Alicia, Agen Cinta

Alicia, Agen Cinta
39. Arisan Berondong?


__ADS_3

Alicia masih menunggu dk cotage. Dia menunggu nyonya Irma keluar, tapi belum juga keluar. Sudah dua jam lebih dia menunggu, hingga empat jam lamanya menunggu. Akhirnya keluar juga mama sambungnya Bara, tapi dia berganti pakaian.


Alicia pun mengerutkan dahinya, dia melihat nyonya Irma dari balik kaca jendela cotage. Nampak keluar seorang laki-laki yang terlihat masih muda. Mereka bergandengan tangan, tapi kemudian sang lelaki memeluk pinggang nyonya Irma.


"Aduh, sayang banget aku ngga kasih penyadap di tiang cotage itu. Kalau aku pasangkan bisa tahu pembicaraan mereka." ucap Alicia masih memantau keduanya.


Dia melihat nyonya Irma berdiri di tiang penyangga, dan laki-laki itu mendekat lalu memeluk dari belakang kemudian mencium pipinya. Alicia kaget, dia melihat nyonya Irma juga membalas ciuman di bibir.


"Waah, ini sangat menarik." ucap Alicia.


Dia terus memantau sambil memotret dan sekaligus merekam. Meski tidak bisa mendengar percakapan mereka, tapi itu bisa di jadikan bukti akurat.


Ada rasa bersalah juga pada Bara, ketika dia mengingat laki-laki itu. Tapi, biarlah jika memang Bara membencinya. Setidaknya dia bisa membantu papanya keluar dari masalah yang selama ini di hadapi. Istrinya selingkuh, dan itu sudah pasti berlangsung lama. Lima tahun, tentu itu tidak mudah bagi pak Hengky memutuskan begitu saja.


"Tante, terus kita akan begini saja? Kapan aku bisa bebas jalan denganmu?" tanya laki-laki yang memeluk nyonya Irma tadi.


"Tenang sayang, tante juga pengen kok jalan bebas sama kamu. Tapi, tunggu sebentar lagi ya. Soalnya tante lagi minta di belikan saham sama Bara, dia sangat sayang sama mamanya ini. Pasti akan di turuti kemauan tante itu." kata nyonya Irma.


"Oh ya tante, tadi aku lihat mobilnya baru deh. Gila, tan. Itu mobil mewah dan mahal." kata lelaki itu.


"Hahah, itu aku beli dari tabunganku dan sisanya aku minta sama Bara dan papanya. Aku kumpulkan semuanya, biar nanti bisa buat modal." kata nyonya Irma.


"Hemm, tante licik ya. Hahah!"


"Tentu, tante ingin bebas." ucap nyonya Irma lagi.


Begitu pembicaraan kedua sejoli yang sedang berselingkuh. Pembicaraan mereka ternyata ada di dalam cotage lagi, dan terjadilah sesuatu yang tidak senonoh di dalam cotage itu.


"Kamu nakal ya." ucap nyonya Irma.


"Tante juga hebat, masih oke aja nih di ajak enak-enak lagi." kata sang lelaki.

__ADS_1


Kini mereka pun kembali menikmati perselingkuhan di dalam cotage itu. Sedangkan Alicia melirik jam di tangannya, dia memperkirakan sudah waktunya selesai. Tidak harus menunggu nyonya Irma selesai dengan selingkuhannya


Alicia pun mendekat pada cotage yang di sewa nyonya Irma dengan sangat hati-hati. Dia mengendap dan menunduk untuk mengambil rekaman yang dia tempelkan di dekat pintu cotage.


Setelah mendapatkan rekaman tempel itu, Alicia pun segera pergi dan menaiki perahu penghubung antara cotage dan pinggiran pantai. Dia akan membuka rekaman tempel itu, semoga saja semua dia dapatkan dari rekaman itu.


_


Sampai di kantor, Alicia tidak sabar ingin melihat isi rekaman itu. Dia ingin tahu, apa yang di lakukan oleh nyonya Irma dan lelaki selingkuhannya itu. Berharap percakapan di depan cotage itu bisa tertangkap juga.


Dia ambil rekaman tempel dan segera dia masukkan mikrochipnya ke laptop. Mencari file baru, dan dia mendapatkannya.


"Ini bakal mengejutkan seperti mantan pacar Bara ngga ya? Soalnya kasihan sekali, dua perempuan yang sangat mereka cintai harus terjebak dalam cinta sesaat. Jika tante Irma itu terpikat berondong sampai harus mengorbankan kasih sayang anak sambungnya dan juga suaminya, tentu yang lebih sengsara adalah adik Bara. Chika, kenapa juga harus terpikat sama berondong ya?" ucap Alicia.


Alicia mengklik file dan memeriksa file yang baru saja dia dapatkan. Ada rasa deg-degan juga ketika file itu baru loading, lalu terbuka file tersebut. Dia mengklik lagi untuk membukanya, video rekaman itu berputar.


Rekaman tempel itu memang ada rekaman video juga, meski samar tapi bisa terlihat apa yang ada terjadi di dalam cotage itu. Alicia memperhatikan dan melihat langsung dari awal percakapam hingga terjadi hal di luar kendali dan tidak senonoh.


Alicia berpikir, bagaimana jika itu dia berikan pada pak Hengky, apakah akan sakit hati atau bagaimana? Dia tidak mau semua yang di lakukannya itu membuat hubungan suami istri itu jadi buruk, bahkan terjadi perceraian.


"Al, kamu sedang apa?" tanya Nindy tiba-tiba masuk.


"Aku lagi bingung, ini di luar dugaan Nin. Aku bingung bagaimana menyampaikan hasil penyelidikanku pada om Hengky." kata Alicia.


"Maksud kamu apa?" tanya Nindy.


"Aku ngga tega menyampaikan file ini ke om Hengky." kata Alicia lagi.


Nindy belum mengerti, dia lalu melihat laptop. Memutar file yang ada di laptop. Mulut Nindy juga menganga, dia menutup lagi file yang tadi dia lihat itu.


"Itu, mama sambung pacarmu?" tanya Nindy.

__ADS_1


"Iya, dia sejauh itu melakukannya. Bahkan dengan tega memperdaya Bara juga." kata Alicia.


"Maksudnya?"


Alicia membuka file tadi, tapi di percepat dan menemukan percakapan lain antara berondong dan nyonya Irma.


"Waah, gila. Tante itu kan udah tua juga, kenapa tidak memikirkan kebahagiaan anaknya saja. Kenapa harus main dengan berondong?" tanya Nindy.


"Aku ngga tahu, tapi kupikir tante Irma ini punya kelompok arisan yang ngga biasa. Kamu ingatkan sewaktu klienmu yang mempunyai kelompok arisan berondong. Bisa jadi tante Irma ini dengan berondongnya dapat arisan. Dan berondong itu yang tante Irma dapat." kata Alicia.


"Waah benar, mungkin saja berondong itu yang di jadikan bahan arisan. Siapa yang dapat, dia bisa di ajak kemana-mana atau mendapatkan apa yang dia tawarkan dari si tante-tante asal dia di puaskan." kata Nindy.


"Mungkin seperti itu tante Irma."


"Apa kamu selidiki kelompok arisannya itu?"


"Aku belum sempat, kata om Hengky tante Irma itu izin mau bertemu dengan teman-temannya. Kupikir memang pergi dengan teman-temannya itu, jadi aku pakai baju begini dan harus memakai wig juga." kata Alicia.


"Hemm, kamu dapat langsung pada intinya Alicia. Pekerjaanmu sebenarnya sudah selesai, tapi ada baiknya kamu ikuti lagi tuh tante Irma. Mengenai benar tidaknya dia mendapatkan berondong itu dari arisan tante-tante."


"Jadi, aku simpan dulu file ini? Dan menyelidiki lagi tante Irma?"


"Ya, setidaknya ada kaitannya dengan yang kamu temukan itu. Dari mana tante Irma mendapatkan berondong itu jika bukan dari arisan tante-tante itu." kata Nindy.


Alicia diam, dia pun mengangguk. Dia menyimpan file yang tadi dia dapatkan di cotage. Setelah semua beres akan dia berikan pada pak Hengky jika memang itu di butuhkan.


_


_


*********************

__ADS_1


__ADS_2