
Selama penyembuhan, Alicia masih di apartemen Bara. Semua kebutuhannya di apartemen itu di penuhi dan di cukupi Bara. Dia juga sering datang ke apartemen untuk menengok sang kekasih di masa penyembuhannya.
Sebenarnya Alicia bosan dengan keadaan dia harus terus di dalam apartemen Bara. Tidak bisa berjalan jauh, bahkan kakinya masih terasa nyeri jika berdiri terlalu lama atau sering berjalan.
Jadi, dia harus menerima keadaannya, Bara juga selalu memberinya semangat agar jangan menyerah dan putus asa belum bisa berjalan seperti biasanya.
Seperti kali ini, dia datang membawa makanan untuk Alicia. Alicia senang Bara datang membawa makanan untuknya, dia berjalan pelan dengan tongkatnya. Bara hendak membantu, tapi di tahan oleh Alicia.
"Aku harus belajar sendiri, nanti tidak bisa jalan terus kalau di bantu sama kamu." kata Alicia.
Bara tersenyum, dia melihat Alicia sekuat tenaga berjalan sendiri mendekatinya. Hingga beberapa langkah lagi, Alicia hampir jatuh dan Bara langsung menangkapnya.
"Huh! Ternyata susah juga ya. Tapi aku tidak akan menyerah." kata Alicia.
"Sudah cukup latihannya. Kamu istirahat saja, aku bawakan pizza untukmu. Kamu pasti lapar kan?" kata Bara.
"Iya."
Bara membuka kotak pizza dan mengambil satu iris di berikan pada Alicia dan satu iris lagi untuknya. Mereka makan pizza dengan lahap.
"Oh ya, aku dapat kabar dari kepolisian kalau identitas yang mengikutimu sudah di ketahui. Dan kamu tahu siapa dia?" tanya Bara.
"Siapa?" tanya Alicia penasaran.
"Habiskan dulu makanan di mulutmu. Tuh semuanya muncrat makanannya." kata Bara mengelap mulut Alicia dengan tangannya.
Alicia tersenyum, dia menghabiskan makanan di mulutnya. Kemudian minum soft drink dan menatap Bara dengan senyumnya yang siap mendengarkan kekasihnya itu bicara masalah identitas pelaku penguntitnya.
Bara tertawa kecil, merasa lucu dengan wajah Alicia seperti anak kecil yang siap mendengarkan ibunya bicara.
"Siapa yang menguntitku itu?" tanya Alicia.
"Seperti duganku, dia memang Aditya. Dia itu memang sudah bertunangan, dan dia tahu tentangmu dari sosial mediamu. Sejak dia tahu kamu dan pekerjaanmu, dia mencoba mrngarang cerita kalau tunangannya selingkuh. Makanya dia menjadi klienmu, dan kamu menyelidikinya kan?" kata Bara.
__ADS_1
"Iya. Aku sudah selidiki, tapi tunangannya itu tidak selingkuh. Bahkan tunangannya juga sudah putus sejak mengetahui Aditya memuja seseorang. Bahkan membadingkan tunangannya dengan perempuan di dalam pikirannya." kata Bara lagi.
"Apa, perempuan itu adalah aku?" tanya Alicia ragu.
"Salah satunya, dia ternyata ada tiga gadis yang dia ikuti dan di teror." kata Bara lagi.
"Jadi memang dia, lalu bagaimana dengan tunangannya itu? Waktu itu aku menyelidikinya lagi, dan tunangannya tidak menunjukkan kalau dia sedang selingkuh. Dan perempuan yang sama yang aku selidiki itu. Bahkan aku pernah bicara dengannya." kata Alicia semakin heran dengan semuanya.
"Kalau yang kedua penyelidikanmu, memang dia sudah putus."
"Tapi kenapa waktu aku dengar pembicaraannya itu dia masih tunangan. Dan katanya tunangannya tidak marah bertemu dengan laki-laki lain."
Bara diam, dia memikirkan apa yang di ucapkan oleh Alicia. Dia memakan lagi pizzanya, melirik jam di tangannya. Sudah pukul satu tiga puluh, dia harus kembali ke kantornya.
"Aku harus ke kantor dulu sayang, kamu tidak apa-apa kan aku tinggal?" tanya Bara.
"Biasanya juga aku sendiri tidak ada masalah." jawab Alicia.
"Oh ya juga ya. Baiklah, setelah kamu sembuh. Aku akan kenalkan kamu sama papa dan mamaku juga adikku. Kebetulan dia liburan minggu depan, jadi sekalian ya kenalan sama Chika." kata Bara.
"Ya sudah, aku pergi dulu. Cup."
Bara mengecup bibir Alicia dan keningnya, kemudian dia lalu keluar dari apartemennya. Tapi satu menit kemudian dia kembali lagi, Alicia melihatnya heran.
"Apa yang ketinggalan?" tanya Alicia.
"Aku haus, belum minum." jawab Bara, Alicia hanya menggeleng saja.
"Oh ya, apa boleh Nindy datang kesini? Kalau boleh, sore ini dia akan kemari." kata Alicia.
"Ya tidak masalah, tapi dia juga harus hati-hati datang kemari. Karena Aditya belum di tangkap dan satu laki-laki yang membantunya itu." ucap Bara.
"Baiklah, aku pastikan dia untuk berhati-hati datang kemari. Terima kasih ya." ucap Alicia.
__ADS_1
"Sama-sama sayang."
Bara lalu keluar, secepatnya dia akan pergi ke kantor. Nanti sore dia akan menelepon Alicia apakah teman kerjanya jadi datang atau tidak.
_
Aditya merasa kehilangan keberadaan Alicia. Dia kesal sekali, kemana Alicia tinggal?
Rumahnya saja kosong sejak masuk dari rumah sakit itu. Dia menyuruh orang untuk menyelidiki di.mana Alicia tinggal.
"Huh! Dia kemana ya? Apa jangan-jangan tinggal di rumah kekasihnya itu?" ucap Aditya sambil menopang dagu.
"Hei Aditya, kamu sedang melamuni apa?" tanya temannya.
"Seseorang yang selama ini jadi obsesiku. Kenapa kamu datang padaku, ada apa?" tanya Aditya.
"Aku menemukan sesuatu di rumahmu, apa kamu merasa ketinggalan pisau kecil?" tanya laki-laki yang menghampirinya tadi.
"Kenapa?" tanya Aditya.
"Huh, kupikir itu memang tidak suka gadis lain setelah tunanganmu batal." katanya.
"Hahah! Aku bahkan terobsesi dengan tiga wanita. Tapi yang menarik adalah Alicia, ya. Dia sangat menarik hatiku, di antara wanita tercantik. Alicia yang menurutku sempurna." kata Aditya.
"Alicia? Gadis baru yang kamu sukai?"
"Ya. Dan sebaiknya kamu tutup mulutmu dan matamu, dia gadis yang aku incar selama ini." kata Aditya.
Laki-laki itu diam, dia merasa aneh dengan Aditya. Namun begitu, dia diam saja dengan sikap Aditya yang aneh itu.
_
_
__ADS_1
*********************