
Pagi pagi Melisa sudah berangkat menuju kantor papa nya kepergian nya kekantor di antar oleh supir pribadi keluarga nya karena ini pengalaman pertama nya melakukan perjalanan bisnis
" kenapa dari tadi aku gugup ya" katanya pelan namun pak ujang mendengar nya
" maaf non jika saya lancang" kata pak ujang
" ada apa pak?" tanya Melisa
" di bawa rileks saja non kan non tidak pergi sendiri dan ada asisten tuan besar yang akan bantu nona di sana" kata pak ujang dia berusaha membuat majikan nya tidak gugup lagi
" iya pak... terima kasih ya pak" kata Melisa sambil tersenyum...
tak terasa Melisa sudah sampai di kantor dan asisten papanya sudah menunggu di depan kantor bersama sekretaris nya
" bapak langsung pulang aja ya.. nanti kalau Meli udah clear kerjanya Meli bisa langsung pulang sendiri" kata Melisa sambil membuka pintu mobil
" baik non... hati hati ya non" jawab pak ujang
Melisa hanya tersenyum menatap pak ujang
" selamat pagi nona" sapa asisten Kevin
" pagi Kevin..." sapa Melisa
" oya nona saya sengaja mengajak Mery untuk menemani nona karena ini adalah perjalanan bisnis nona yang pertama" jelas Kevin karena dari tadi Melisa menatap Mery sekretaris papa nya berada di samping Kevin
" oh... tak apa apa Kevin saya malah seneng ada teman ngobrol dalam perjalanan" kata Melisa tersenyum kepada kedua orang kepercayaan papa nya
" bisa kita berangkat sekarang" ajak Kevin seraya membukakan pintu mobil untuk Melisa.. namun hanya di jawab dengan anggukan oleh melisa dan melisa pun langsung masuk kedalam mobil dan di susul olen Mery dan Kevin
Melisa dan Mery duduk di kursi belakang sedangkan Kevin duduk di kursi depan bersebelahan dengan supir nya
" jalan pak" peritah Kevin tak berapa lama mobil pun sudah meninggalkan kantor papa nya melisa dan melaju menuju jalan tol
__ADS_1
di dalam perjalanan Melisa di sibukan dengan laptopnya dia mempelajari berkas berkas yang akan di kerjakan nya
" Kevin apa menurut mu klaein kita yang di semarang ini tidak terlalu bertele dalam profosal nya ?" tanya Melisa karena ada yang kurang setuju akan profosal yang di ajukan klaein nya
" poin yang mana saya yang membuat nona ragu?" tanya Kevin balik sambil merail ponselnya dan memperhatikan email yang masuk
" poin 4 dan 5, jika kita setujui apakah tidak berdampak buruk pada perusahaan kita" kata Melisa sambil menatap Kevin namun yang di tanya hanya senyum senyum sendiri
" kalau menurut saya sah sah saja nona tapi jika nona merasa keberatan kita bisa menyampaikan secara baik baik kepada mereka dan meminta mereka revisi ulang profosal nya" kata Kevin namun Melisa hanya mengangguk tanpa tau arti nya
" tuk klaein yang di semarang ini saya mau kamu yang tangani saya hanya akan menunggu hasil nya" jawab Melisa sambil tersenyum
" tapi nona...
" tidak ada tapi tapian kamu laksanakan saya yang saya katakan" belum sempat selesai Kevin bicara Melisa sudah memotong kata kata nya dan memerintahkan Kevin tanpa mau ada bantahan
" baik nona" jawab Kevin melemah sambil garuk garuk kepala nya yang tidak gatal
* ternyata cerdik juga nona Melisa dalam melarikan diri dari masalah" batin Kevin sambil tersenyum sendiri
memakan waktu 4 jam perjalanan akhirnya mereka sampai juga di kota semarang
" kita akan langsung bertemu klaein di hotel A dan langsung meninjau proyek nya selain kita ada juga perusahaan BRUTO karena mereka juga insvektor sama seperti kita " jelas Kevin mendengar penjelasan Kevin Melisa hanya mengerut kan kening nya
* perusahaan BRUTO... kayaknya aku pernah dengar tapi dimana ya" batin melisa sambil berpikir tanpa dia sadari Kevin dan Mery sudah turun dari mobil karena melihat Melisa masih anteng duduk di kursinya Kevin pun membuka kan pintu mobil nya
" maaf nona jangan bilang kalau anda menunggu kami di mobil" kata Kevin penuh selidik terhadap Melisa
" aku memang menyuruh mu menghandle masalah ini tapi aku tidak sepengecut itu juga harus tetap diam di dalam mobil" omel Melisa mendengar omelan Melisa Kevin dan Mery hanya tersenyum
* masih ada kesempatan buat saya melihat keahlian anda menangani kasus ini nona" batin Kevin entah apa yang sedang di rencana kan Kevin kepada Melisa pada hari ini karena kemaren Kevin sengaja diam bagaikan patung berjalan karena ingin mengetahui sejauh mana kematengan materi yang di kuasai Melisa soal berkas berkas klaein mereka tanpa di duga Melisa sangat lugas dan berkharismatik dalam menyampaikan poin demi poin dan Kevin merasa bangga terhadap kemampuan Melisa
" Selamat datang CEO " sambut pak Budi sebagai manager perusahaan cabang di semarang
__ADS_1
" terima kasih " jawab Melisa sambil tersenyum
" anda sudah di tunggu di ruang meeting CEO" lanjut pak Budi namun Melisa hanya menganggukan kepala nya tanda kalau dia mengerti tanpa banyak basa basi pak Budi Mengantar Melisa , Kevin dan Mery keruangan rapat
semua berdiri menyambut kedatangan Melisa dan rombongan
" hai Mel... " sapa Aldo namun hanya di jawab dengan anggukan dan senyuman oleh Melisa
satu persatu para mereka mempersentasekan profosal nya masing masing tak terkecuali Melisa karena secara tiba tiba Kevin permisi tuk ke toilet
setelah Melisa selesai menyampaikan poin demi poin dan juga menyatakan keberatannya atas profosal klaein yang merasa menjanggal dan dengan gampang nya melisa mengusulkan solusi yang mereka hadapi...
melihat dan mendengar penuturan melisa Kevin dan Mery hanya tersenyum bangga dan senang karena tanpa bantuan mereka CEO nya bisa mengatasi masalah genting nya semua yang ada di dalam ruangan setuju atas usulan Melisa dan melisa juga memberikan alasan baik buruk nya idenya
semua yang ada didalam ruangan bertepuk tangan dan tersenyum kagum dan puas atas persentase Melisa
sesi selanjutnya penandatangan kontrak kerja dan langsung meninjau lokasi proyek pembangunan..
" selamat Mel... aku tak menyangka kami sehebat ini" kata Aldo menyalami Melisa
" terima kasih Al.. aku tidak sehebat yang kamu kata kan karena aku hanya pemula" jawab Melisa merendah kan diri
" oya aku permisi dulu ya" kata Melisa seraya menjauh meninggalkan Aldo
" Kevin kemana aja kamu?" tanya melisa kesal saat sudah berada di samping Kevin dan Mery
" maaf nona saya tak tahan lagi " kata Kevin sambil merasa bersalah
" bilang saja kalau kau sengaja " ketus Melisa
namun Kevin hanya cengengesan karena tanpa dia sadar alasan nya sudah terbaca oleh Melisa..
😊😊😊
__ADS_1
Mohon kritik dan saran nya ya...
🙏🙏🙏🙏🙏