Anak Malaikat Dan Iblis Yang Di Buang

Anak Malaikat Dan Iblis Yang Di Buang
kabur


__ADS_3

"ya silakan di dalam kalian akan langsung di arahkan oleh seseorang agar tidak tersesat"


"baik.terim kasih kalau begitu kami masuk dulu"


mereka masuk dan di dalam sudah ada orang yang menyambut mereka dan mengentarkan mereka ke hadapan raja long


"silakan masuk raja mungkin sedang duduk di kursi rajanya"


"baik.terima kasih"


mereka masuk ke dalam istana dan bertemu dengan raja long


"permisi raja"


"ya ada apa?"


"kami adalah pasukan yang di kirim oleh raja will untuk mengantarkan undangan"


"undangan apa?"


"undangan pernikahan putri isabel"


"kapan?"


"besok pukul 8 pagi raja will berharap anda datang ke acara pernikahan putri isabel"


"baiklah sampaikan ke dia aku akan datang besok"


"baik.Terima kasih kalau saya undur diri"


"ya"


mereka meninggalkan istana. setelah mereka berdua pergi tidak lama kemudian anak dari raja long datang


"ayah bukannya tapi pasukan dari kerjaannya isabel?"


"iya bener sekali"


"mereka ada urusan apa datang ke sini?"


"mereka hanya menyampaikan undangan dari raja will"


"undangan apa?"


"undangan anak mereka"


"oh kan luk akan menikah"


"bukan. bukan luk yang menikah tapi isabel"


"ehh. ayah tidak salah bicara?"


"benar ayah mendengar itu secara langsung isabel akan menikah besok pagi pukul 8"


"apa!! besok?"


"iya"


"ayah aku ada permintaan yang perlu ayah kabulkan"


"???????"


di beberapa tempat yang sudah menerima undangan mereka juga terkejut karna isabel menikah secara mendadak dan bertanya-tanya kenapa isabel menikah mendadak dan siapa calon suaminya. karna rasa penasaran mereka. mereka semua mendatangi kerjaan will dan bertemu dengan isabel


"apa semua putri dan Pangeran ingin bertemu dengan putri isabel?"


"benar. bukakan pintunya"


"baik.kalau begitu silakan masuk"


mereka semua pergi ke istana dan bertemu dengan kepala pelayan yang ada di sana


"ada apa kalian mendatangi istana kerjaan will?"


"kami ingin dengan putri isabel"


"kalau kalian semua mencari putri isabel dia sedang di kemarnya mari saya antar"


mereka di antarkan oleh kepala pelayan menuju kamar isabel dan sesampainya di pintu kamar isabel pintu itu tidak bisa di buka karna di kunci


di dalam kamar isabel

__ADS_1


"awas saja kau kalau dekat-dekat ke sini"


"siapa juga yang mau"


di dalam kamar isabel ada isabel dan azzam yang di kunci oleh kedua ayah mereka agar mereka bisa mengobrol empat mata


"hey apa kau setuju dengan pernikahan ini?"


"kenapa menanyakan itu?"


"tidak. hanya saja aku hanya ingin tau apa kau mau di nikahkan dengan orang yang baru kau temui dan bukan orang yang kau cintai?"


"siapa bilang aku tidak mencintai mu aku sangat mencintai"


"eh?"


wajah isabel sedikit memerah karna ucapan azzam


"apa kau serius?"


"benar aku mencintai mu kalau aku orang gila"


"dasar sialan"


isabel melemparkan bantal ke arah azzam dan bantal itu tepat mengenai kepala azzam


"apa maksudnya ini?"


"kau pantas mendapatkannya sialan"


azzam melemparkan bantalnya ke arah isabel dan lemparan itu mengenai kepala isabel


"bagaimana rasanya?"


isabel melemparkan bantalnya lagi ke arah azzam


"rasakan itu"


azzam melemparkan bantalnya lagi ke arah isabel tapi kali ini isabel mengunakan bantal lain untuk melindungi kepalanya


"hahaha tidak kena"


azzam mengambil bantal yang tadi dia lemparkan dan mereka berdua bertaeung mengunakan bantal sampai isi dari bantal itu keluar dan mereka berdua stop setelah mereka kelelahan dan bersandar di punggung satu sama lain


"ha.. iya"


di depan pintu masuk kemar isabel teman-temanya masih menunggu di depan pintu masuk sampai raja will menemui mereka


"ada keperluan apa kalian ke sini?"


"paman kami ingin bertemu dengan isabel tapi dia mengurung diri sendiri di kamarnya dan belum keluar sampai sekarang"


"dia sedang beristirahat di dalam kalau kalian ingin bertemu dengan dia kalian bisa menunggu dan bermain"


"baik paman"


sementara di kamar isabel


"hey dulu kita berkenalan dengan cara yang kurang pas"


"ya benar"


"kalau begitu sekarang ayo kita berkenalan dengan benar"


"siapa dulu ya mau?"


"kau dulu saja"


"kau dulu saja"


"tidak apa-apa kau dulu saja"


"ya sudah aku dulu. perkenalkan nama ku azzam"


"ya salam kenal. kalau begitu sekarang aku perkenalkan nama ku isabel will"


"salam kenal"


"oh ya jadi bagaimana?"


"apa?"

__ADS_1


"soal pernikahan besok apa kau setuju dengan itu?"


"ya sebenarnya sih aku tidak tau tapi kalau itu di suruh oleh ayah ku berarti itu yang terbaik bagaimana dengan mu?"


"maaf soal ini ya sebenarnya aku tidak setuju bukan karna apa-apa cuma karna aku belum mengenal mu dengan baik"


"kalau kau tidak setuju aku bisa membantu mu untuk membatalkan pernikahan besok"


"bagaimana caranya?"


"kita kabur saja dari sini"


"itu tidak akan mudah. kalau di pikirkan bisa saja di sekitar istana sudah ada pasukan yang menjaga agar salah satu dari kita tidak kabur"


"ayo kita cek di jendela apa ada penjaga yang sedang berjaga di bawah jendela agar kita tidak kabur"


"benar juga ayo kita cek"


mereka berdua mendekati jendela dan membukanya. setelah melihat ke bawah tidak ada satupun penjaga yang berjaga di bawah


"tidak ada seseorang di sana"


"iya juga apa kita turun dari sini?"


"tidak. di sini tidak ada tali yang panjang untuk turun dari sini"


"iya juga"


"apa tidak ada cara untuk keluar dari sini?"


"ada tapi kau harus janji untuk tidak memberitahu siapapun soal ini"


"iya aku janji"


"bagus kalau begitu maaf"


azzam menggendong isabel


"eh apa yang kau lakukan?"


"sudah diam saja"


azzam berjalan ke depan jendela dan melompat dari jendela


"AAAAA APA YANG KAU LAKUKAN!!!?"


"diam jangan berteriak"


azzam mengeluarkan sayapnya dan terbang ke atas


"eh apa yang terjadi?. apa kita sudah mati dan ini arwah kita yang sedang terbang ke langit?"


"lihat baik-baik kita tidak mati"


"lalu kenapa kita bisa terbang?"


"kau lihat di pundak ku"


isabel melihat ke pundak azzam


"sayap!!! kau punya sayap?"


"iya. maka dari itu rahasiakan ini ya"


"iya aku akan merahasian ini dari siapapun"


"Terima kasih kerna sudah mau merahasiakan ini"


"iya. aku juga terima kasih karna membawa ku pergi keluar dari istana. oh ya sekarang kita akan pergi ke mana?"


"kemana ya?. aku juga tidak tau"


"kok gak tau"


"ya mau bagaimana lagi walaupun kita pergi ke mana saya pasti kita akan di temukan"


"kalau begitu kita pergi saja ke suatu tempat yang tidak bisa di temukan oleh seseorang"


"di mana tempat itu?"


"bawah tanah"

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2