
Hampir satu jam perjalanan akhirnya mereka sampai juga kerumah sakit
setelah memparkirkan mobil mereka membantu Melisa turun dari mobil dan langsung menuju IGD
Melihat hal tersebut para perawat langsung membantu dan langsung seorang dokter jaga IGD menangani Melisa
" bagai mana dok keadaan pasien ? " kata salah seorang gadis remaja tersebut
" tidak ada luka yang serius cuma luka memar dan lebam juga luka gores.. " jelas dokter cantik tersebut
" syukur lah.. " kata kedua gadis remaja tersebut
" sebentar lagi pasien akan di pindah kan keruang perawatan.. kalau begitu saya permisi dahulu" kata dokter cantik tersebut
30 menit kemudian Melisa sudah berada di ruang perawatan
" terima kasih ya kalian sudah menolong saya " kata Melisa setelah kedua gadis remaja yang sudah menolong nya tadi masuk keruang perawatan nya
" sama sama kak... " kata kedua gadis tersebut
" oh ya... aku Melisa... " kata Melisa memperkenalkan dirinya sambil mengulur kan tangan nya
" aku sasa kak " jawab salah satu gadis remaja tersebut sambil menyambut uluran tangan melisa
" aku Cyntia kak..." kata yang satu nya lagi langsung menjabat tangan melisa
" senang berkenalan dengan kalian..oh ya kalian jago juga ya bela diri nya" kata Melisa
" sama kak kita juta senang bisa berkenalan sama kakak... ah kakak bisa saja tidak terlalu jago kak.." kata Sasa sok malu malu
" kalau boleh tau kalian masih sekolah atau udah kuliah? " kata Melisa
" kita masih sekolah kak.. mungkin berapa minggu lagi kita mau ujian nasional.." kata Cyntia
" wah... tidak menyangka kalian bisa sehebat itu melawan para perampok pada hal kalian masih sekolah" kata Melisa kagum kepada kedua gadis remaja yang jago dalam bela diri tersebut
tiba tiba pintu ruang perawatan di dobrak oleh seseorang.
bruuugggkkkk
" Melisa..." pekik seorang tersebut sambil menghampiri melisa di atas ranjang perawatan
" ya ampun Mel... kok bisa muka kamu hancur kayak gini.." kata seseorang tersebut sambil memperhatikan wajah melisa yang masih ada memar dan juga ada plaster yang menutupi luka gores
__ADS_1
" aku tidak apa apa kok cuma luka lecet aja.." kata Melisa
" lecet kamu bilang... sudah hampir sekarat kayak gini masih bisa kamu bilang cuma lecet..." kata seseorang tersebut hampir berteriak dan sambil geleng - geleng kepala mendengar jawaban Melisa
" kamu aja yang terlalu berlebihan... kalau mereka tidak main keroyok aku masih bisa menghajar mereka.." Kilah melisa
" sudah bonyok kayak gini masih juga sombong..." jawab nya lagi
" oh ya Riy... dia Sasa dan Cyntia yang sudah menolong ku..dari amukan kesebelasan perampok.." kata Melisa sambil memperkenal kan Sang penolong nya
" hai aku Riyan... senang berkenalan dengan kalian.. dan terima kasih sudah menolong nya.." kata Riyan
" sama sama kakak ganteng..." kata Sasa dengan gaya genit nya
" terima kasih ya udah di bilang ganteng" kata Riyan tersenyum
" hehehe.. kakak memang ganteng kok le menho ja kalah ganteng nya sama kakak" kata Sasa sambil sok malu malu kucing
" wah.... benar kah..." kata Riyan dengan bangga nya
" di lihat dari mana nya kamu lebih tampan dari pada opa opa korea itu.." kata Melisa
" Sasa aja bila aku lebih ganteng dari le men ho... " kata Riyan tak mau kalah
" nyesal aku udah muji kakak ganteng..." kata Sasa tiba tiba
mendengar ucapan dari Sasa Melisa dan Riyan menghentikan perdebatan mereka
" kenapa...? " tanya Melisa dan Riyan bersamaan
" karena kak Melisa bilang kak Riyan cuma ganteng kalau di lihat dari lubang sedotan" kata Sasa
" bbbuaaaahahhahahahha" gelak tawa melisa, Cyntia dan Sasa pecah tidak dengan Riyan hanya diam cemberut
" hebat kamu Sa... udah kamu sanjung tinggi tinggi tiba tiba kamu jatuh kan lagi...hahahahahaha..." kata Melisa masih dengan gelak tawa nya
" aduhh... sakit donk kak kalau jatuh.." kata Sasa
" kak Riyan yang mana nya sakit biar Sasa pijit..." kata Sasa sambil merangkul lengan Riyan manja
" gak ah Sa.. entar udah kamu baik baik gini buat aku senang abis itu kamu hempas kan lagi..." rajuk Riyan... sambil mengerucut kan bibir nya
" idih kak Riy kan cowok kok ngambek sich... gak lucu kalau kakak ngambek entar jadi Riyani lho..." goda Sasa
__ADS_1
mendengar kata kata Sasa Riyan hanya bisa membulatkan mata nya sedang kan Melisa dan Cyntia hanya tertawa karena kata kata Sasa
" Riyani dia bilang... huuuaaaaawww jatuh udah harga diri cowok ganteng ku.." jerit Riyan dalam hati nya meronta ronta
" o ya kak Mel... kita pamint dulu ya .. semoga kakak Cepat sembuh.." ucap Cyntia karena kalau di biar kan lebih lama maka Sasa akan lebih kurang waras lagi
" cepet banget balik nya kan aku masih mau main sama kalian.." kata Melisa
" bahaya kak kalau kita lebih lama lagi di sini karena kak Riyan bisa ternistakan oleh ocehan Sasa" kata Cyntia sambil melirik Riyan yang masih di goda oleh Sasa habis habisan
" Cyn... tukaran nomor dulu biar nanti aku ada perlu bisa hubungi kalian.." ucap Melisa seraya memberikan ponsel nya kepada Cyntia dan Cyntia pun memberikan ponsel nya kepada Melisa
" nih kak udah Cyntia save.." kata Cyntia sambil menyerah kan ponsel Melisa dan begitu juga sebalik nya
" Sa ayo kita pulang..." ajak Cyntia
" kok pulang sich Cyn... aku kan masih mau main sama kak Riyan..." kata Sasa memelas
" iya Cyn... nanti aja pulang nya lagi seru nich.." kata Riyan
" Sa ni udah malam lho.. entar mama sibuk cari kita.." kata Cyntia
" ya ampun iya udah malam rupa nya aku tak sadar hehehe.." kata Sasa
" emang kamu pingsan Sa sampai tidak sadar kalau udah malam " kata Riyan sambil memainkan kedua alis nya menggoda Sasa
" tau ah kak... " kak Mel Sa pamit dulu ya kakak Istirahat biar cepat sembuh kalau kak Riyan macem macem jatuhin aja kak...hehehe.." pamit nya sambil cekikikan
" wah parah kamu Sa... " sahut Riyan
" kalian hati hati di jalan ya " kata Riyan
" iya.. kak " jawab Cyntia dan Sasa bersamaan lalu mereka keluar dari ruangan perawatan Melisa
" dimana kamu nemu bocah kayak gitu Mel..." ucap Riyan
" nemu kamu bilang... sembarangan banget dech mulut tu.." protes Melisa
" maaf... abis Sasa itu lucu banget...sampai aku lupa waktu padahal ada yang mau aku sampai kan" ucap Riyan
" apa yang mau kamu sampai kan Riy.." kata Melisa udah mulai dengan mode serius
" Cuma mau bilang kalau kelayapan tu lihat lihat jalan..." kata Riyan tanpa dosa sambil tertawa terbahak bahak
__ADS_1
bersambung