Alvaska:Nayara

Alvaska:Nayara
Alvaska:Nayara 04


__ADS_3

Hari berganti, Naya kembali terbangun dari tidur nya, tak mau berlama-lama, ia pun segera bersiap untuk pergi ke Santara Bangsa.


Naya segera berjalan menuju bagasi tanpa memakan sarapan yang sudah di siapkan untuk nya terlebih dahulu.


-


SMA SANTARA BANGSA 05


Naya membuka helm fullface nya, seperti biasa membiarkan rambut panjang nya tergerai bebas begitu saja, kemudian segera menuruni motor dan pergi untuk mencari ruang kepala sekolah.


Naya benar-benar risih dengan tatapan para siswa dan siswi di sana, banyak yang menatap nya ganas seperti ingin sekali memakan nya, namun tak sedikit yang menatap nya dengan penuh kekaguman.


Status sosial gadis itu menjadi alasan mengapa ia dijadikan pusat perhatian, gadis cantik yang memiliki dua keluarga dan dua orang tua, dan.. Status nya yang akan menjadi istri dari seorang leader gengster pun sudah menyebar di kalangan Santara Bangsa, apalagi ia adalah seorang adik dari wakil ketua Vaghelaz.


-


Naya memasuki ruang kelas nya, bel sekolah belum berbunyi, jadi Naya hanya diam dan duduk seraya memainkan handphone nya di bangku paling belakang. Tak ada yang berani mengusik nya, walau tahu jika tempat temsebut milik siswa lain.


"Wihh?! Udah dateng aja calon tuan putri kita?" Seorang pemuda tersenyum lebar menatap Naya, di ikuti beberapa teman nya, dia Devan. Naya tidak merespon, hanya melirik malas seraya kembali memainkan handphone.


"Naya? Lo Naya 'kan?"


Mendengar suara seorang gadis yang belum pernah dia dengar, namun terasa familiar, Naya mendongak, menatap wajah nya lamat-lamat. Mengangkat dagu, betanya 'kenapa' pada gadis yang sampai saat ini masih diam membeku di hadapan nya.


"Lo kok bisa ada di sini sih?" Gadis itu balik bertanya, sedikit membingungkan untuk Naya, jika di ingat-ingat, dia belum pernah bertemu dengan gadis itu, dan.. Kenapa dia menyebut nya dengan Naya? Bukankah nama itu hanya untuk orang terdekat nya saja?


"Lo siapa?" Naya mengerutkan alis kearah si gadis. Sedangkan dia terlihat menelan ludah, kemudian mencoba mengatur nafas nya yang mulai tersenggal.


"Lo gak usah pura-pura Nay!" Si gadis menaikkan suara nya satu oktaf, membuat Naya kaget sendiri karena nya, 'Lah? Ni cewek salah orang apa gimana sih?' Batin Naya kesal.


"Gue gak pernah ketemu sama lo sebelum nya, tapi maaf kalo emang kita udah ketemu, gue gak inget sama lo." Ucap Naya acuh.


"Sialan!" Umpat kasar si gadis, dia mengangkat tangan nya, dan..


PLAAK

__ADS_1


Tamparan keras dari amarah si gadis tepat mendarat di pipi mulus milik Naya. Sedangkan Naya terdiam sekejap, tidak percaya jika seseorang telah berani menampar nya, apalagi orang itu baru saja dia lihat dan sama sekali tidak dia kenali.


BRAAK


"Gila ni cewek, mau lo apa sih?!" Sentakan Naya berhasil lolos bersamaan dengan gebrakan meja, namun gadis itu malah menatap nya marah, mata nya memerah, bahkan rahangnya sudah mengeras sejak tadi.


"Sha? Lo apa-apaan sih? Dia Naya anjir, lo lupa?" Raga mendekati gadis yang rupanya bernama Shasa, berbisik tertahan untuk mengingatkan, kemudian menahan tubuhnya yang hendak kembali menyarang Naya.


"Lo gak papa 'kan?" Naya mendelik menatap Aka yang sudah mendekat bersama Aska.


"Lo kenal sama dia?" Aska bertanya heran, pasalnya Shasa merupakan panglima perang Vaghelaz, mana mungkin Naya mengenal nya.


"Gak."


"Coba inget-inget lagi, lo gak pernah ada masalah 'kan sama Vaghelaz?" Aka bertanya.


"Gak."


"Woy! J*l*ng sialan, sini lo? Gak usah pura-pura polos depan gue!" Teriak Shasa seraya terus memberontak, ingin melepaskan diri dari Raga dan Devan. Naya tersulut, dia mendekat kearah Shasa.


"Lo pikir lo siapa! Hah?!" Naya mendorong pundak Shasa, semakin membuat Shasa memberontak ingin membalas.


"Lo yang siapa! Beraninya lo dateng kesini! Mau ngapain lo? Hah?! Cari muka? Atau cari mangsa? Ohh.. Gue tau, lo pasti mau godain cowok lain 'kan? Nama lo udah jelek di Dermaga Bintang, makanya lo dateng kesini, atau lo di DO dari sana? Pasti karna kasus lo terlalu banyak 'kan Nay?—


PLAAK


"Gila lo ya? Kenal enggak maen tuduh aja, tau apa sih lo tentang gue?!" Kesal Naya.


"Ternyata bener ya? Anjing itu gak selalu bentuk hewan." Shasa menatap jijik dan benci kearah Naya, dia berhasil melepaskan diri dan berhadapan dengan Naya. Naya menatap nya marah, kepalan tangan nya mengeras, dan..


BUGGH


Bogeman keras mendarat tepat di rahang Shasa, dan seketika itu pula seluruh kelas semakin riuh, pentolan Vaghelaz segera memisahkan, kemudian membawa kedua gadis itu ke tempat sepi jauh di halaman belakang Santara Bangsa.


"Lo berdua tuh kenapa sih?" Aska bertanya tidak santai.

__ADS_1


"Lo juga Nay! Lo punya masalah sama Vaghelaz?" Aska menatap tajam kearah Naya yang tengah menenangkan diri nya.


"Vaghelaz?" Naya mengerutkan alis nya, bergumam heran, kenapa nama Vaghelaz terdengar tidak asing di telinga nya?


"Iya Nay, Vaghelaz!" Sahut Devan di sebrang sofa nya.


"Gue gak punya masalah sama lo pada, apalagi sama dia, gue gak kenal lo semua!" Naya berdiri, namun Aka yang duduk di samping nya kembali membuat Naya duduk.


"Kaya nya lo juga gak asing buat gue." Aland berbicara seraya menatap Naya.


"Ish, aneh banget sih lo semua!" Kesal Naya.


"Lah? Kok pada ngumpul di sini sih?" Seseorang nampak datang menghampiri.


"Tau tuh, si Naya sama Shasa, berantem mulu dari tadi, jadi kita bawa ke sini aja, biar luas tempat gelud nya." Seloroh Raga yang langsung di lirik tajam oleh Naya dan Shasa secara bersamaan. Pemuda itu melirik Naya.


"Naya? Lo kok ada di sini sih? Sejak kapan?" Yogi menatap nya khawatir, sedangkan Naya kembali di buat bingung, begitu juga dengan anggota inti Vaghelaz.


"Lo kok kenal Naya Gi?" Tanya Aska heran.


"D-dia.. Dia..


"Duhhh?! Udah deh! Lagian kenapa juga lo bisa tau sama gue? Gue gak kenal kok sama lo." Kesal Naya, dia beranjak, namun lagi-lagi Aka menahan nya, dan kembali membuat Naya terduduk.


"Cih! Sok-sok-an banget sih lo! Lo pikir gue bisa lupa sama muka lo itu?!" Sarkar Shasa.


"Ish, ni orang ngeselin banget ya!" Gumam greget Naya seraya melotot kearah Shasa.


"Apa sih buktinya kalo lo tau siapa gue?" Naya masih menatap kesal kearah Shasa.


"Revalinnazza Nayara Dwitama, anak pertama Anita.Group, anak kedua keluarga Dwitama, lo punya boyfriend, Gilang sama Kalingga, lo punya dua adik, Dessi sama Alya, Dessi adik kesayangan lo dan Alya yang lo benci, lo pernah punya pacar dan kisah cinta lo gak berakhir mulus, karna itu lo punya trauma!"


"WOY JANGAN NGADI-NGADI LO! TAU DARI MANA LO HAH?!" Naya beranjak, telunjuknya menunjuk kearah Shasa, membuat gadis itu tersenyum manis seraya terkekeh.


"I know all about you!"

__ADS_1


-


Tinggalin jejak nyaa..


__ADS_2