Alicia, Agen Cinta

Alicia, Agen Cinta
33. Di Culik


__ADS_3

Alicia sudah masuk ke kantor agen lagi, meski kakinya harus berjalan pelan dan tidak bisa cepat. Dia memaksa untuk masuk kerja, dan Bara yang akan selalu mengantas jemputnya.


"Apa kamu tidak kerepotan harus mengantar jemputku?" tanya Alicia ketika dia sudah berada di dalam mobil Bara.


"Tidak sayang, ini untuk kebiasaanku nanti jika menikah denganmu." kata Bara.


Alicia tersenyum, rasanya memang Bara benar-benar ingin menikah dengannya. Bara menoleh ke arah Aicia, memegang tangan gadis itu dan Alicia pun menoleh.


Mobil berhenti di depan kantor Alicia, Bara mencium bibir Alicia lalu tersenyum. Dan Alicia pun ikut tersenyum, dia turun dari mobil Bara. Melambaikan tangannya lalu pergi masuk ke dalam gedung kantornya.


Bara hanya menatap punggung Alicia sebelum dia pergi. Hatinya sebenarnya waswas dengan kekasihnya itu, tapi dia membiarkan Alicia bebas bekerja dan nyaman dengannya tanpa ada kekangan darinya.


Mobil pun melaju meninggalkan halaman kantor Alicia. Tanpa Bara tahu, ada motor yang sejak pagi parkir agak jauh dari kantor Alicia. Setelah mobil Bara pergi, pengemudi motor itu pun mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.


Tuuut.


"Halo, ada info apa?"


"Target sudah masuk kerja lagi bos, apa selanjutnya yang harus di lakukan?" tanya penguntit Alicia itu.


"Awasi saja dulu kantornya, kurasa dia tidak akan pergi kemana-mana. Kakinya masih sakit, nanti setelah pulang kerja kamu kejar dia lagi."


"Baik bos."


Klik!


Pengemudi motor itu pun pergi dari tempatnya mengintai. Rencananya dia akan datang lagi sewaktu jam istirahat makan siang. Sementara di kantor Alicia, dia mengawasi dari jendela kantornya pengemudi motor yang dulu pernah mengikutinya.


Sejak keluar dari apartemen Bara, dia merasa ada yang mengikutinya. Dan benar saja, dari jauh dia melihat lagi motor yang dulu mengikuti mobilnya. Dia tidak mengatakan pada Bara kalau mobilnya di ikuti, dia takut Bara akan melarangnya masuk kerja.


"Aku memang harus melakukan sesuatu." ucap Alicia setelah pengemudi motor itu pergi dari tempat mengintainya.


Alicia duduk kembali di kursi kerjanya, masih memikirkan rencananya untuk menjebak Aditya. Saat sedang memikirkan sesuatu, ponselnya berbunyi. Nama Aditya tertera di saja, Alicia diam.


Dia kaget Aditya cepat sekali menghubunginya. Dan ada apa dia menghubunginya baru masuk kantor itu. Lama Alicia hanya menatap ponsel yang berbunyi, kemudian dia mengangkat teleponnya.


"Halo."


"Halo mbak Alicia, apa kabar. Lama ya tidak berjumpa, apakah mbak Alicia sehat?" sapa Aditya di seberang sana dengan ramah dan sopannya.


"Saya baik mas Aditya." jawab Alicia singkat.


"Oh, hahah. Syukurlah, karena kudengar mbak Alicia sedang sakit. Jadi aku menanyakan keadaan mbak Alicia." kata Aditya di seberang sana.


"Terima kasih atas perhatiannya." kata Alicia.


Dia tahu saat di rumah sakit Aditya menunggunya di luar hingga malam hari. Tapi ternyata keputusan Bara untuk memindahkannya ke kamar lain sangat tepat, di depan kamar yang dulunya itu Aditya menungguinya.

__ADS_1


Sangat mengerikan sekali Aditya itu, jadi nanti dia akan melakukan rencananya itu. Memberitahu kekekasihnya tentang rencananya.


_


Alicia memesan ojek online, dia menunggu di depan kantor. Nindy menghampirinya dan bertanya.


"Kamu yakin?"


"Aku yakin, kamu tenang aja." ucap Alicia.


"Ya udah, aku pulang dulu ya. Hati-hati Al." kata Nindy.


"Iya."


Nindy pun masuk ke dalam mobilnya, dia menatap Alicia sejenak lalu menjalankan mesin mobil. Melajukannya pelan dan segera pergi dari kantornya. Sedangkan Alicia masih menunggu ojek online datang, di aplikasi terlihat masih beberapa menit lagi datang.


Hati Alicia sangat cemas, tapi dia berusaha tenang. Memeriksa kembali ponselnya, dan mengirimi pesan pada kekasihnya.


Tak lama, ojek online pun datang menghampiri Alicia. Saat itu ada mobil menghampiri Alicia, namun mobil itu berhenti karena lebih dulu datang ojek online.


Alicia melirik mobil di belakang ojek online itu, dia segera memakai helmnya dan menepuk pundak ojek online.


"Ayo berangkat bang, aku sudah di tunggu di tempat tujuan." kata Alicia.


"Oke mbak." kata ojek online.


Berbelok ke kiri, mobil mengikutinya juga. Saat di jalan sepi, mobil tancap gas dan menghadang motor yang di tumpangi Alicia dan tukang ojek online tersebut.


Akhirnya motor pun berhenti, tukang ojek heran kenapa ada mobil yang menghadangnya.


"Mbak, ini kenapa mobil di depan menghadang jalan kita? Apa mbak kenal dengan penumpangnya?" tanya tukang ojek heran dan takut penumpang mobil itu akan menyerang.


"Tenang saja mas, dia mungkin ingin menemui saya." kata Alicia berusaha tenang.


Dia masih di belakang tukang ojek, tukang ojek itu ingin menghindar. Dia menjalankan motornya tapi ada satu motor yang menghadangnya lagi. Dia semakin ketakutan, baru kali ini ada penumpang dan dia sendiri di cegat di jalan karena gara-gara penumpangnya.


"Mbak, kita pergi saja. Atau mbak lari deh, sepertinya mereka jahat." kata tukang ojek.


Alicia diam saja, dia menatap penumpang mobil turun dari mobilnya. Sedangkan pengemudi motor masih di motornya, dengan helm hitam menutupi kepalanya.


Benar saja, pengemudi mobil itu memang Aditya. Dia berjalan pelan dengan senyum mengembang di bibirnya. Alicia turun dari motor, dia berdiri menatap Aditya mendekat padanya.


"Kenapa mas Aditya mencegat jalan saya?" tanya Alicia berusaha tenang.


"Hahah! Mbak Alicia tidak tahu?" tanya Aditya.


"Tahu apa?" tanya Alicia lagi.

__ADS_1


"Jadi tidak tahu ya?"


Sudahlah, apa yang mas Aditya inginkan? Bukankah semua laporan dan penyelidikan sudah saya lakukan, bahkan saya juga sudah bicara dengan tunangan anda mas Aditya." kata Alicia.


"Bukan itu, aku akan jelaskan pada mbak Alicia jika mau masuk ke dalam mobilku." kata Aditya.


"Saya tidak mau!"


"Heh, tidak mau? Apa aku harus memberitahu secara kasar pada mbak Alicia?"


"Hei! Jangan ganggu penumpangku!" teriak tukang ojek online.


"Diam kamu! Bukan urusanmu!" ucap Aditya membentak.


"Mas Aditya, tolong jangan membuat keributan di jalan." kata Alicia.


"Aku tidak akan membuat keributan, jika Alicia ikut denganku!" ucap Aditya yang tiba-tiba berubah jadi tajam.


Alicia bergidik ngeri dengan ucapan dan tatapan tajam Aditya. Dia bingung harus bagaimana, di ponselnya Bara masih dua puluh menit lagi dia sampai.


Aditya pun mendekati Alicia, Alicia mundur. Tukang ojek online turun dari motornya dan dia ingin mencegah Aditya mendekati Alicia. Tapi pengemudi motor itu menghadang tukang ojek itu.


Alicia pun berjalan cepat menghindar dari Aditya. Tapi karena kakinya jalan lambat, tangannya di tarik dengan mudah oleh Aditya. Dia langsung di bopong oleh Aditya dan di bawa ke dalam mobilnya.


"Tolong! Lepaskan aku, brengsek!"


Bug! Bug!


Alicia berontak untuk lepas dari gendongan Aditya, dia terus memukul punggung Aditya. Aditya kesakitan, tapi dia berusaha untuk menahannya dan segera memasukkan Alicia ke dalam mobilnya. Setelah di bawa masuk, dia mengikat tangan Alicia dan menutup mulutnya.


Dia menyuruh pengemudi motor untuk merusak ponsel Alicia yang jatuh tadi.


"Rusak ponselnya, jangan sampai ada jejak dalam ponsel itu. Aku akan bawa Alicia ke tempat gudangku. Kamu boleh pergi setelah tukang ojek itu kamu siksa." kata Aditya.


"Baik."


"Sisa uang akan aku transfer ke rekeningmu." kata Aditya lagi, pengemudi motor itu mengangguk.


Aditya masuk ke dalam mobilnya, dia melihat Alicia berusaha meraba pintu mobil dan segera ingin keluar, tapi lagi-lagi Aditya mendorong Alicia dengan kasar hingga gadis itu pun terjungkal ke belakang.


"Dasar jalaaang!"


_


_


*****************

__ADS_1


__ADS_2