Although Time Keeps Going Back

Although Time Keeps Going Back
Bab 9 "Target Pembicaraan."


__ADS_3

Andi berjalan memasuki ruang guru yang minim penerangan. Ruangan yang sepi membuat dia sedikit penasaran. Sebab ruang guru merupakan tempat yang sulit dimasuki oleh murid.


Kedua matanya bergerak cepat ketika menemukan buku besar yang telah dibuka dekat dengan jendela. Jendela itu terlihat sengaja dibuka. Berkat hal itu, beberapa lembaran bukunya menjadi berserakan di beberapa tempat.


Andi menemukan kalau kertas yang dia temukan sebelumnya mungkin berasal dari buku itu. Jadi, dia mengambil kertas yang telah dia lipat dan masukkan ke dalam kantung celananya. Kedua matanya tergerak membuka halaman buku dengan segera.


Ada embusan kecil yang keluar dari mulut Andi. Dia berhasil menemukan tempat seharusnya dari lembaran kertas yang dia temui tadi.


Tepat di samping halaman yang bergambar lingkaran hitam. Ada gambar cetak biru dengan alat aneh yang belum pernah dia lihat sebelumnya. Alat itu seperti kerucut yang dibangun di atas banyak dadu. Tepat di atas kerucut itu ada sebuah jarum besar yang mengarah ke atas.


Merasa penasaran, Andi membuka halaman pertama dari buku itu. Dia terkejut kalau buku itu terlihat seperti sebuah buku penelitian. Tapi, dirinya heran, kenapa buku yang terlihat penting malah ditinggalkan di ruang guru.


Dengan segera, Andi tenggelam dalam buku yang baru saja dia temui beberapa saat lalu.


Roger Penrose. Theory Conformal Cyclic Cosmology. Abbe Lemaitre. 1920. Theory Big Bang. New Hypotesis Suggests Parallel Universe Were Produced By The Big Bang.


Semua hal tersebut semakin membuat Andi tidak mengerti. Kepalanya terasa semakin pecah. Jadi, dia mempercepat buku yang dipenuhi banyak tulisan itu.


...__________...


[Project Mini Big Bang]


Diusulkan oleh Komite.


Dalam Kosmologi Siklik Konformal (Conformal Cyclic Cosmology) alam semesta beriterasi melalui siklus yang tak terbatas dengan masa depan yang tak terhingga.


Projek rahasia ini dibangun dan dibuat untuk kepentingan masa depan bumi serta komite. Kesediaan Kepala Sekolah SMA Putra Bangsa yang mengijinkan membangun projek ini dibawah sekolahnya adalah bagian terpenting dalam projek demi membangun dunia ini. Dengan pengawasan agen terpercaya, projek eksperimen ini berhasil menipu mata dunia.


Walau beberapa tahun ke belakang menyimpan banyak kegagalan dalam penciptaan elemen abadi dari bola hitam dengan korban yang sudah tak terhitung jumlahnya. Tepat pada November lalu, projek Mini Big Bang berhasil dibuat dan akan dijalankan pada Desember tahun depan. Semuanya demi kesempurnaan.


Semua korban yang dinyatakan hilang secara misterius. Sudah jelas, berhasil disingkirkan dan tidak menimbulkan kecurigaan karena cara kerja projek Mini Big Bang yang semakin sempurna mendekati cara kerja tuhan dalam mengatur alam semesta.

__ADS_1


...__________...


Andi terkejut setelah mengetahui ada banyak nama korban dalam projek rahasia ini yang menghilang tanpa jejak. Jangankan dari pihak murid, bahkan orang-orang dari luar sekolah juga menjadi bagian dalam eksperimen gila ini.


Kedua mata Andi bergetar ketika menemukan halaman berisi tentang para ilmuwan yang menciptakan alat gila ini. Sebuah alat yang disebut mampu menciptakan dunia.


Namun, tepat sebelum dia membukanya. Tiba-tiba terdengar beberapa tembakan dari arah belakang punggungnya. Andi langsung terjatuh ke lantai dan melihat beberapa orang berpakaian hitam bergerak masuk.


...***...


"Kalian tau pak Gandhi?" tanya Nagita.


Rian dan Naura mengangguk karena dia cukup dekat dengan pembina OSIS. Disisi lain, Amanda dan Nara langsung menggelengkan kepala. Tentu, pak Gandhi hanya mengajar di kelas dua.


Pak Gandhi adalah guru Fisika yang pintar. Walau umurnya baru 38 tahun. Dia telah mendapat banyak penghargaan sains di seluruh dunia. Berkat kecerdikannya, terkadang SMA Putra Bangsa sering kedatangan tamu dari luar sekolah yang ingin sekali bertemu dengannya.


"Ada apa dengannya?" tanya Rian.


"Apa ada yang terjadi?" balas Nara.


Nagita mengangguk. Dia berkata ada hal lain yang tidak ingin dia ungkapkan. Jadi, dia meminta Rian dan Naura dari pihak OSIS yang sudah dekat dengan para guru.


Rian sebenarnya tidak ada masalah dengan hal tersebut. Tapi, disisi lain, Naura juga berkata kalau menemui pak Gandhi akan sulit bagi OSIS.


"Pada perputaran waktu yang sebelumnya. Aku sudah pernah menemuinya. Dia duduk di barisan depan para guru. Jadi, tentu saja, keberadaan OSIS akan mudah diketahui dan mencolok."


Rian mengerti untuk sesaat sambil memegang dagunya. Yang dikatakan oleh Naura ada benarnya. Hal itu akan mencolok baginya. Jadi, Rian akan menggantikannya.


"Aku ini sekretaris OSIS. Jika ada surat atau undangan yang berasal dari luar. Pasti akan melewatiku. Jadi, apa yang harus kulakukan?" tanggap Rian.


Nagita menjelaskan situasinya. Dia meminta Rian untuk menyeretnya jauh dari pandangan orang lain. Karena itu, dia meminta Rian memikirkan tempat strategis baginya.

__ADS_1


Rian untuk sesaat memikirkan tentang belakang sekolah. Tapi, keberadaan pak Gandhi yang mencolok tentu akan menyusahkannya. Dengan segera, Rian mengusulkan tentang perpustakaan kepada Amanda.


Sebagai orang yang sudah sering menempati perpustakaan. Amanda terlihat memutar otaknya ketika mendapatkan celotehan dari Rian. Setelah dipikir sejenak, Amanda berkata kalau perputaran harusnya sepi pada pagi hari.


"Tapi, akan ada beberapa orang yang masuk ke perpustakaan pada jam siang. Entah itu murid atau guru. Yah, lagipula itu adalah jam istirahat."


"Aku mengerti situasinya," ucap Rian, "Jadi, mau dilakukan sekarang?"


"Tentu saja," kesal Nagita.


...***...


Semua orang dalam perkumpulan Tempo Sercanto segera berjalan ke arah perpustakaan yang ada di lantai dua di gedung tengah. Meninggalkan Rian sendirian berjalan di koridor sekolah sambil menuju ke tempat panggung pentas seni.


Seperti yang dijabarkan oleh Naura. Pak Gandhi sedang bersama para guru dan menikmati acara pentas seni. Pak Gandhi duduk dibarisan depan sambil tersenyum kecil.


Belum saja, Rian berjalan melangkah. Secara tiba-tiba, Rian menemukan Nagita yang sedang berjalan mendekat ke arah pak Gandhi. Rambut kuncir kuda dengan jaket hitamnya sangat mencolok diantara pada murid. Merasa pusing, Rian langsung memegang kepalanya.


"Bukannya dia ada di perpustakaan dengan yang lain?" gumam Rian, "Apa Nagita berubah pikiran?"


Belum saja, Rian tenang. Tiba-tiba dari arah belakang ada Nagita yang tidak mengikat rambutnya. Namun, jaket hitamnya dia ikat di bagian pinggang.


"Sebenarnya apa yang sedang terjadi?" keluh Rian.


Rian langsung mundur dan bersandar pada bagian tiang koridor. Beberapa orang yang melewati koridor menanyakan kesehatannya karena Rian terlihat pucat. Rian dengan cepat menjawab kalau dia baik-baik saja.


Tiba-tiba terdengar suara teriakan dari dua sisi. Kedua Nagita berteriak dengan bersamaan karena melihat wujud mereka sendiri. Mereka berdua berjalan cepat untuk mendekat. Semua itu mampu dilihat oleh Rian yang sedang bersandar pada tiang.


Kedua mata Rian melihat keadaan sekitar. Sialnya tidak ada orang yang mampu melihat kedua Nagita. Padahal kedua Nagita sedang berdiri di depan Rian dengan wajah yang kebingungan.


Lalu kedua Nagita menunjuk ke arah Rian, "Kok aku ada dua. Apa yang sebenarnya terjadi, nih?"

__ADS_1


__ADS_2