Alicia, Agen Cinta

Alicia, Agen Cinta
38. Mengikuti


__ADS_3

Alicia kembali bertemu dengan pak Hengky di restoran yang sama dan di meja yang sama pula. Keduanya bertemu di waktu makan siang seperti biasanya. Dan lagi-lagi Alicia membatalkan janji makan siang dengan Bara, tentu saja alasannya karena bertemu dengan klien.


Kini dia mencoba tantangan baru, menerima permintaan pak Hengky. Dia yakin bisa melakukannya, meski harus peras otak. Dan di restoran itu juga dia menunggu pak Hengky datang.


Tak lama, pak Hengky datang dengan membawa tas kerja di tangannya. Dia tersenyum pada Alicia, dan gadis itu berdiri lalu menyalami pak Hengky.


"Lama ya menunggu?" tanya pak Hengky.


"Ngga sih om, beberapa menit lalu aja." jawab Alicia.


Pak Hengky pun duduk. Dia meletakkan tas kerja di atas meja dan membukanya, Alicia memperhatikan apa yang di lakukan pak Hengky itu.


"Ini adalah foto copy chat istriku dengan laki-laki lain. Tidak ada pembicaraan yang mencurigakan sih, tapi om catat nomornya saja." kata pak Hengky menyerahkan lembaran kertas berisi fotocopy percakapan di aplikasi watshap.


Alicia menerimanya, melihat isi fotocopy tersebut. Pak Hengky pun menyerahkan poto-poto yang dia ambil dari status pribadi istrinya. Alicia mempeehatikan semuanya, di sana tertulis tanggal di dua tahun lalu.


"Ini berkas lama om, apa sekarang fotocopyan yang masih baru ada?" tanya Alicia.


"Om belum merekapnya. Nanti kalau sudah om rekap." kata pak Hengky.


Alicia bingung, ternyata pak Hengky sudah mengumpulkan bukti juga tentang gelagat ada main dengan laki-laki lain istrinya itu. Kenapa tidak langsung saja membicarakannya?


"Om, apa sebaiknya om bicara saja sama tante Irma? Karena kan, om saya rasa sudah dapat bukti perselingkuhan tante Irma." kata Alicia.


"Om cuma minta bantuan ketika istri tante sedang berdua dengan selingkuhannya." kata pak Hengky.


"Jadi om sudah tahu kalau tante Irma selingkuh?" tanya Alicia.


"Ya."


"Lalu, tujuan om meminta bantuan saya untuk menyelidiki tante Irma apa om? Saya bahkan sering membatalkan janji makan siang dengan Bara." kata Alicia.


Pak Hengky menarik napas panjang, dia merasa bersalah. Tapi dia ingin agar Bara tahu kalau mama yang sangat dia sayang itu ternyata berhianat pada papanya.

__ADS_1


"Maafkan om, Alicia. Nanti om akan jelaskan semuanya, tapi kali ini tolong ya. Lanjutkan penyelidikannya." kata pak Hengky.


"Kalau mau menyelidiki, biasanya saya tahu posisi target om. Biar saya bisa menyelidiki langsung ke tempatnya." kata Alicia.


"Apa tidak bisa mengikutinya, keluar dari rumah dan mau kemana targetnya?"


"Memang itu bisa di lakukan, tapi kebanyakan mereka memberitahu tentang keberadaan target. Jadi ya, sebelumnya klien mengetahuinya juga kemana target pergi. Tapi jika target tidak memberi tahu, ya tidak bisa secara langsung di selidiki atau di ikuti. Karena kan, memang saya ini khusus klien pasangan kekasih, jadi jarang mengikuti target dari rumah. Berbeda dengan pasangan suami istri yang jadi target, bisa di ikuti dari rumah sih." kata Alicia.


"Om janji hanya sekali ini, dan tidak akan melibatkan kamu. Jika memang Bara mengetahuinya, om yang akan tanggung jawab. Maaf kalau om dulu membuat kamu takut, tapi percayalah om suka sama kamu kok Alicia. Bukan karena kamu harus menerima permintaan om ini, jadi restu om buat kamu." kata pak Hengky.


Alicia tersenyum, dia tahu sebenarnya bukan maksud menekannya. Tapi mungkin memang calon mertuanya butuh bukti kongkrit untuk melihat sendiri atau Bara yang tahu sendiri tentang ketidak beresan mama sambungnya itu.


"Baiklah om, besok saya akan ikuti dari rumah om. Besok saya juga sebagai detektif yang harus mengikuti target." kata Alicia.


"Terima kasih Alicia, dan om minta maaf sama kamu." kata pak Hengky.


Alicia hanya mengangguk saja, keduanya pun sekarang makan siang bersama. Bercerita tentang Bara membuat Alicia senang kalau papa kekasihnya itu mau terbuka dengannya.


_


Mengikuti mama sambung Bara kemana dia pergi dan bertemu dengan siapa. Alicia juga sudah menyiapkan semua perlengkapan penyamaran, seperti kacamata hitam, rambut palsu juga sudah di siapkan dan tak lupa topi.


Kali ini dia akan memakai baju kaos polos di padu dengan kemeja panjang, dan celana jeans ketat berwarna biru. Rambut di kuncir dan tas sebagai alat paling penting dia bawa yang berisi berbagai macam alat untuk mengambil bukti.


"Lho, tumben kamu pakai baju seperti itu Al?" tanya Nindy.


"Ya, aku harus memakai baju seperti ini. Karena targetku kenal sama aku, jadi aku harus berhati-hati. Perlengkapan semua siap, jadi tinggal berangkat saja." kata Alicia.


"Ck, ck ck. Total banget kamu memerankan sebagai detektif. Demi mendapat restu dari calon mertua, hahah!" kata Nindy meledek Alicia.


Alicia pun pergi meninggalkan Nindy yang tadi meledeknya. Dia akan segera ke rumah Bara, karena rumahnya lumayan jauh dari kantornya.


Dia masuk ke dalam mobilnya, pesan dari pak Hengky kalau sekarang memang nyonya Irma ada pertemuan dengan teman-temannya di restoran katanya, jadi Alicia harus bergerak cepat untuk mendapatkan buktinya atau memang benar ada perselingkuhan.

__ADS_1


Satu jam sampai di depan rumah Bara, Alicia memgendarai mobil Nindy agar tidak di ketahui oleh Bara. Dia mengirim pesan pada pak Hengky kalau dirinya sudah ada di depan rumahnya.


Tak lama, terlihat dari luar nyonya Irma masuk ke dalam mobilnya dengan buru-buru sambil menelepon dan menatap ke rumahnya. Alicia curiga siapa yang di telepon oleh istri dari kliennya itu, tak lama mobil keluar dari rumah.


Alicia pun bersiap untuk mengikuti kemana mobil roll royce phantom. Dia takjub dengan mobil yang di gunakan nyonya Hana itu. Mobil mewah yang harganya bisa membeli rumah.


"Mobilnya mewah benar, kemarin sewaktu ke rumah itu. Mobil itu tidak ada, apakah mobilnya baru di beli?" ucap Alicia bicara sendiri.


Matanya terus mengawasi mobil itu kemana perginya. Tapi dia heran, mobil itu bukan pergi ke restoran. Lebih tepatnya pergi ke sebuah wisata pantai.


"Lho katanya mau ke restoran, tapi kenapa perginya seperti mau ke tempat wisata?" ucap Alicia.


Mobil terus melaju, Alicia masih mengikuti. Dia tidak di curigai kalau mobil yang dia tumpangi itu mengikuti mobil nyonya Irma. Setelah memasuki area parkir, benar juga memang mobil nyonya Irma pergi ke wisata pantai. Mau apa pergi ke wisata pantai itu?


Setelah berhenti, Alicia bersiap dengan kacamata, topi dan juga tasnya. Tak lupa juga dia mengunyah permen karet, rambut palsunya di geraikan. Terus dia mengikuti kemana nyonya Irma melangkah.


Hingga di sebuah pinggir pantai berpagar, nyonya Irma menaiki perahu kecil. Dia akan menyeberang agak ke tengah, di mana beberapa cotage berjejer.


"Dia janjian di cotage?" ucap Alicia.


Alicia tetap mengikuti dengan menaiki perahu lain. Dia meminta pada petugas perahu itu untuk pergi ke cotage di sebelah di mana nyonya Irma pergi.


Dia pun sampai, setelah membayar tarif Alicia segera menyiapkan perlengkapan menyadap pembicaraan dan video untuk di pasang di pintu cotage. Menunggu di dalam cotage di sebelahnya.


Rasanya penyelidikan kali ini benar-benar berbeda, karena target memiliki uang jadi dia akan menyewa tempat teraman dan tidak banyak di ketahui. Dan siapa sangka memilih cotage dari pada di hotel.


"Nyaman juga di cotage ini, tentu saja suasananya bikin tenang dan tidak ada gangguan dari siapa pun." ucap Alicia.


Alicia menunggu dengan sabar di dalam cotage itu, entah apa yang di lakukan oleh nyonya Irma. Yang dia tahu tadi ada laki-laki menunggu di dalam cotage itu di depan pintu. Mereka masuk setelah nyonya Irma datang.


_


_

__ADS_1


********************


__ADS_2