
Diperjalanan
setelah selesai dengan urusan di perusahaan cabang Melisa dan kedua asistennya pun segera kembali ke Jakarta tidak lupa mereka sholat maghrib terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan pulang
" maaf nona Melisa kalau saya lancang..." namun Mery tidak melanjutkan kata kata nya
" mau tanya apa Mer... jangan sungkan.."kata Melisa seraya menatap Mery yang ada di sebelah nya
" maaf ya nona kalau pertanyaan saya membuat nona kesal nantinya" kata Mery masih ragu ingin bertanya
" katakan saja" kata Melisa sambil memegang tangan Mery dan meyakinkan dia tidak akan tersinggung apa pun nanti yang akan di tanyakan oleh sekretaris nya
" nona sama tuan Aldo sangat serasi sekali" kata Mery masih takut dengan apa yang di sampaikan nya
" hahahahaha..." tiba tiba Melisa tertawa geli atas pertanyaan sekretaris nya melihat hal itu Mery dan Kevin hanya melongo seperti orang bo**h
" aku tidak ada hubungan apa apa sama Aldo... kamu lucu banget sampai mikir kesitu" kata Melisa menatap Mery
" saya melihat keakraban nona sama tuan Aldo tadi siang makanya saya perpikir kalau nona ada hubungan sama tuan Aldo" jelas Mery
" Aldo itu rekan bisnis kita juga teman kuliah saya dan anak dari sahabat papa dan jujur ini baru pertemuan ketiga saya sama dia" jelas Melisa seraya menyandarkan badan nya
" oohh tapi nona sangat serasi lho dan nampak nya tuan Aldo juga suka sama nona" Mery terus nyerocos tak hentinya
" ngacok kamu Mer... kita juga baru ketemu tidak mungkin lah dia langsung suka sama aku" kata Melisa lalu memejamkan matanya
" mungkin saja nona mungkin cinta pandangan pertama" lanjut Mery lagi
" kalau aku pribadi tidak ada perasaan apa apa sama dia hanya sebatas teman aja" kata Melisa yang masih dengan mata terpejam
tidak terasa mereka sudah memasuki perbatasan kota Jakarta
" kita sudah hampir sampai non" kata Kevin
" Ok... " kata Melisa
namun tiba tiba mobil mendadak stop
__ADS_1
" ada apa pak?" kata Melisa membuka matanya yang kaget karena tiba tiba mobil berhenti
" ada tiga motor di depan kita non yang menghadang" kata sopir itu gemetar
" nampak nya begal non kata Kevin " jelas Kevin
" jadi gimana nich pak Kevin?" kata Mery yang mulai panik
" kalian diam saja di dalam mobil biar saya yang keluar dan segera hubungi polisi" kata Kevin
tiba tiba kaca mobil di ketuk dari luar oleh 6 orang laki laki
tok tok tok tok
" buka pintu nya atau kami pecah kan" teriak salah orang begal
" kalian jangan panik ya... biar saya yang keluar" kata kevin seraya membuka pintu mobil dan langsung di tarik paksa oleh dua orang begal dan langsung menghajar Kevin tanpa ampun karena mendapatkan pukulan yang tiba tiba dan tidak sempat melawan disisi lain masih ada beberapa begal yang masih menggedor pintu mobil karena merasa kesal dengan beberapa bekal yang terus teriak teriak dari tadi akhir nya Melisa memilih keluar dari mobil..
baru keluar dari mobil para begal itu langsung menarik tangan Melisa dengan sigap melisa langsung menendang kaki begal yang menarik tangan nya sehingga begal itu tersungkur dan teriak kesakitan pada kaki nya
" oh ternyata jago juga dia" kata salah satu begal dan mengeluarkan senjata tajam
" maaf apa mau kalian?" kata Melisa
" serahkan semua harta anda nona" kata salah satu begal itu lagi
" ambil lah kalau kalian bisa " kata Melisa yang mulai bersiap siap
" ayo hajar wanita itu" salah satu begal memberi aba aba kepada teman teman nya untuk menyerang secara serentak dengan sigap Melisa melawan para begal karena main keroyokan Melisa mulai ngos ngosan juga tapi disaat yang tepat ada seseorang laki laki yang menolong Melisa melumpuhkan para begal itu dan di saat itu pula polisi pun datang dan langsung mengaman kan para begal itu
" Terima kasih nona dan tuan atas kerja sama nya" kata polisi tersebut lalu berpamitan kepada Melisa dan laki laki itu di sisi lain Kevin sudah di tolong oleh Mery dan sopir nya
" Terima kasih atas bantuannya" kata Melisa kepada laki laki tersebut dan melisa pun kaget ternyata laki laki yang menolong nya adalah Reza
" sama sama Mel.. emang kamu dari mana malam malam gini masih di luaran?" tanya Reza
" baru pulang dari semarang Rez ada perjalanan bisnis.. untung kamu bantu tadi kalau tidak entah bagaimana nasib ku dan rekan rekan ku" kata melisa sambil menarik nafas panjang
__ADS_1
" Mel... tangan kamu berdarah ayo sini aku obatin" kata Reza tanpa menunggu jawaban dari Melisa dia langsung mengambil kotak P3K yang ada dalam jok motor nya dan langsung menggobati luka di tangan Melisa juga memar yang ada di muka Melisa
" terima kasih Rez.. " kata Melisa setelah selesai mengobati diri nya
" sini kotak obat nya" pinta Melisa tanpa menunggu jawaban dari Reza melisa pun mengobati luka yang ada di sudut bibir Reza
" Terima kasih ya Mel.."
" sama sama aku yang sangat berterima kasih sama kamu yang sudah nolongi aku sekaligus udah bantu obati luka luka aku" jelas Melisa panjang lebar
"iya sama sama Mel... sebaik nya kamu pulang ya karena sudah larut malam dan rekan kamu yang terluka juga perlu pengobatan lebih lanjut" ujar Reza
" Ok... aku pamit dulu ya Rez.. hati hati di jalan" kata Melisa seraya masuk kedalam mobil dan berlalu meninggal kan Reza
sebelum pulang Melisa mengantar Kevin ke Rumah sakit biar mendapat penanganan lebih lanjut dari time medis
" Pak.. tolong antar kan Mery pulang terlebih dahulu ya" pinta Melisa kepada sopir kantor nya
" baik non... mari mbk Mery saya antar pulang" kata pak sopir
" non saya pulang dulu dan non jaga diri ya jika ada hal yang penting nona kabari saya "kata Mery
" baik lah Mer... kamu istirahat ya.. setelah semua selesai saya juga segera pulang" kata Melisa dan Mery pun langsung meninggal kan Melisa yang masih mengurus Kevin
setelah selesai Melisa mengurus semua administrasi untuk keperluan perawatan Kevin dia pun pamit Kepada Kevin untuk pulang
" hati hati nona dan terima kasih untuk semua nya" ujar Kevin
" sama sama kamu cepat pulih ya... aku pamit dulu karena udah capek banget nich" jelas Melisa
dan sopir kantor pun sudah kembali setengah mengantar Mery pulang dan sekarang sopir itu langsung mengantar Melisa tuk pulang
bersambung
jangan lupa like dan komen ya
😊😊🙏🙏🙏😘
__ADS_1