
Setelah meninggalkan kampus nya Melisa langsung melajukan mobil nya kejalan raya dan tidak tau kemana tujuan yang hendak dia tuju..
" selama ini aku salah mengartikan semua perhatian kamu Rez... hik... hik..." gumam Melisa sambil terisak tangis nya karena dia tak bisa lagi membendung air mata nya
" apa aku terlalu mengharapkan mu Rez.."
" aku tidak menyangka akan sesakit ini rasa nya hanya dengan melihat nya dengan wanita lain" gumam Melisa
tanpa terasa mobil yang di kendarai nya sudah jauh keluar dari perkotaan dan tanpa dia sadari mobil nya memasuki jalanan sepi yang di penuhi oleh pohon kiri kanan jalan
tiba tiba
striiiit... suara rem mobil yang di kendarai oleh Melisa terpaksa di rem mendadak karena tepat di hadapan nya sudah ada sebuah mobil hitam yang menghadang nya
" astaghfirullah... siapa mereka yang menghadang jalan ku" gumam Melisa setelah itu dia melihat kekiri dan kanan memperhatiakan jalanan yang hanya ada pepohonan dikiri dan kanan jalan
" ah.. dimana aku sekarang.. " kata nya lagi
Tok
tok
tok
Suara kaca mobil di ketok dari luar oleh seorang laki laki berbadan besar dan berambut gondrong
" buka mobil nya atau kami pecah kan kaca nya.. " teriak laki laki tersebut
Melisa memeriksa senjata dalam tas nya namun tidak ada dia dapati
" ya ampun aku lupa membawa senjata api ku" gumam Melisa sambil menepuk jidat nya sedangkan di luar makin banyak para penjahat yang mengkrumuni mobil nya bukan hanya 5 orang tapi ada 11 orang
" gila mau main sepak bola atau mau merampok " gumam Melisa
karena dia melihat ada seorang laki laki yang membawa balok kayu mendekat dan ingin memecah kan kaca mobil nya akhirnya Melisa pun membuka pintu mobil nya
" Bismilah... Ya Allah.. semoga engkau memberiku pertolongan.." Do'a melisa dalam hati
" maaf ada apa ya..? " tanya Melisa basa basi
" wah bos ternyata seorang gadis cantik.." kata seseorang setelah melihat melisa turun dari mobil
" Serah kan kunci mobil mu dan juga semua perhiasan mu.." kata seorang laki laki berambut gondrong tanpa basa basi
" maaf ya bang.. ada apa dengan mobil saya?" tanya Melisa lagi
" eh jangan banyak tanya cepat serah kan.." bentak nya lagi
__ADS_1
" kalau abang mau numpang bisa saya antar abang abang mau main bola ya.." kata Melisa lagi yang sok polos nya
" APA KATA MU... MAIN BOLA????" teriak laki laki itu dengan penuh amarah baru kali ini ada orang yang mau dia rampok yang bisa sesantai ini
lalu laki laki itu langsung mendorang Melisa hingga tubuh melisa membentur pintu mobil nya
Bruuukkkg
" aauuww..." pekik Melisa sambil mengusap pinggang nya yang sakit
" Cepat serahkan kunci mobil nya.." bentak laki laki tersebut sambil mencekram pergelangan lengan Melisa
karena sudah cukup Melisa menahan sabar nya tanpa aba aba Melisa pun menendang laki laki yang ada di hadapan nya itu tepat di tengah tengah selangkang nya
" aaauuwwww.... sialan..." pekik laki laki tersebut sambil memegangi pusaka nya dan terguling guling menahan sakit
" berani nya kamu menyakiti bos kami " bentak anak buah nya dan langsung menyeret Melisa menjauh dari mobil nya
" Lepas kan tangan mu..." teriak Melisa
Setelah agak 3 meter di seret Melisa pun menghentakan tangan nya kasar sehingga pegangan pada pergelangan lengan nya terlepas
" wah... berani juga ya.." kata orang tersebut
tanpa basa basi lagi melisa langsung menghajar orang yang sudah menyerat nya habis habisan
" rupa nya dia liar juga..." kata seseorang
" beri wanita itu pelajaran.. " kata salah seorang lagi
akhir nya perkelahian tidak terelak kan tendangan demi tendangan melisa layangkan begitu juga dengan pukulan demi pukulan karena dia hanya melawan seorang diri tenaga nya mulai terkuras dan Melisa pun mulai tersudut kan
" hahahaha... menyerah lah.. " kata Seseorang yang sudah berhasil menjatuh kan melisa karena melihat melisa mulai melemah anak dua orang anak buah lain nya memegang tangan kanan dan kiri Melisa
" berani nya cuma main keroyak.." kata melisa sinis..
" hei kalau kamu memberikan mobil mu secara baik baik.. wajah cantik mu tidak akan pernah terluka seperti ini.." kata orang tersebut sambil menyentuh pipi mulus Melisa yang sudah lebam dan ada darah d sudut bibir nya yang pecah
" singkir kan tangan mu dari wajah ku.." bentak Melisa
" wah.. wah... sudah kalah masih juga mau melawan.." ejek orang tersebut
tiba tiba dari kejauhan nampak sebuah mobil berwarna putih
" ada apa tu..di depan ?" kata seorang wanita pada teman nya
" wah nampak nya rampok lagi nih..." jawab sang teman..
__ADS_1
" korbannya cewek lagi.." kata teman nya
" ya udah kita tolong dia.." lalu melajukan mobil nya setelah dekat lalu dia memarkirkan mobil nya sembarang dan langsung keluar dari mobil
" hei kalian..... " teriak seorang gadis remaja yang memakai jaket abu abu m
" hei bocoh jangan ikut campur... " bentak bos perampok tersebut
" bos bonus ini nama nya" kata seorang anak buah nya sambil tertawa...
" tangkap mereka... " titah sang bos..
delapan orang laki laki bertubuh besar besar menghampiri dua gadis remaja tersebut dan mengelilingi dua gadis tersebut
" kamu siap.." kata teman nya dengan bisik bisik
" aku siap.." jawab teman nya mantap
tanpa ba bi bu kedua gadis remaja itu menghajar para perampok tersebut dengan membabi buta satu persatu perampok tersebut tumbang dan ada yang pingsan begitu juga dengan bos mereka yang sombong tersebut..
setelah memberes kan kumpulan perampok tersebut dua gadis itu pun menghampiri wanita yang menjadi korban perampok tersebut
" kakak tidak apa apa kan" tanya seorang gadis remaja yang menghampir melisa yang sudah lemas tak bertenaga sudah bayak luka dan darah yang mengering pada wajah nya
" alhamdulilah aku masih bisa bernapas" jawab nya sambil tersenyum
" syukur lah kak.." jawab teman satu nya lagi
" terima kasih ya sudah menolong ku.." kata melisa
" iya kak... ayo kami bantu kakak k rumah sakit..." kata gadis tersebut sambi membantu melisa bangkit dan memapah melisa ke mobil nya
" Cyn..kamu bawa mobil kakak ini ya biar aku bawa mobil mu.. tidak mungkin kakak ini nyetir sendiri.." kata teman nya setelah membaringkan Melisa di bangku penumpang belakang
" oke..."
lalu mereka pun melaju meninggal kan tempat tersebut menuju kearah kota dan bergegas mencari rumah sakit terdekat
kita tidak tau kapan akan datang nya musibah dan kita tidak tau juga siapa yang akan menolong kita
**maaf ya kakak kakak kita baru bisa up setelah sekian lama
jangan lupa tinggal kan jejak ya
🙏🙏🙏😊😊😘😘**
__ADS_1