
OPENING CABANG MAWAR CAFFE
Suansana sangat ramai Pak Hendri sebagai pemilik caffe juga hadir tidak ketinggalan Aldo sahabat Reza dan Mahendra Wijaya Grub sebagai insvektor terbesar di Caffe tersebut
setelah melakukan pembacaan do'a selamat dan pemotongan pita cabang mawar Caffe resmi di buka semua tamu undangan dan kolega bisnis di persilahkan masuk dan menikmati hidangan yang sudah di sediakan dan Reza juga tidak lupa mengundang anak yatim piatu hanya ingin berbagi kepada mereka, melihat hal tersebut Melisa pun tidak segan segan menambah amplop untuk anak anak yatim piatu tersebut
" Terima kasih nona Melisa atas partisipasi nya" kata Pak Hendri
" iya Pak... karena setiap harta kita ada hal dari mereka" kata Melisa sambil tersenyum
setelah selesai memberikan bingkisan dan amplop kepada anak anak yatim piatu Melisa, Reza, Aldo dan Pak Hendri langsung masuk kedalam caffe melihat desain caffe yang sangat bagus dan nyaman bisa membuat hati para pengunjung ingin berlama lama di dalam Caffe tersebut
" Selamat ya Pak Hendri.. semoga bisa lebih berkembang lagi dan berkah buat kita semua" kata Melisa
" seharus nya nona memberikan selamat buat Reza bukan saya..." ujar pak hendri " kalau bukan karena kerja keras Reza Cabang dari Caffe mawar ini belum Opening" kata pak Hendi sambil menupuk punggung Reza yang merasa bangga kepada Reza
" Mel... ayo kita nikmati hidangan yang sudah tersedia" kata Aldo
" iya nona Melisa silahkan di nikmati hidangan nya" Kata Reza
" Terima kasih... ayo mari kita nikmati" kata Melisa seraya melangkah menuju berbagai aneka minuman yang ada di Meja dan di iringi oleh asisten Kevin dan Sekretaris Mery
" Kevin dan kamu Mery silah kan nikmati hidangan sesuai selera kalian" kata Melisa kepada Kedua asistennya itu namun hanya di jawab dengan anggukan
" Mel... yuk kita duduk di sana " ajak Aldo sambil mengajak Melisa duduk di meja yang ada di pojokan Caffe
" boleh" seraya Melisa menuju meja yang sudah di tunjuk oleh Aldo
" Al... kamu ternyata sahabatan sama Reza" kata Melisa memecah kan keheningan antara Mereka
" iya... dan kamu sejak kapan kenal sama Reza?" kata Aldo penuh selidik di wajah Melisa
" belum lama saya jumpa sama Reza waktu dia nolong saya yang mau buru buru kerumah sakit sedangkan sopir saya sedang ada masalah di jalan " jelas Melisa
" ooh" hanya kata itu yang keluar dari mulut Aldo
__ADS_1
" selain itu juga saya pernah meeting sama dia karena Mahendra wijaya grub adalah insvektor untuk Caffe ini" jelas nya lagi
" Tapi kamu tidak menyukainya kan?" kata Aldo lagi
" uhuk uhuk..." Melisa tersedak saat dia Aldo menanyakan itu melisa sedang menikmati minuman nya dengan sigap Aldo mengelus pundak Melisa
" stop Al... terima kasih aku udah baik kan" kata Melisa
" kamu kalau bertanya kira kira dikit kenapa... " kata Melisa terlihat kesal
" ya .. aku lihat kamu sangat akrab sama dia " kata Aldo dengan nada cemburu
" Aldo... keakraban itu terjalin karena kita udah saling kenal dan saling menghargai juga sebagai patner bisnis tidak mungkin aku cuek sama dia.. dan seperti aku dan kamu apakah aku harus menyukai mu baru kita akrab? tidak kan.." kata Melisa yang memojokan Aldo seraya Melisa meninggalkan Aldo karena melisa udah kesal dengan pertanyaan Aldo yang tidak masuk akal
" Hai Mel.. kok muka kamu cemberut gitu.. senyum donk.. mana Melisa yang aku kenal yang selalu tersenyum" sapa Reza setelah melihat Melisa cemberut
" gak lucu Rez.." dengus Melisa makin Kesal
" kamu kenapa Mel?" kata Reza yang melihat Melisa makin kesal dengan kata kata nya
" nih aku ada just jeruk... minum ya mungkin bisa mengurangi rasa kesal kamu" kata Reza sambil menyerahkan segelas just yang ada di tangan nya kepada Melisa
" Makasih ya Rez" seraya tersenyum
" nah gitu donk senyum... kalau kamu senyum tambah cantik lho" goda Reza namun melisa langsung menghujani Reza dengan cubitan
" ampun ampun mel.." kata Reza angkat tangan seketika terdengar tawa mereka dan candaan yang sangat hangat keakraban yang terjalin membuat Aldo yang dari tadi memperhatikan mereka berdua terbakar cemburu
" eehheemmm"
terdengar ada seseorang menghampiri mereka yang lagi asyik bercanda tawa seketika tawa mereka berhenti dan serempak menatap kearah sumber suara
" eh kamu Vin... ada apa?" kata Melisa setelah mengetahui siapa orang yang ada di samping nya
" bagaimana keadaan pak Kevin apa sudah sembuh? " kata Reza yang melihat masih ada sisa memar di wajah Kevin
__ADS_1
" masih sedikit yang sakit dan memar" kata Kevin " bagaimana anda tau kalau saya..." belum sempat menyelesaikan kata kata nya melisa sudah memotong nya
" pak Reza yang nolong kita dari begal itu Vin... untung dia datang tepat waktu kalau tidak entah lah" kata Melisa terlintas kembali kejadian waktu itu yang membuat asisten nya babak belur dan bonyok bonyok di wajah nya
" tapi saya sangat terkejut karena sebelum pak Reza datang nona juga sudah menghajar tu para begal" kata Kevin
" ah... biasa saja vin.. " kata Melisa tertunduk malu atas pujian asistennya
" iya Mel.. aku juga tak menyangka kamu bisa sehebat itu.. ternyata di balik sifat lembut kamu ada satu sifat yang mematikan ya" kata Reza seketika terdengar gelak tawa mereka bertiga...
" Mel.. sebaik nya kamu ikut latihan menembak dan kamu juga harus latihan bela diri lagi karena tidak menutup kemungkinan ada orang orang yang tidak suka dengan perusahaan kamu yang semakin berkembang dan maju" kata Reza sambil membuang pandangan nya
" Benar nona... apa yang di katakan pak Reza ada benar nya dunia bisnis banyak persaingan dan ada juga kekerasan" kata Kevin mengagetkan Melisa
" anda baru 15 hari menjalan kan ini semua jadi masih belum mengerti apa yang saya maksud" kata Kevin menjelas kan nya
" trus kamu tau dari mana Rez.. soal..." namun kata kata Melisa belum selesai Reza sudah kembali menjelas kan
" selama aku memegang Caffe pak Hendri banyak ancaman dan kekerasan yang aku alami dan ada juga serangan yang tiba tiba dari saingan bisnis" kata Reza yang medengar itu semua Melisa melototkan mata nya seraya tak menduga begitu keras nya dunia bisnis
" sudah sore aku pamit ya... " kata Melisa
" kamu hati hati Mel... " kata Reza
" Vin mana Mery? " kata Melisa yang dari tadi mencari keberadaan sekretaris nya
" iya non saya juga tak melihat nya dari tadi.. ayo kita pamit dulu sama pak Hendri.." kata Kevin tanpa menunggu aba aba Melisa melangkah kan kakinya menuju tempat pak Hendri berada dan tanpa basa basi panjang lebar Kevin dan Melisa sudah keluar dari Caffe Mawar menuju mobil mereka..
" Vin antar aku pulang dulu ya dan jangan lupa kabari Mery kalau kita sudah pulang" kata Melisa sambil masuk kedalam mobil
" baik nona.." kata Kevin seraya menjalankan mobil nya dan menuju kedianam Melisa
Bersambung
😊🙏 LIKE dan komen ya😊😊🙏🙏🙏
__ADS_1