
Di kediaman Mahendra Wijaya
Tok tok tok......
suara ketokan pintu
tidak berapa lama pintu pun di buka oleh seorang ART
" selamat malam tuan... mau cari siapa ya?" tanya ART tersebut
" malam... saya Aldo sudah ada janji sama Melisa" kata sang tamu
" baik tuan... silah kan masuk dulu saya panggilkan non Melisa dulu" kata ART tersebut langsung melangkah ke lantai 2 menuju kamar majikan nya
Tok... tok... tok... ATR tersebut mengetok pintu kamar Melisa...
" masuk " jawab Melisa yang lagi asyik baring baring di tempat tidur dengan sebuah majalah di tangannya
" non ada tamu..." kata ART tersebut
" siapa bik ? " tanya melisa
" katanya namanya Aldo non dan sudah ada janji sama nona" kata ART tersebut...
" oooh.. suruh tunggu ya bik saya mau siap siap dulu.. " kata Melisa seraya bangkit dari tempat tidurnya
" bik ijah... jangan lupa suguhi minuman dan cemilan" kata Melisa sebelum bik ijah keluar dari kamar nya
" baik non... bibi permisi dulu non " kata bik ijah mau meninggalkan kamar majikannya tak lupa dia menutup pintu kamar Melisa terlebih dahulu
tak berapa lama bik ijah melangkah menuju keruang tamu tuk menemui Aldo
" tuan ... non Melisa nya lagi bersiap siap...
oya tuan mau minum apa? " tanya bik ijah
" apa ja boleh bik" kata Aldo sambil tersenyum
" bibi permisi dulu tuan" kata bik ijah seraua menuju kedapur untuk membuatkan minuman
tak berapa lama bik ijah sudah kembali keruang tamu sambil membawa nampan yanh berisi teh hangan dan cemilan kue kering dan menyajikan nya kepada tamu nya
" silahkan tuan" kata bik ijah
" terima kasih bik.." kata Aldo seraya meraih air teh yang di sajikan untuk nya
tiba tiba terdengar langkah seseorang menuruni anak tangga dan spontan Aldo menatap siapa yang sedang menuruni tangga tersebut..
tak berkedip sedikit pun mata Aldo menatap Melisa dengan pakaian syar'i nya begitu anggun dan mempersona
__ADS_1
" assalammualaikum..." sapa Melisa mengejut kan Aldo yang dari tadi tidak berkedip sedikit pun menatap Melisa
" waalaikum salam Mel..." jawab Aldo berusaha menutupi salah tingkah nya
" silah kan d minum " kata Melisa sambil duduk di hadapan Aldo
" iya Mel... oya dari tadi aku tak melihat om dan tante? " tanua Aldo merasa heran karena mama dan papa Melisa tak kunjung muncul
" papa di rumah sakit.." jawab Melisa
" papa kamu lagi sakit? " tanya Aldo penuh khawatiran
" iya al.. penyakit nya kambuh" jawab Melisa
" kalau begitu bagai mana kalau kita kerumah sakit saja biar aku sekalian jenguk om" kata Aldo
" boleh... karena tadi siang aku juga belum sempat jenguk papa " kata Melisa
" kita pergi sekarang " kata Aldo
Melisa hanya menganggukan kepala tanda setuju atas saran Aldo
lalu mereka beriringan keluar rumah
" pakai mobil ku saja ya " pinta Aldo
" iya... " kata Melisa
selama dalam perjalanan hanya ada kesunyian tak ada sata patah kata pun yang mereka bicarakan Melisa hanya asyik menatap kejendela mobil menikmati jalanan kota pada waktu malam hari sedangkan Aldo fokus pada jalanan yang agak macet..
" Mel.. bagai mana dengan skripsi mu?" tanya Aldo memecahkan kesunyian mereka
" minggu depan aku udah sidang.." kata Melisa
" oh bagus lah... jadi 1 minggu ni kamu kemana menghabiskan waktu senggang mu?" tanya Aldo lagi
" mulai tadi siang aku menggantikan papa di kantor karna tidak ada yang bisa handle terpaksa aku menuruti kemauan papa" jelas Melisa sambil menghela nafas dan kembali menatap kearah jendela mobil
" bagus donk Mel.. kan kamu tidak bosan dengan cuma diam di rumah saja" kata Aldo lagi
" iya sich... cuma aku tak suka dunia bisnis" kata melisa yang agak kesal
" Mel.. menurut ku kamu harus mulai menyukai dunia perkantoran kalau bukan kamu siapa lg coba yang akan handle perusahaan papa kamu" kata Aldo berusaha memberi semangat kepada Melisa
" kamu sendiri bagai mana Al? " tanya Melisa
" bagai mana apa nya? " kata Aldo yang merasa bingung dengan pertanyaan Melisa seraya menatap wajah melisa
" maksudku ya skripsi dan juga kegiatan mu sehari hari" jelas Melisa
__ADS_1
" oh... kirain apa tadi" jawab Aldo sambil tertawa kecil
" ya kan kamu menanyakan tentang skripsi dan juga kegiatan ku" kata Melisa lagi
" kalau skripsi ku masih dalam masa bimbingan karena masih banyak yang harus di perbaiki tuk kegiatan sehari hari aku bantu papa di kantor dan aku mulai ngurus kantor cabang yang di semarang" jelas Aldo
" wah... hebat donk kamu Al udah megang kantor cabang" kata Melisa dengan bangga
" ya hebat kamu lagi Mel.. kan kamu sekarang CEO Mahendra Wijaya grub perusahaan yang terbesar di asia" kata Aldo
Melisa hanya senyum senyum saja dengan kata kata Aldo yang terlalu menyanjung nya
" Mel... boleh aku tanya sesuatu yang agak pribadi gak" kata Aldo
" tanya aja" kata Melisa dengan enteng nya
" kamu udah punya pacar? " tanya Aldo dan spontan Melisa membulatkan mata nya dan menatap Aldo tajam
" maaf Mel.. jika kamu tak nyaman dengan pertanyaan ku tadi" kata Aldo kemudian karena menyadari tatapan Melisa yang tajam
" aku tak mau pacaran Al... karena aku mau pacaran setelah menikah karena itu lebih baik dari pada pacaran sebelum menikah" jawab Melisa enteng
* pantesan dari dulu dia selalu dingin pada setiap laki laki yang berusaha mendekati nya " batin Aldo
akhir nya mereka sampai ke rumah sakit dan Melisa langsung turun dari mobil Aldo mereka langsung menuju ruang rawat papa nya Melisa
" assalamualaikum...." kata Melisa dan Aldo berbarengan dan membuka pintu kamar rawat papa Melisa
" waalaikum salam..." jawab yang ada di dalam ruangan secara berbarengan tidak di sangka papa dan mama Aldo ada di dalam rawat pak Mahendra
" papa mama ada di sini?" tanya Aldo kaget karena mama dan papa nya ada di ruangan itu
" om tante..." sapa melisa dan melisa pun langsung bersalaman kepada mama dan papa aldo
" gimana Mel hari ini kerjaan di kantor?" tanya papanya
" alhamdulilah bisa Meli handle pa.. dan asisten Kevin juga banyak membatu Meli dan dia juga selalu menjelas kan kepada Meli apa yang harus Meli kerjakan cuma pada saat sudah bertemu dengan klaein dia hanya diam saja mau tak mau Meli yang jelas kan semua" keluh Melisa terhadap papa nya
" biar kamu terbiasa nanganin masalah nya makanya Kevin diam aja" kata papa nya sambil tersenyum
" besok Meli harus ke semarang pa ada yang harus Meli handle di sana dan Meli pergi bersama asisten Kevin" kata Meli lagi
" bagus donk.. jadi kamu harus mulai terbiasa tuk perjalanan bisnis " kata papa nya lagi
namun Melisa hanya menghela nafas panjang dan duduk di sofa
banyak cerita yang terjadi di ruangan pak Mahendra
karena sudah larut malam Aldo pun mengantar kan Melisa pulang dan dia pun langsung pulang kerumah nya
__ADS_1
ππ
mohon kritik dan saran nya ya tuk kelanjutan novel nya biar lebih baik lagiπππ