
lor yang sudah menyiapkan empat baang pohon yang sudah tertancap di tanah
"ok ini bagus"
"Terima kasih tuan"
"ok lakukan"
"baik"
lor membelah tubuh raja dan ratu di bagian pinggulnya menancapkan kedua bagian tubuh mereka di batang kayu setelah itu mereka bertiga pergi dan membawa anak raja bersama mereka untuk di titipkan di panti asuhan sedangkan evil pergi ke bekas rumah ibunya dulu. sesampainya dia di sana dia berdiri sejenak dan mengingat beberapa kenangan yang ada di rumah ini
"banyak sekali kenangan di rumah ini"
evil memanggil prajuritnya dan menyuruh mereka berubah menjadi manusia dan menyuruh mereka untuk memperbaiki rumah itu
"kalian perbaiki rumah ini dalam beberapa hari"
pasukan evil mengangguk dan evil pergi ke rumahnya dan pergi ke suatu tempat yang cukup dekat dengan rumahnya dan tempat itu adalah tempat kuburan ibunya yang evil pindahkan dulu. evil duduk di sisi kuburan ibunya
"ibu sudah lama sekali aku tidak melihat ibu walaupun aku bukan anak kandung mu tapi kau tetap menyayangi aku dan konan seperti anak sendiri dan maaf karna kami berdua meninggalkan ibu dulu hanya untuk pergi ke hutan kematian dan menyebabkan ibu meninggal dan kami berdua juga minta maaf karna kami ibu tidak pernah merasakan pernikahan dengan seseorang"
tiba-tiba bayangan ibu evil muncul di depan evil
"evil tidak apa-apa ini sudah takdir dan karna takdir ini kalian bisa masih hidup. kalau kalian tidak pergi kalian berdua juga akan ikut mati"
"iya. ibu benar"
"evil ibu sekarang merasa sedih"
"kenapa ibu merasa sedih?"
"ibu sedih karna beberapa hal. pertama kau sudah lama tidak bertemu dengan adik mu dan kedua kau jarang sekali mengunjungi ibu di sini dan yang ketiga kau sekarang terlihat tidak memiliki ekspresi apapun bahkan ketika mengunjigi ibu kau selalu tampak lesu dan tidak sama sekali bahagia atau menangis ketika mengunjigi ibu dan yang terakhir evil kapan kau memperkenalkan kekasihmu?"
"yang terakhir itu yang membuat ibu sedih?"
"iya. ibu tidak mau melihatmu sendirian terus dan tidak menikah"
"ibu bahagia ketika sendirian dan sama sekali tidak pernah menikah?"
"bagus. bagus kau membalikan pertanyaan itu kepada ibu"
"dan soal ekspresi ku ini sudah dari dulu"
"masa?. perasaan dulu evil selalu tersenyum dan tertawa dan warga desa juga menyukai itu bahkan seingat ibu dulu evil ini cukup populer di kalangan gadis di desa bukan?"
"itu dulu sekarang berbeda dan soal aku jarang mengunjungi ibu karna aku sibuk"
"sibuk?. oh sibuk membunuh orang dan mengumpulkan harta di bawah tanah?"
"iya"
"untuk apa kau mengumpulkan harta sebanyak itu dan membunuh?"
"aku sebenarnya tidak membutuhkan harta itu aku menjadi pembunuh hanya untuk melupakan kejadian dulu tapi tatap saja kenangan itu sulit di lupakan"
"kalau kau tidak membutuhkan harta itu kenapa tidak di kasih kepada yang membutuhkan?"
"aku sudah membangun beberapa panti asuhan dan itu masih belum cukup untuk menghabiskan harta ku. sudahlah aku pergi dulu"
"oh ya evil cepat-cepat kau cari pendamping hidupmu ya"
"iya. oh ya ibu aku dan konan akan bertemu lagi di rumah kita yang dulu apa ibu juga mau ikut?"
"tentu ibu ingin sekali melihat keluarga kecil ibu berkumpul ibu akan datang nanti ya"
"iya kalau begitu aku pergi dulu. selamat tinggal ibu"
evil pergi dari sana dan dia pergi ke neraka untuk melihat lost yang sedang berlatih
__ADS_1
"bagaimana apa kau sudah merasa cukup kuat sekarang?"
"aku punya satu pertanyaan"
"apa itu?"
"tempat apa ini?"
"kau lihat ke sekeliling. di sekeliling mu hanya ada api dan lava jadi kau tau tempat ini tempat apa?"
"gunung berapi?"
"tersis kemari"
seorang wanita muncul
"ada apa tuan sangat jarang saya di panggil oleh anda"
"kau ajarkan dia beberapa pengetahuan dasar aku lihat-lihat dia memiliki kecerdasan yang kurang"
"maaf sekali tuan evil sebelum itu saya ingin mengatakan jangan melihat buku dari sampulnya saja"
"iya. iya cepat ajarkan dia yang aku bilang. aku mau pergi dulu"
"baik tuan evil serahkan dia kepada saya setelah kembali dia akan menjadi jauh lebih pintar"
evil pergi dari sana dan pergi menemui miya. azzam dan azazil di benua dark elf. mereka bertiga sedang bermain-main dengan selzi
"ayah ada apa lagi?"
"tidak ada apa-apa. ayah hanya memiliki urusan dengan azzam"
"hah?. dengan ku?"
"iya"
evil mendekati azzam dan melihat tanda di jidatnya yang tertutup oleh rambut
"aku juga tidak tau"
"hah?. kenapa bisa tidak tau?"
"iya maafkan aku ayah"
"kenapa kau minta maaf?. kau tidak melakukan kesalahan apapun kecuali menjalin kontrak pernikahan dengan orang yang tidak kau kenal"
"sebenarnya aku sedikit tau tentang dia"
"katakan apa yang kau tau?"
"nama dia itu isabel cuma itu yang aku tau oh ya dan biasanya dia selalu mencari ku tapi kenapa aku tidak melihat dia lagi?"
"eh kakak ayah sepertinya aku melakukan hal yang ceroboh"
mereka semua langsung bergegas pergi ke tempat semalam dan melihat orang-orang berkerumun di sana
"apa yang sedang mereka lihat?"
"dari pada kakak bertanya seperti itu lebih baik kita lihat"
Mereka semua melihat apa yang sedang orang-orang itu lihat. mereka melihat beberapa orang yang masih menjadi es dan termasuk luk dan isabel
"miya?"
"hehehe maafkan aku ayah"
"ah sudah"
dan mereka melihat raja dan ratu(orang tua isabel dan luk)mereka berdua sedang memikirkan cara mengeluarkan anak-anak mereka dari es
__ADS_1
"bagaimana kalau kita hancurkan saja esnya?"
"tidak. kita tidak tau apa yang akan terjadi kalau kita menghancurkan esnya"
"kalau begitu di cairkan?"
"caranya?"
"........... tidak tau"
evil mendekati raja dan ratu
"permisi apa anda perlu bantuan?"
"apa yang bisa kau bantu?"
evil mengeluarkan api di tangannya
"bagaimana apa ini membantu?"
"apa bagaimana?. ehm ok kami perlu bantuan mu untuk mencairkan es itu"
"apa yang akan kau berikan kepada ku?"
"apa?. kau meminta sesuatu kepada ku apa kau tidak tau kalau aku ini raja di daerah ini kalau aku mau aku bisa membunuhmu sekarang juga"
"kalau begitu silakan bunuh aku. tapi kau akan kehilangan kesempatan berharga mu"
raja merenung sebentar dan akan memberikan evil apapun asalkan tidak terberlebihan
"ok aku akan memberikan apapun kepada mu asalkan jangan berlebihan"
"ok diel"
evil melelehkan esnya dan setelah melelehkan esnya evil menagih janji raja
"sudah sekarang tetapi janji mu"
"ok. ayo kita pergi ke istana ku dulu"
karna terlalu banyak orang jadi ada dua kereta kuda untuk mengantar mereka ke istana dan mereka semua masuk ke dalam kereta kuda dan pergi ke ke istana
di dalam kereta kuda yang di isi oleh anak-anak
"sial kenapa aku harus sekereta dengan mu"
"siapa juga yang mau sekereta dengan mu"
"kalian berdua hentikan"
"kalian berdua hentikan"
azazil dan luk menghentikan perkelahian azzam dan isabel
"azzam diam dan tenang jangan menggangu selzi yang sedang tidur"
"iya maaf kakak"
"wah lucunya siapa nama anak ini?"
"bukan urusan mu"
"siapa yang bertanya kepada mu aku bertanya kepada orang yang menggendong anak ini"
"aku menjawabnya karna kakak ku tidak akan menjawabnya"
"hah?. masa?. lihat dia. dia tampak baik dan sopan mana mungkin tidak akan menjawab pertanyaan ku"
"kalau kau tidak percaya silakan coba"
__ADS_1
bersambung...