
Alicia duduk dengan kesal pada Bara, dia merokok di depannya ketika sedang bicara dengan kleinnya. Entah apa yang di pikirkan Bara, sehingga dia merokok di reatoran tadi. Padahal di sana tidak boleh merokok karena bisa mengganggu ketenangan orang yang sedang makan juga.
Makanya dia meminta pulang, dan kini dia masih duduk di mobil Bara. Bara belum juga keluar dari restoran, Alicia melihat ke arah pintu restoran. Dia tidak melihat Bara keluar dari dalam restoran.
"Kok belum juga keluar sih? Kemana dia?" ucap Alicia.
"Kamu mencariku?" tanya Bara baru masuk ke dalam mobilnya.
Alicia menoleh ke arah sumber suara, Bara tersenyum. Dia masuk ke dalam mobil, duduk di samping Alicia yang terlihat kesal padanya.
"Kenapa? Kelihatannya kesal." tanya Bara.
"Kamu suka merokok?" tanya Alicia.
"Ya, kalau sedang suntuk dan sedang tidak suka sama seseorang." jawab Bara.
"Kenapa larinya ke rokok?" tanya Alicia.
"Emm, kenapa ya? Rasanya tenang jika sudah merokok. Kupikir lebih baik pelariannya dengan merokok dari pada mabuk. Apa aku salah?" tanya Bara menatap Alicia.
Alicia diam, benar apa yang di katakan oleh Bara. Lebih baik merokok dari pada lari ke minuman dan mabuk, akhirnya membuar onar dan merusak diri sendiri. Meski merokok juga tidak baik sebenarnya.
"Ya ngga salah, tapi jangan terlalu sering. Aku tidak suka bau rokok." kata Alicia.
"Oke, aku tidak akan merokok di depanmu." kata Bara.
"Jadi di belakangku kamu merokok sesuka hatimu?"
"Tidak, kan aku sudah bilang. Aku merokok jika pikiranku sedang kacau dan tidak suka seseorang. Jadi aku merokok, di mobilku ada rokok juga. Tapi tidak pernah aku gunakan, karena seperti aku katakan tadi." kata Bara lagi.
"Kenapa kamu tidak suka dengan orang? Maksudku dengan Aditya tadi." tanya Alicia.
"Kamu sudah tahu jawabannya tadi di dalam." kata Bara.
"Hei, jawaban yang mana? Kamu tidak memberikan jawaban apa-apa di sana." kata Alicia mengerutkan dahinya.
Bara tersenyum, dia menatap Alicia dalam. Membuat Alicia jadi salah tingkah, dia melengos ke jendela.
__ADS_1
"Apa perlu aku ulangi ucapanku?" tanya Bara.
"Ya?"
Bara diam kembali, dia masih menatap Alicia. Keduanya saling menatap, wajah Bara pun maju mendekat pada Alicia. Alicia diam, dia tidak tahu apa yang akan Bara lakukan padanya. Tapi pikirannya sepertinya Bara akan menciumnya.
Justru Bara malah menoel hidungnya saja, membuat Alicia malu dan membuang wajahnya ke samping. Ekspektasinya Bara akan menciumnya, tapi justru menoel hidungnya saja, Alicia pun menunduk dan tersenyum miring.
Bara tahu Alicia malu dan keki, maka dari itu dia menarik dagu Alicia dan mencium bibirnya lama. Dia mencium penuh kelembutan, membuat Alicia terkejut dan membalas ciuman Bara. Setelah di rasa cukup, Bara melepasnya. Mengusap bibir mungil Alicia dan tersenyum padanya.
"Karena aku mencintaimu Alicia. Aku tidak suka ada laki-laki lain yang mendekatimu. Aku sudah katakan kan tadi di restoran, kamu sekarang kekasihku. Cup." kata Bara.
"Tapi kenapa kamu tidak suka dengan Aditya?" tanya Alicia.
"Karena tatapannya berbeda padamu, dia menatap seperti menginginkan sesuatu. Mungkin dia hanya modus untuk bertemu denganmu dan alasan dia saja untuk menyelidiki tunangannya itu. Dari ceritamu tadi, bahwa dia punya niat lain sama kamu Alicia." kata Bara.
"Kok perkiraanmu terlalu jauh sih." kata Alicia.
"Karena aku laki-laki. Aku tahu tatapan seperti itu pada gadis yang dia sukai itu berbeda. Seperti aku dulu, aku mendekatimu. Dan mencoba akrab denganmu lalu sekarang? Aku bahkan sudah menciummu, karena aku benar-benar mencintaimu Alicia." kata Bara.
Alicia terdiam, dia mencerna ucapan Bara. Dia bukannya tidak tahu, tapi kali ini dia ingin tahu apa yang di inginkan Aditya itu. Jika memang apa yang sangkakan Bara pada laki-laki itu benar, maka dia akan menyudahinya.
"Aku tidak tahu, tapi aku akan hati-hati dan ingin tahu apa yang akan dia lakukan setelah tahu tunangannya itu tidak selingkuh." kata Alicia.
"Ya, terserah kamu. Tapi aku ingin jawabanmu yang tadi." kata Bara.
"Jawaban apa?" tanya Alicia pura-pura tidak tahu.
"Jangan pura-pura Alicia. Aku menyatakan cinta sama kamu, dan apa jawabanmu?" tanya Bara mulai gemas dengan Alicia.
"Emm, entah." jawab Alicia dengan tersenyum dan menatap manja pada Bara.
"Kok entah? Aku ingin jawaban pasti Alicia." ucap Bara lagi.
"Menurutmu, bagaimana?" tanya Alicia.
"Oh, ya ampun. Aku seperti jadi agen cinta Alicia, harus menyelidiki hatinya apakah dia menerima cintaku atau tidak." kata Bara pura-pura kesal.
__ADS_1
"Hahah! Carilah jawabannya." ucap Alicia menggoda Bara.
"Hemm, mencari jawabannya ya?"
"Ya, kamu cari jawabannya. Apakah aku menerima cintamu atau tidak." ucap Alicia bersedekap dengan senyum senangnya menggoda Bara.
Bara menatap Alicia, kemudian dia pun keluar dari mobilnya. Berjalan melewati depan mobilnya, Alicia heran kenapa Bara keluar dari mobilnya. Dan Bara pun membuka pintu mobil depan dan masuk ke dalam, mendorong bangku yang di duduki oleh Alicia hingga gadis itu pun seperti berbaring.
Bara menutup pintu mobil dan memposisikan dirinya di atas Alicia. Dia mencium gadis itu dengan rakus dan lembut. Sontak saja Alicia kaget, dia ingin berontak. Tapi Bara terus saja mendorong dan memperdalam ciumannya, dan akhirnya Alicia pun pasrah.
Lama Bara mencium bibir Alicia, lalu dia pun melepasnya. Menatap wajah gadis itu yang memerah karena malu, Alicia tidak menyangka Bara melakukan itu padanya. Hanya menciumnya karena dia menggodanya tadi.
"Sudah minggir sana!" ucap Alicia mendorong dada Bara cepat.
"Jadi, aku sudah dapat jawabannya darimu. Tidak perlu mengatakannya, dengan sikap dan kamu membalas ciumanku itu adalah jawaban kalau kamu memang mencintaiku, Alicia." kata Bara merubah lagi posisi joknya jadi berdiri lagi.
"Itu memaksa namanya." kata Alicia.
"Karena kamu perlu di paksa, atau aku harus memaksamu terus seperti tadi?"
"Tidak. Cepat antarkan aku ke kantorku." kata Alicia malu dengan ucapan Bara itu.
"Kamu harus terbiasa dengan apa yang aku lakukan sama kamu, Alicia." kata Bara.
"Ya, terlebih lagi perbuatan mendadak menciumku." kata Alicia menoleh ke arah lain.
"Hahah, itu salah satu hal yang penting. Tapi kamu harus tahu, kalau aku orangnya ekspresif." kata Bara lagi.
Dia pun keluar dari pintu mobil dan beralih duduk di belakang kemudinya. Dia menatap Alicia yang masih malu-malu, Bara memegang pipi Alicia. Alicia menatapnya balik dan tersenyum, mencium telapak tangan Bara.
Mobil pun melaju, di sepanjang jalan Bara mengingatkan Alicia untuk berhati-hati pada Aditya. Dia bisa berbuat nekad pada siapa pun yang membuatnya tidak suka atau suka berlebihan.
Hati keduanya kini sedang berbunga-bunga, Alicia dan Bara sudah resmi menjadi sepasang kekasih. Bara menggenggam tangan Alicia, tangan satunya sedang mengemhudi mobilnya dengan pelan. Beberapa kali Bara mencium telapak tangan Alicia, dan sesekali itu Alicia kinj dekat dengan anggota lainnya.
_
_
__ADS_1
**********************