
Hanya keheningan di saat mereka menikmati hidangan makan siang nya tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulut mereka hanya ada dentingan sendok dan garpu saling beradu
30 menit kemudian mereka selesai dengan ritual makan siang nya
" alhamdulilah... kenyang juga akhirnya " kata Melisa sambil meregangkan otot otot badan nya tanpa memperdulikan Reza dan Riyan yang melongo melihat aksi Melisa saat ini
" kalau kamu bilang belum kenyang juga aku malah curiga sama kamu Mel.. " kata Riyan
" curiga kenapa emang nya," kata Melisa
" Curiga yang makan kamu apa orang lain... " kata Riyan tanpa berdosa
" kamu mau ngatain aku makan bareng S gitu.." kata Melisa meninggi
" S ... emang nya siapa tu.." kata Reza penasaran dengan inesial S
" Setan... " jawab Melisa dan Riyan bersamaan
" huuuss kalian ini... tidak ada habis nya ya kalau berdebat.. emang tidak capek" kata Reza yang sudah jenuh mendengar perdebatan Melisa dan Riyan yang tidak ada akhir nya dan membuat Reza sangat heran pada mereka berdua terkadang mesra terkadang kayak kucing dan anjing jika sudah berdebat tidak ada yang mau mengalah satu sama lain nya
" Rez...coba kamu bilang sama sahabat terbaik kamu itu tuk bersikap baik dan sopan sama calon tunangan nya" kata Riyan pada Reza
" Riy... kalian kan udah lama kenal jadi masa kamu tidak bisa buat Melisa bersikap manis terhadap kamu.." kata Reza bingung
" manis ... emang gula... " kata Melisa menimpali
" boleh juga tu.. mulai hari ini kamu harus banyak konsumsi gula ya biar sikap kamu bisa semanis gula" kata Riyan dengan konyol nya
" deabetis kali yang ada kalau aku banyak konsumsi gula" kata Melisa tak terima
" tidak perlu kamu banyak konsumsi gula Mel.. cukup kamu tersenyum dan bersikap tidak nyebelin aja udah sangat manis kok" kata Reza spontan membuat wajah Melisa memerah menahan malu
" wah... kamu lebih mengenal Melisa Rez dari pada aku... rupa nya lama tak berjumpa banyak yang sudah merubah seorang Melisa tapi hanya satu yang tidak berubah" kata Riyan santai
" apa..." kata Melisa dan Reza bersamaan
" judes nya yang tak bisa berubah" kata Riyan
" haahhhhaahahahha" tawa nya
" eh.. kita mau nginap disini apa gimana nich..." kata Reza tiba tiba mengingat kan Riyan dan Melisa
__ADS_1
" ya ampun... udah waktu nya ashar jadi kita langsung balik ke jakarta kan?" kata Melisa
" kita sholat dulu di mesjid terdekat dan langsung balik ke jakarta takut ke malaman di jalan nanti" usul Riyan dan di angguki oleh melisa dan Reza
Setelah membayar makan siang mereka pun langsung melajukan mobil nya ke arah mesjid terdekat, setelah menunaikan kewajiban mereka kepada sang pencipta mereka pun kembali ke Caffe Cabang karena ada dokumen yang harus di tanda tangani dan beberapa hal yang perlu di selesai kan segera.
Waktu sudah menunjukan pukul 17.00 Wib mereka pun memutus kan untuk kembali ke jakarta. Riyan dan Reza secara bergantia mengemudikan mobil sedangkan Melisa hanya tidur di sepanjang perjalanan di kursi penumpang belakang
Setelah memasuki kota jakarta Riyan langsung mengantar kan Reza ke rumah nya..
" Terima kasih bro... " kata Reza
" sama sama.. " kata Riyan tersenyum
" tidak mampir dulu kita bisa ngopi ngopi " tawar Reza
" mungkin lain waktu Rez.. tu kamu tidak lihat putri tidur tidak bangun bangun dari tadi... enak banget tidur nya.." kata Riyan sambil melirik ke arah kursi penumpang belakang
" mungkin dia sangat capek... kamu yang sabar ya menghadapi sikap nya" kata Reza seolah olah menitipkan orang yang sangat dia sayangi
" tenang bro... kalau aku tidak sabar tidak mungkin aku bertahan sampai sekarang" kata Riyan sambil tersenyum
" jangan pernah buat dia kecewa apa lagi sampai dia menangis.." kata Reza
" oke bro aku pamit dulu.." kata Riyan kemudia dia melajukan mobil nya ke kediaman keluarga Melisa
30 menit Riyan sudah sampai di kediaman Melisa. Melihat Melisa masih tidur dengan nyenyak nya membuat Riyan tak tega membangun kan nya dan sampai akhirnya Riyan memutuskan untuk menggendong melisa sampai masuk kedalam rumah nya.
Di dalam rumah nya sudah sangat sepi hanya ada pembantu yang membuka kan pintu dan Riyan pun langsung mengantar Melisa kedalam kamar nya, merebahkan tubuh melisa dengan hati hati dan menarik selimut sampai batas dada melisa
" Selamat malam semoga mimpi indah.." kata Riyan lalu mengecup kening melisa sekilas dan langsung keluar kamar Melisa dan Riyan pun langsung kembali ke kediaman nya.
Cahaya matahari pagi menembus di celah celah jemdela kaca yang masih terutup oleh gorden dan dengan gaya khas bangun tidur Melisa mengucek ngucek mata nya dan meregang kan otot nya
" eemmmmhhh... badan kok masih pegal pegal rasa nya" kata Melisa lalu dia langsung mengambil ponsel nya dan menghubungi asisten nya
Tidak berapa lama panggilan terhubung
" hallo Vin..." sapa Melisa
.......................
__ADS_1
" kamu hari ini tolong handle semua ya.." pinta Melisa
.......................
" oke terima kasih Vin..." kata Melisa lalu dia memutus kan sambungan telpon nya
" hari ini aku mau ke kampus.. rindu dengan swasana kampus.." ucap melisa lalu bangkit dari tempat ternyaman nya dan setelah merapi kan tempat tidurnya melisa langsung menuju kamar mandi melakukan ritual mandi pagi nya.
Hanya memerlukan waktu 25 menit melisa sudah keluar dari kamar mandi mengambil pakaian nya dan memoles wajah nya sedikit dan hasil nya sangat wah sekali terlihat melisa yang sangat Cantik mempersona di pantulan cermin nya
Setelah merasa cukup dan tidak berlebihan Melisa pun keluar dari kamar nya dan menuruni anak tangga dan langsung menuju meja makan
" pagi sayang..." sapa mama nya
" pagi ma... pagi pa..." sapa Melisa lalu duduk du kursi nya seperti biasa
" kamu mau kemana sayang?" tanya sang mama
" mau ke kampus ma.. karena Meli sangat rindu dengan suasana kampus.." kata Melisa sambil mengambil nasi goreng dan telor ceplok ke sukaan nya
" hati hati ya sayang..." kata mama nya
" meli cuma ke kampus ma bukan mau perang... " sahut Melisa
" iya sayang apa salah nya mama suruh hati hati.." kata mama nya
" emmmhh... Meli bagai mana dengan Caffe cabang nya?" kata sang papa menengahi anak dan istri nya
" bagus pa.. tata ruang dan arsitektur bangunan sangat bagus dan Meli yakin akan maju Caffe cabang yang di bangun Reza" jalas Melisa
" bagus kalau begitu.. tidak sia sia kita jadi donatur tuk Caffe tersebut kalau perkembangan nya sangat memuaskan" kata papa nya sangat senang
Bersambung
**maaf ya kakak kaka baru bisa update karena kita banyak kesibukan
jangan lupa Vote like dan komen ya
mampir juga ke karya baru saya
__ADS_1
" Cinta & Waktu** "