
"gamenya ya itu... "
beberapa menit kemudian
"wow ini sangat menyenangkan"
"apa miya senang?"
"iya aku sangat senang tapi nama gamenya apa?"
"oh ini?. ini namanya sepak bola"
"oh sepak bola. selana tangkap"
"baik nona"
mereka bermain sepak bola di mana iya menjadi penendang. selena menjadi kiper dan kepala paman rol yang menjadi bolanya dan miya menendang ke arah gawan. tendangan miya melesat ke arah gawan selena ingin menangkapnya tapi bola itu melesat masuk ke dalam gawan
"yey masuk"
"kau sangat hebat nona"
tiba-tiba azzam dan azazil terlempar masuk ke dalam gawan
"sial pak tua itu sangat kuat"
"bukan dia yang kuat kita yang lemah"
"kau saja yang lemah aku tidak"
azzam dan azazil berdiri. lalu paman men datang mendekati mereka
"kalian sudah kalah sebanyak 6 kali selama setiap tahun"
miya yang sedang bermain bola mendekati paman men
"paman men"
"iya nona?"
"paman men apa miya boleh bertanya?"
"tentu nona apa yang ingin anda tanyakan?"
"kalau paman men bertarung lawan ayah bisa menang tidak?"
"saya seratus persen akan kalah tidak malahan seribu persen "
__ADS_1
"ayah sekuat itu?"
"benar tuan evil sangat kuat sampai... "
evil tiba-tiba muncul dan menghentikan pembicaraan paman men
"men kau seharusnya berhenti berbicara sekarang"
"baik tuan"
setelah melihat evil sudah kembali miya langsung meminta untuk di gendong oleh evil. evil mengendong miya
"miya kau ikut dengan ayah dan yang lain tetap di sini untuk melatih mereka"
"baik ayah"
"baik tuan"
"dan untuk rol kau harus sedikit lebih serius melatih mereka"
"baik tuan saya akan lebih serius melatih mereka"
"ayah kita akan kemana?"
"kita bertemu dengan orang yang sepesial"
"bukan dia adalah adik ayah"
"ayah mempunyai adik?"
"ya dia adik perempuan ayah dan kami kembar"
"wah aku tidak sabar melihat orang itu"
evil langsung menghilang meningalkan azzam. azazil dan selena untuk berlatih di sana dan evil membawa miya ke tempat para elf untuk bertemu dengan konan
"ayah untuk apa kita ke toko bunga ini lagi?"
"lagi?. miya pernah ke sini?"
"pernah sekali waktu itu miya ke sini untuk membeli bunga untuk ayah dan ini bunganya"
evil mengambil bunga itu dari tangan miya lalu menyimpanya
"kalau miya pernah ke sana apa yang di bicarakan oleh kakak itu?"
"dia tidak menanyakan apa-apa cuma menanyakan nama ayah saja"
__ADS_1
"lalu apa miya memberitahukan nama ayah?"
"tidak"
"bagus. sekarang miya pergi lagi ke toko itu lalu.. "
evil membisikan apa yang harus miya lakukan. setelah mengetahui apa yang harus miya lakukan miya langsung pergi ke toko bunga milik konan dan ketika miya masuk ke toko dia tidak melihat konan dia hanya melihat aine yang sedang menyiram bunga
"permisi"
"ya?. oh ada pelanggan selamat datang mau pesan apa? "
"permisi saya mau bertanya"
"silakan bertanya apa?"
"kakak yang satu lagi ke mana?"
"oh dia?"
"iya"
"dia sedang pulang mungkin sebentar lagi dia akan kembali"
"kalau begitu apa saya boleh menunggu di sini?"
"tentu"
karna miya mereka bosan menunggu konan datang dia membantu aine untuk menyiram bunga. aine dengan senang hati menerima bantuan dari miya dan tidak lama kemudian konan kembali ke toko dengan membawa pedang yang dia dapat dari hadiah ulang tahun yang di berikan oleh evil dan konan melihat miya yang sedang menyiram bunga
"kau bukanya adik yang waktu itu?"
"iya benar"
"apa adik ke sini lagi untuk membeli bunga? "
"bukan aku di sini untuk memberitahu kakak sesuatu"
"apa itu?"
"apa kakak memiliki kakak laki-laki?"
"kenapa kau tau?"
"tentu saja karna dia adalah ayahku"
bersambung......
__ADS_1