
Di Caffe
Setelah mengantar Melisa ke Rumah Sakit Reza langsung menuju Caffe tempat dirinya bekerja
" Reza... akhirnya kamu datang juga" sapa temannya
" iya maaf ya saya agak telat tadi ada yang penting di kampus.." jawab Reza
" oya .. tadi pak Hendri menunggu di ruangan nya katanya ada yang sangat penting" kata teman nya lagi menyampaikan pesan atasannya
" baiklah aku segera ke ruangan bos.. terima kasih ya" kata Reza sambil berlalu menuju ruangan bos nya
Tok.. tok tok
Reza mengetok pintu ruangan bos nya
" masuk..." terdengar suara dari dalam ruangan..
" assalamualaikum..." kata Reza setelah berada di dalam ruangan
" waalaikum salam.. silahkan duduk" kata pak Hendri dengan ramah
" ada apa ya pak ? " tanya Reza agak penasaran
" begini Rez..." setelah mengambil nafas pak Hendri melanjutkan kata - kata nya
" saya merasa belakangan ini saya sering sakit sakitan dan kamu tau sendiri saya tidak memiliki anak untuk menggantikan saya di sini, saya berharap kamu tidak keberatan jika saya menitipkan usaha ini ke kamu" kata pak Hendri menatap Reza penuh harap
" maaf sebelum nya pak tapi apa saya pantas menerima ini pak" kata Reza
" Reza... saya sangat percaya sama kamu, kamu jujur dan pekerja keras saya sangat yakit jika caffe ini akan lebih berkembang di tangan kamu " lanjut pak Hendri
" kalau kamu bersedia besok pagi saya akan sampaikan kepada karyawan yang lain untuk hari hari seterus nya kamu yang akan handle caffe ini karena saya ingin beristirahat sejenak" lanjut pak Hendri
" tapi pak.."
" saya sangat beharap sama kamu Rez... saya yakin kamu tidak akan mengecewakan saya.." lanjut pak Hendri karena beliau tidak mau ada penolakan dari Reza..
" jika bapak memaksa.. saya tidak dapat berbuat apa apa lagi.. saya hanya berusaha semaksimal mungkin untuk tidak mengecewaka bapak dan berusaha untuk mengembangkan caffe ini" jawab Reza
pak Hendri langsung berdiri dan memeluk Reza
" terima kasih Reza..." sahut pak Hendri
__ADS_1
" seharus nya saya yang berterima kasih kepada bapak yang begitu sangat percaya kepada saya.." sahut Reza
" kalau begitu saya kembali bekerja dulu pak" kata Reza
" baik lah saya akan siapkan dokumen - dokumen Caffe ini untuk kamu pelajari dan ada beberapa invektor juga di caffe ini" kata pak Hendri kembali duduk di kursi nya
Reza pun permisi keluar Ruangan Pak Hendri
--------------------------------------------------------------------
Keesokan hari nya di Kantor Melisa disambut oleh asisten papa nya
" Selamat pagi nona" sapa asisten tersebut
" pagi pak" jawab Melisa sambil tersenyum
" kenal kan saya kevin " kata pria tersebut sambil menyorongkan tangan nya kepada Melisa agak sedikit canggung Melisa menyambut tangan tersebut
" saya Melisa pak" kata Melisa
" maaf nona panggil saya Kevin saja" kata pria tersebut sambil tersenyum..
" baik lah Kevin... sekarang kamu bisa jelas kan dari mana saya memulai nya" kata Melisa
tak berapa lama mereka sudah sampai keruanga CEO milik papa nya
" silah kan nona " kata kevin sambil membuka ruangan tersebut...
Melisa pun melangkah memasuki ruangan tersebut dan Kevin menyerahkan beberapa berkas kepada Melisa untuk di pelajari
" Terima kasih.." sahut Melisa
" saya permisi keruangan saya nona" kata Kevin lalu keluar dari ruangan Melisa
tak berapa lama Melisa menekan telpon di ruangan nya
" hallo asisten Kevin bisa kamu buat meeting hari ini karena saya mau berkenalan kepada semua karyawan d kantor ini biar saya lebih mengenal mereka" ucap Melisa
" baik nona 10 menit lagi kita akan meeting" sahut Kevin
tak berapa lama semua karyawan berkumpul di sebuah aula yang ada di lantai paling atas kantor tersebut... perusahaan papa Melisa memiliki 11 lantai dan cukup besar bangunan kantor tersebut
pintu ruangan melisa di ketok dari luar
__ADS_1
" masuk" sahut Melisa
" semua karyawan sudah ada di aula nona" kata Kevin
" baik lah.. ayo kita segera kesana" kata melisa seraya melangkah menuju aula tersebut dan di iringi oleh asisten nya
setelah sampai di aula semua karyawan berdiri dan memberi salam kepada Melisa
" selamat datang CEO" sapa para karyawan bersamaan sambil menundukan kepala mereka memberi salam
" Selamat pagi semua silahkan duduk kembali " jawab melisa kemudian dirinya duduk di kursi yang sudah di sediakan
" perkenal kan saya Melisa... mulai sekarang saya akan mengambil alih tanggung jawab papa selama beliau sakit dan saya mohon kerja sama nya" kata Melisa meperkenal kan diri nya dan apa tujuannya berada di kantor papa nya
" mungkin cukup di sini ramah tamah kita dan kalian bisa kembali ke divisi masing masing " kata Kevin
semua karyawan mulai keluar satu persatu dari ruangan tersebut dan hanya tinggal Melisa dan Kevin
" oya kevin... apa agenda saya hari ini... " tanya Melisa datar..
dengan santai nya Kevin membuka buku agenda nya dan menjelas kan beberapa agenda Melisa hari ini
Melisa melirik jam tangan nya dan waktu menunjukan jam 10.30 wib
" oke... ingat kan saya jam makan siang kita akan menemui pak Hendri di caffe nya" kata Melisa sambil beranjak dari duduk nya dan kembali keruangan nya
Didalam ruangan nya Melisa masih di sibukan dengan file file yang menumpuk di atas mejanya dan di pelajari nya satu persatu
HP Melisa berdering ada panggilan masuk di liriknya Hp nya ternyata mama nya yang menelpon
" assalamualaikum.. " kata Melisa sangat lembut
" waalaikum salam sayang... bagaimana hari ini di kantor" tanya mama nya
" ya cukup menyibukkan Ma .. dan maaf ya Ma siang ini Meli belum bisa jenguk Papa karena ada bebera agenda kerja dan pertemuan dengan klaein.." jelas Melisa
" tak apa sayang.. jangan lupa makan siang ya dan jaga kesehatan ya sayang..." kata mama nya
" iya Ma... mama juga jangan lupa istirahat.. Meli sayang mama" kata Melisa dan mengakhiri pembicaraan nya sama mama nya
dan setelag panggilan berakhir Melisa kembali di sibukan dengan file file yang masih menunggu nya
* baru setengah hari aku berkecimpung dengan file file ini aku sudah merasa lelah bagai mana dengan papa ya yang tiap hari mengerjakan ini " batin Melisa sambil geleng geleng kepala menghela nafas.. sebenarnya dirinya tidak menyukai dunia perkantoran yang begitu membosankan tapi apa boleh buat Melisa tidak bisa menolak permintaan papa nya dan dia hanya bisa berdo'a semoga papa nya bisa lekas sembuh dan dia bisa bebas dari ini semua dan dirinya bisa kembali kekampus dan toko kue yang sedang berkembang milik nya
__ADS_1