nascent Soul itu sulit untuk di capai.
Dan pada waktu itu juga Ye bertanya pada System kenapa ada segerombolan serigala yang agak kuat, System pun menjawab pertanyaan Ye.
[Itu karena Tuan berada di tengah-tengah Hutan Kematian wilayah timur Kerajaan Hong]
Saat mendengar jawaban yang di berikan System Ye tercengang karena selama ini dia berada di tengah Hutan Kematian.
"Apaa...! Aku berada di tengah Hutan Kematian?!, Kenapa kau tidak pernah memberitahu ku?!"
[Itu karena Tuan tidak pernah bertanya]
"......" saat mendengar jawaban System nya itu Ye hanya bisa diam membisu dan berkata di pikirannya sendiri 'benar juga ya'.
"Hahh... Pokoknya ini salah mu System" kata Ye tidak mau mengalah.
"Yaa.. it- itu benar" ucap Ye pelan dengan nada agak bersalah.
Ye pun berkata untuk memecah keheningan "System apakah aku bisa mengalahkan segerombolan serigala itu?"
[Sekitar 80% Tuan kalau anda memakai kekuatan penuh Tuan]
"heee... Ku kira aku tidak bisa mengalahkan segerombolan serigala itu" ucap Ye sedikit heran "Yosh akan ku bantai segerombolan serigala-serigala itu" ucapnya semangat.
Saat ini Ye sedang mengintai para serigala-serigala itu dari kejauhan, dan menunggu mereka lengah agar mudah menghabisi mereka.
Saat serigala-serigala itu mulai lengah (tidak memperhatikan keadaan sekitar/tidak waspada) Ye langsung saja menerjang ke arah segerombolan serigala-serigala itu dengan kecepatan tinggi sambil bergumam pelan "Exp aku datangg.." Sambil menarik pedang dari sarungnya.
Pada saat Ye menerjang ke arah serigala-serigala itu, serigala-serigala itu tidak menyadari bahwa maut akan menghampiri.
Dan pada akhirnya Ye menang dengan mudahnya. Ye pun lalu berkata "huhh.. aku belum terbiasa melihat darah yang sangat banyak" ucapnya sambil menghela nafas panjang karena lelah.
Pada waktu itu suara System memenuhi kepala Ye.
[ telah membunuh serigala tahap Nascent Soul tahap awal ]
[ telah membunuh serigala tahap Nascent Soul tahap awal ]
[ telah membunuh serigala... ]
__ADS_1
[ telah membunuh... ]
[ Selamat Tuan telah menerobos ke ranah Core Formation Tahap Menengah ]
[Mendapatkan hadiah Skill Pedang Bulan Tingkat Emas]
[Pelajari?]
Saat mendengar suara System yang berisik itu Ye terkejut karena hanya bisa menembus sampai ranah Core Formation Tahap Menengah.
Ye pun bicara tentang tembusan ranah nya itu "Hei System kenapa aku hanya sampai ranah Core Formation?"
[ Itu karena Tuan memiliki dantian yang sangat luas dan kuat, dengan itu juga kenapa Tuan bisa membunuh ranah yang lebih tinggi dari Tuan ]
Jawaban dari System sukses membuat Ye terkejut karena tidak menyangka memiliki dantian yang luas dan kuat.
'Hahh... Ternyata begitu, pantas saja' ucap Ye pelan sambil menghela nafas panjang.
Ye yang penasaran kepada ranah nya yang sekarang setara dengan ranah apa pun bertanya ke System.
"System ranah ku yang sekarang setara dengan ranah apa?" tanya Ye penasaran.
[ Ranah Demigod Tahap Awal Tuan]
"....." Seperti terkena sambaran petir Ye pun tercengang dan tidak bisa berkata-kata karena ranah kultivasi nya sekarang setara dengan ranah Demigod Tahap Awal.
Ye pun berkata pelan 'Kuatnya aku'.
"Yosh aku akan farming exp sampai menembus ranah Demigod" ucap Ye semangat.
Beberapa hari pun berlalu dan yaa Ye baru saja menembus ranah Demigod Tahap Awal dan tidak mendapatkan kesengsaraan petir.
"hmm.. kenapa aku tidak ada kesengsaraan petir untuk ku?" ucap Ye penasarn karena tidak mendapatkan kesengsaraan petir.
[ Itu karena Tuan lah yang menciptakan kesengsaraan petir jadi petir kesengsaraan takut dengan anda Tuan]
Ye pun paham dan langsung berkata "Yaaa mau bagaimana lagi kan?" ucapnya pasrah.
"Ok System pelajari Skill Pedang Bulan sampai tingkat kesuksesan kecil saja, karena aku mau berusaha sendiri untuk meningkatkan nya" minta System untuk mempelajari skill yang di dapat nya beberapa hari yang lalu.
Malam pun tiba dan memperlihatkan bulan dan bintang yang indah pada waktu malam.
Ye yang melihat pemandangan itu terasa tenang dan tanpa sengaja berkata " Ibu andai saja ibu melihat pemandangan yang indah ini bersamaku, apakah aku harus membangkitkan ibu? " Ye pun tersadar dengan perkataannya dan mengurunkan niatnya "Walau aku bisa menghidupkan ibu kembali tapi aku tidak ingin itu, yang aku ingin ibu tenang di sana".
Pagi yang cerah pun tiba dan menyinari wajah dan badan Ye yang Cantik/Tampan dan sedang tertidur di bawah pohon.
Suara burung berkicauan dan membangunkan Ye dari tidurnya. "Hwaa~ Aku belum pernah tidur seenak ini dalam hidupku-" perkataan nya berhenti ketika dia mendengar sebuah suara pertempuran di dekatnya.
[\=\=\=\=\=Bersambung\=\=\=\=\=]
*Udah yaa:)
__ADS_1